
Selesai mengajar Julia langsung ke ruangannya,Dia tidak mau mempedulikan Jo sementara waktu.
Julia membuka pintu ruangannya dan langsung membanting tubuhnya ke sofa. Julia tidak menyadari kalo ada seseorang yang tengah memperhatikannya dari sudut ruangan "ehm" suara deheman seorang laki-laki. Julia tersentak kaget kemudian dia kembali mengubah ekspresinya menjadi datar.
"Kenapa kamu berubah Julia?" tanya laki-laki itu yang tak lain adalah Jonathan "Kenapa kami gak masuk kelas?" tanya Julia. "Gak usah ngalihin topik Julia" bentak Jo lalu berjalan menghampiri Julia dan duduk di sebelahnya. Julia sempat kaget karena Jo membentaknya "Apa ini yang kamu bisa?semua kamu bicarakan dengan emosi. Apa bisa orang seperti kamu menjadi kepala keluarga?aku tidak yakin." ucap Julia santai. Jo merasa geram,tangannya mengepal menaham emosinya. "Apa yang kamu inginkan?" geram Jo. "Tidak banyak. aku hanya ingin kamu merubah sifat pemarah kamu dan menjadi dewasa lah dalam segala hal". ucap Julia." Oke kalo itu yang kamu mau,aku buktikan kalo aku bisa" ucap Jo lalu pergi dari ruangan Julia. Setelah kepergian Jo Julia menunduk dan memijat pelipisnya. "Ok,kita buktikan Jo. kami atau aku yang menang. sebenarnya aku tidak sanggup bersikap dingin denganmu,tapi aku harus kuat" gumam Julia
_________
Basecamp.....
__ADS_1
Jo melempat semua barang yang ada di dekatnya. Ke dua sahabatnya pun tidak bisa berbuat apa-apa. mereka membiarkan Jo meluapkan emosi. Jo sudah tidak kuat lagi,dia meninju tembok dengan sekuat tenaganya dan membuat kedua sahabatnya langsung menahan tangan Jo yang sudah berlumuran darah. "Jo,jangan seperti ini. Lo boleh marah,Lo boleh kesel tapi Lo jangan nyakitin diri Lo sendiri" Irgi berusaha menenangkan Jo.
Jo melemparkan kunci mobilnya ke arah Irgi "Kita ke club sekarang" titah Jo yang langsung masuk ke dalam mobilnya. "Jo,ini masih sore. gak salah Lo?" tanya Irgi "Jalan aja,gak usah banyak bacot" geram Jo "Udah deh Gi,jalan aja. si Jo lagi dalam mode Senggol bacok. Lo gak mau kan jadi korban dia selanjutnya" tanya Devan "Ya kagak lah,iiihhhh merinding gue" jawab Irgi lalu memacu mobil sport Jo dengan kecepatan sedang.
'____________
Club malam...
"Mana cukup cuma 3 botol,tambahin. hey,5 botol aja" teriak Jo. Dev dan Irgi hanya menggelengkan kepalanya. "segitu frustasinya dia menghadapi Bu guru sexy kita Dev" bisik Irgi "Yah mau di gimanain lagi,ini pertama kali seorang Jo jatuh cinta dan juga pertama kali dia patah hati" balas Dev yang tak kalah berbisik. mereka duduk di ruang VIP. Jo langsung menyandarkan kepala di sandaran sofa. Tak lama pesanan mereka pun datang.
__ADS_1
Jo langsung mengambil satu botol dan membukanya. Sebelum Jo menegak minuman itu dia menatap botol yang sedang di pegangnya dalam-dalam "Ternyata hidup ini gak harus selalu minum kopi,tapi sekali-kali juga harus ngerasain minum Vodka. Biar Lo semua tau kalo hidup itu gak cuma pahit tapi juga bikin puyeng" gumam Jo pelan.
Tapi Devan dan Irgi masih bisa mendengarnya. Mereka pun kaget dengan ucapan Jo, rupanya Jo sedang galau tingkat akut. "Jangan-jangan mulai gila dia Dev,masa botol di ajak ngomong" bisik Irgi. Plaakkk satu geplakan mendarat di kepala Irgi "Brengsek Lo ngatain temen Lo gila" bisik Devan. Irgi mengelus kepalanya yang kena geplakan "Habis gue pusing liatnya Dev" ucap Irgi
"Pesenin gue kamar hotel sekalian sama jalangnya 2" titah Jo padan Devan. "Lo yakin Jo?jangan gila Lo ini bukan cara yang bener buat Lo nyelesein masalah" ucap Dev. "Iya Jo,gue takut malah makin tambah masalah" tambah Irgi. Jo tidak mendengarkan omongan sahabatnya dia terus minum dan menutup matanya. "Gak usah protes,pesenin aja" tegas Jo.
Devan dan Irgi saling menatap dan mengangkatkan bahunya. "Pesenin gih Gi,males gue" kata Dev "Oke deh,Lo mau sekalian?" tanya Irgi "Boleh,satu aja. Ketularan pusing gue sama masalah si Jo". jawab Devan.
_________
__ADS_1
Jo keluar dari club dengan di ampit oleh 2 wanita sexy dengan pakaian kurang bahan menuju ke kamar hotel yang dia pesan. Di perjalan Jo seperti melihat Julia. di tengah-tengah kesadarannya Jo menghampiri gadis itu "Julia?kamu Julia Maharani kah? kenapa kamu berubah sayang?" saat Jo akan membelai pipi gadis itu tiba-tiba sebuah tamparan keras mendarat di pipi Jo. Plaakk Julia menampar Jo. Iya,gadis itu memang Julia Maharani yang kebetulan ada di hotel itu untuk menemui orang tuanya yang batu datang ke Jakarta. Sungguh mereka di permainkan oleh takdir.
Jo mematung saat Julia berlalu melewatinya,Devam dan Irgi melihat kejadian itu dari awal sampai akhir tapi mereka enggan ikut campur takut masalah yang sudah menjadi runyam akan semakin bertambah runyam lagi. .