
Sorry,typo dimana-mana
3 Tahun sudah lalu....
Kini waktunya Jonathan untuk kembali ke Indonesia,Sekarang dia sudah menjadi seorang pria,dia sudah siap memimpin salah satu perusahaan sang papi.
Julia beberapa tahun terakhir dia sudah bukan guru lagi,baginya profesi sebagai guru membuatnya terus-menerus mengingat dia yang telah pergi namun masih ada di hati. Julia merasakan penyesalan yang begitu dalam.Kalo saja dulu dia lebih berani untuk bicara,ungkin tidak akan jadi seperti ini. Julia tau kalo Jonathan kuliah di luar negri karena orang tua Jo dan Orang tuanya masih bersahabat.Mereka masih berharap anak-anaknya akan kembali bersama.
Kini Julia bekerja di sebuah perusahaan besar di bandung atas rekemdasi dari Ayahnya. Dia bekerja sebagai Sekertaris.
"Maaf bu Julia bisa tolong gantikan saya menjemput bos di bandara?saya ada rapat penting" ucap Joni seorang asisten pribadai bos.
"Baik pak Joni"
"Setengah jam lagi pesawatnya akan mendarat,sebaiknya bu Julia segera berangkat"
"Baik pak"
Joni adalah asisten pribadi sang bos,dia di percaya menggantikan bos selama bos besar tidak ada.
Julia memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju bandara,dia tidak ingin terlambat karena ini adalah pertemuan pertamanya dengan Direktur harus menoinggalkan kesan yang baik.
Julia melirik jam tangannya
"Ah sial 10 menit lagi"gumam Julia,dia berlari sambil membawa papan nama ukuran sedang bertuliskan Direktur Utama Angkasa Jaya.
Julia celingak-celinguk memperhatikan orang-orang yang baru turun dan membawa koper-koper.Dia tidak tau seperti apa rupa direkturnya.
Julia mengacungkan papan nama itu tinggi-tinggi berharap seseorang yang dia tunggu melihatnya.
Jonathan turun dari pesawat dan dia beri kabar oleh asisten pribadi akan di jemput oleh sekertarisnya.Dia mencari seseorang yang membawa papan namanya namun tidak dia temukan.Tiba-tiba pandangan Jo jatuh pada seorang wanita cantik yang membawa papan nama direktur utama Angkasa Jaya,dia phn tersenyum.dia merasa lucu hanya dalam waktu 3 tahun dia sudah bisa menjadi direktur utama.
.Beginilah kalo perusahaan punya moyang sendiri,jangankan waktu 3 tahun,3 haribsetelah lulus SD aja bisa kok jadi Dirut.
Jo menghampiri wanita itu.
"Hai,apa hari anda menjemput saya?"
Julia berbalik setelah mendengar seseorang bicara padanya.
"Apa anda Dirut Angkasa Jaya?"
"Iya"
Julia tidak mengenali orang yang ada di depannya.
"Benar yang digosipkan karyawan kantor,kalo dirutnya ganteng maxsimal" batin Julia
"Dia tidak banyak berubah,masih cantik seperti dulu.Tapi sepertinya dia tak mengenaliku.lumayan menarik" batin Jo
"Tolong bawakan ini" Jo memberikan barang bawaan nya pada Julia."Oh ya,kamu bawa mobil?"tanya nya.
"Bawa Mr,silahkan sebelah sini" jawab Julia sopan.
"Ganteng sih,tapi kok kayaknya galak." batin Julia
Di parkiran Julia memasukkan barang-barang Jo ke dalam bagasi sedangkan Jo dia sudah duduk manis di kursi penumpang.
Setelah selesai dengan urusan bagasi Julia masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"Berangkat sekarang Mr?" tanya Julia melirik kaca spion mobilnya.
"Iya,langsung ke kantor aja"
"Baik pak".
Jonathan mulai penasaran gimana reaksi Julia kalo dia tau bosnya itu adalah dirinya.Dia melepaskan kaca mata hitam yang dari tadi dia pakai.
"Nona,nama anda Julia Maharani?" tanya Jo.
Julia sedikit kaget karena bosnya ini tau namanya,sedangkam dia tidak memakai pengenal apapun.
"Benar Mr" jawab Julia,matanya terus fokus pada jalanan di depannya.
"Oh,apa ini suatu kebetulan atau takdir Tuhan?" ucap Jo.
Julia bingung dengan ucapan bosnya yang menurutnya ambigu.
"Maksud Mr?" Julia melihat ke arah belakang dan
Ciiitttt .....
Kaki Julia mendadak menginjak rem dan membuat kepala Jo terbentur pada sandaran kursi di depannya.
"Bisa nyetir gak?" tanya Jo sedikit membentak.
"Maaf Mr,eh maksudnya Jo." ucap Julia gak enak.
"Kamu ngapain di sini?bukannya kamu lagi kuliah?terus kamu kemanain bos aku?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut Julia.
Jo tertawa sambil menahan sakit di keningnya.
Julia berpindah duduk dari kursi kemudi ke belakang setelah dia memarkirkan mobilnya.
Julia melihat kening Jo yang sedikit lebam.
"Maafin aku yah,aku kaget banget sumpah" ucap Julia mengusap kening Jo.
Jo meraih tangan Julia dan menciumnya.
"Gak apa-apa kok,ini emang salah aku. Apa kamu udah siap aku lamar lagi?" tanya Jo.
Julia tersentak dengan pertanyaan Jo soal lamaran. Dia senang,tapi dia terlalu shock.Dalam satu jam dia sudah mngalami ke kagetan berkali-kali.
"Aku bukan lagi Jo yang pemaksa,selama 3 tahun setelah perceraian kita aku belajar untuk mengendalikan diri.Walau pun itu sulit dan aku sangat merindukanmu tapi sekuat tenaga aku berusaha untuk tidak menghubungimu sebelum aku berubah"
"Aku ingin jadi pria yang bisa di andalkan,bukan penikmat harta orang tua,ya meskipun ujung-ujungnya sekarang aku memimpin perusahan papi".
Julia tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluk Jo. Dia terisak di bahu Jo.
"Jo,kamu tau apa yang aku lalui selama 3 tahun ini sangat sulit.Aku ingin menyusulmu ke sana,tapi aku takut.aku takut kamu tidak akan menerimaku.Aku terlalu lemah,aku tidak bisa mempertahankan rumah tangga kita dulu.sampai akhirnya aku harus merasakan penyesalanini ini.Aku tidak mau kehilanganmu lagi" ucaP Julia.
Ponsel Julia berdering,tertena nama asisten pribadi Joni.dia memgangkat panggilan nya dan mengaktifkan speakernya.
"Hallo pak?"
"Kenapa belum kembali,apa jarak kantor dan bandara sejaub Bandung-Jakarta? " tanya Joni,dia khawatir Julia tidak melakukan tugas dengan baik.
"Ini saya sudah di perjalanan pak,sebentar lagj sampai"
__ADS_1
Jo mengambil alih ponsel Julia.Dia tau kalo Joni takut dia kenapa-napa,Joni bahkan lebih protektif dari pada papinya sendirj.
"Lo tenang aja,gue baik-baik.Sekertaris Lo bwkerja dengan baik".
"Gue khawatir sama lo kampret,jangan bilang lo kepincut sama sekertaris kantor sampai mampir dulu ke penginapan" ucap Joni.
"Mulut lo tuh yah,kalo ngomong suka bener"
ucap Jo sambil tertawa dan mematikan ponselnya
"Ayo kita ke kantor,sebelum orang curiga" ajak Julia.
"Biar aku yang bawa mobilnya" Jo dudul di kursi kemudi dan membawa mobil Julia membelah jalana. yang rame lancar.
Joni sedang mondar mandir di lobi kantornya,pasalnya sejak mematikan panggilan teleponnya dia semakin khawatir sama Jo.
"Ini anak lama banget sih,.kasih alasan apa gue sama Pak Agus nanti kalo dia ke duluan datang. bener-bener minta di cincang si Jo" kesal Joni.
Siska salah satu karyawan bagian keuangan,dia melihat asisten Joni sedang gelisah dan menyapanya.
"Selamat siang pak,ada yang bisa saya bantu?"
"Astaga Siska,bisa tidak kamu jangan ikut campur campur?".Joni sedang kesal diaa malah semakin kesal dengan ke datangan Siska.
Tak lama mobil yang di kendarai Jonathan sampai di depan kantor. Jo keluar dari kursi kemudi dan membuat Joni marah.
"Julia,kenapa kamj biarin Jonathan bawa mobil?kamu tau dari Amerika ke sini berapa jam?" ucap Joni sedikit membentak.
"Amerika ke Indonesia 8 jam pak,saya naik pesawat kelas bisnis jadi cepet nyampenya" jawab Jonathan setengah meledek Joni.
Julia menahan tawanya melihat wajah asisten Joni merah padam menahan kesal.
"Julia,silahkan kamu lanjutkan pekerjaan kamu" perintah Joni.Julia mengangguk meninggalkan Jonathan dan Joni.
"Dan Anda asisten Joni,tolong angkatin koper-koper saya ke kamar di ruangan saya" perinrah Jo.
"Hey,gak bisa gitu dong.kan ada satpam kenapa minta tolong sama gue" Joni gak terima.
"Gue mau lo yang bawa,titik" Jo berjalan meninggalkan Joni yang sedang kesal.
Jam istirahat telah tiba seluruh karyawan kantor berhambur menuju ke kantin perusahaa untuk mengisi perut mereka
Julia tengah menikmati makan siangnya bersama Gina sekertaris ke 2 di perusahaan Angkasa Jaya.Ya mungkin Gina teman satu-satunya yang Julia percaya.
"Eh Julia,denger-denger tadi lo yang jemput Mr Bos yah?gimana-gimana ceritain dong" ucap Gina penasaran.
Julia tidak tau dari mana memulainya,dia tidak ingin hubungannya dengan Jo terkuak di kantor.
"Agak sedikit deg-degan sih,soalnya gue baru pertama ketemu Mr Bos" jawab Julia hati-hati.
Karyawati yang sedang makan mendadak ramai,Julia dan Gina melihat ke arah keramaian.Ternyata yang menjadi alasan para karyawati histeris itu karena bos besar mereka mendadak menginjakan kakinya di kantin perusahaan bersama dengan asisten pribadinya.Pasalnya mereka baru tau kalo selama ini bos mereka masih muda dan ganteng paripurna.
Jo mengedarkan pandangannya,dia mencari kursi kosong.Tepat di tempat Julia dan Gina duduk ada kursi kosong tersisa 2 lagi.
Gina menarik-narik baju Julia,dia merasa dagdigdug melihat Mr Bos dan asistennya berjalan ke arah dia.
"Boleh gabung?"tanya Jo sopan.
"Bo-boleh,silahkan Mr" jawab Gina gugup,sementara Julia hanya menunduk malu.
__ADS_1
"Terima kasih"