
Jonathan menelpon maminya dan meminta pernikahannya dengan Julia di percepat di samping dia tidak ingin jauh dari baby Je,dia juga ingin memberikan baby Je keluarga yang lengkap.
Mami Jonathan menyetujuinya dengan cepat,dia pun berencana ke rumah keluarga Julia besok.
Rencana pernikahan memang sudah di rencanakan oleh orang tua Jo dan Julia.Hanya saja mereka tidak memberi tahu Jonathan dan Julia secara gamblang tentang pernikahan mereka.Yang Julia tau hanya dia akan menikah lagi dengan Jonathan suatu saat nanti dan yang Jonathan tau bahwa dia yang memutuskan kapan pernikahan ke dua nya dengan Julia di laksanakan.
****
Julia tengah merenung di dalam kamarnya,rasa rindu pada baby Je di dadanya seakan sudah tak bisa di tahan lagi.dia tidak bisa berbuat apa-apa,yang bisa dia lakukan hanya menangis sambil menatap wajah baby je di ponselnya.
toktoktok.....
"Boleh ibu masuk Julia?" tanya bu Rika dari balik pintu kamar Julia.
"Masuk bu" Julia menjawab sambil menyapu sisa-sisa air mata di pipinya.
Bu Rika pun masuk menyunggingkan senyum pada Julia,dan dia pun duduk di samping tempat tidurnya.
"Ada apa bu?Kelihatannya ibu lagi bahagia" tanya Julia.
"Emang kelihatan yah kalo ibu lagi bahagia?" tanya balik Bu Rika.
"Ibu nih,aku tanya kok malah balik tanya"
"Iya,ibu lagi bahagia....soalnya anak ibu seminggu lagi akan menikah" ucap Bu Rika santai.
"hah,,,maksud ibu apa?"
"Maksud ibu,kamu akan menikah satu minggu lagi.Masa gitu aja gak paham"
"Jangan asal nikah-nikah dong bu,kan Julia udah janji mau nikah lagi tapi harus sama Jonathan"
"Emang sama Jonathan nikahnya,kamu pikir ibu mau nerima lamaran laki-laki lain hah?"
"Ya kali aja ibu lupa....eh,tadi ibu bilang seminggu lagi?" tanya Julia
"Iya seminggu lagi,tadi maminya Jo ke rumah.katanya Jonathan kemarin telpon dan minta acara pernikahannya di adakan seminggu lagi.Dia gak sabar mau ngasih keluarga yang utuh buat baby Je.Kamu harus baik-baik yah,jangan seperti dulu lagi" pesan Bu Rika
Julia menunduk,dua meneteskan air matanya.
"Baik bu,,,,,Julia minta maaf bila dulu Julia tidak dewasa"
Bu Rika menggenggam tangan Julia
"Semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Dan kita harus mengambil pelajaran dari kesalahan kita dulu"
"Iya bu,Julia janji tidak akan mrlakukan kesalahan lagi" Julia memeluk sang ibu.Seberapa dewasa pun kita sebagai anak,di mata ibu kita tetaplah anak kecilnya yang selalu mereka manja.
"Baby Je,,,kita akan kembali berkumpul"batin Julia
****
__ADS_1
Jonathan sedang duduk dengan secangkir kopi di samping trmpat duduknya.Dia merenung tentang keputusannya menikahi Julia.Itu memang perjanjiannya,dan walau pun tanpa perjanjian itu Jonathan tetap akan menikahi Julia.
"Gue harus yakin demi baby Je dan masa depan gue.Kejadian dulu gak boleh terulang lagi" batin Jo.
Jonathan menatap wajah tenang baby Je yang masih terlelap.
"Baby,seperti apa kamu dulu?papa ingin sekali melihat saat pertama kali kamu lahir ke dunia maafin papa yah" Jo merasa di hatinya di penuhi rasa bersalah,dia yang tidak ada di samping Julia saat Julia hamil dan melahirkan bahkan saat Julia mengurus sang buah hati selama 2 tahun tanpa dia temani di sisi nya.
*****
"Hallo Rik"
"Ada apa Mel?"
"gue ada kabar soal Julia,dia udah punya anak dan bakal nikah lagi sama Jonathan"
"Terus rencana Lo. apa?gue gak mau terlibat"
"Tapi lo harus bantuin gue,lo lagi butuh duit kan?"
"Gue bisa kerja,jadi gue gak butuh duit lo"
"Lo yakin gak mau bantuin gue?"
"Gue yakin"
"Oke,gampang aja bagi gue tadinya gue gak mau ngelakuin ini sama lo tapi kayaknya gak ada pilihan"
"Lo mau ade lo gue jadiin Wanita penghibur di club tempat gue kerja?soalnya kemarin ade lo masukin lamarannya tuh"
"Lo jangan berani-berani ngancam gue,gak mempan"
"Kalo lo gak percaya lo tanya aja ade lo,tadi nya kalo lo mau kerja sama bareng gue lamarannya mau gue tolak.di karena kan lo gak mau jadi jangan salahin gue kalo lamaran ade lo gue terima"
"brengsek lo Mel,,,oke gue harus apa?"
"Temui gue di kafe depan apartemen gue"
Itulah sepenggal percakapan via telepon antara Mely dan Riko.
Mely tidak pernah ada habisnya menggoda laki-laki yang sudah beristri.baginya asal pria itu kaya dan tampan dia bakalan sikat abis.
Jam 7 malam Riko sudah duduk di kafe depan apartemen Mely,perasaannya campur aduk.kalo saja adiknya gak ada di tangan Mely dia ingin sekali mencekik leher Mely hingga mati.
tingting,,,,
Ponsel Riko berdering tertera nama 'Ade manis' calling....
"Hallo"
"......"
__ADS_1
"Oh ya syukurlah,mama mana?"
"......"
"Kakak mau bicara sama mama"
"......."
"Hallo ma,,,ade udah pulang"
"......"
"Riko bentar lagi pulang,ada urusan dulu sebentar"
"......."
"Iya,dah ma"
Riko menyimpan kembali ponselnya di atas meja dan kembali ke pekerjaan membosankan yaitu menunggu nenek lampir yang belum datang.. .
"Hai,sorry lama....biasa cewek" Mely mengedipkan sebelah matanya genit.sementara Riko memutar bola matanya malas.
"Mana ade gue?" Tanya Riko.
"Woy,,,woy,,,,santai dulu dong,to the point banget sih lo.kita kan belum bahas kerja sama kita".jawab Mely
"Kerja sama apa lagi sih?lo inget gak kita dulu gagal.?udah deh lo nyerah aja cari cowok lain.biarin sahabat lo bahagia" ucap Riko kesal.
"Dulu kita memang gagal,tapi tidak akan ada kata gagal untuk sekarang.Gue gak bakalan nyerah,gak ada cowok yang menarik hati gue seperti Jonathan. dan gue gak peduli sama perasaan mantan sahabat bodoh gue itu"
Riko mengepalkan tangannya di bawah meja,ingin rasanya dia nonjok wajah penuh dempul di depan matanya itu.
"Apa karena Jonathan milik Julia?jadi lo tertarik.....sebenarnya apa salah Julia sama lo?dulu dia selalu baik sama lo".
"Lo mau tau salah Julia?.....dia itu selalu beruntung dari gue.mulai dari keluarga yang sempurna,kecantikan yang dia punya,hidupnya juga selalu di kelilingi orang-orang yang menyayanginya.sampai-sampai orang yang gue sayang malah lebih menyayangi Julia" jelas mely
"Itu bukan kesalahannya,lo nya aja yang gak mampu bersaing sehat dengannya,lo payah dan lo sungguh menyedihkan" ucap riko.
"Lo kenapa malah ngatain gue?bukannya mau kerja sama,lo malah bikin gue kesel"
"Heh,,,,siapa yang mau kerja sama sama lo?sorry yah,gue gak ada waktu" Riko tersenyum mengejek.
"Lo jangan lupa,ade lo masih sama gue" ancam Mely
"Ancaman kayak gitu gak bakalan bisa bikin gue takut.lo tau,ade gue baru aja nelpon gue kalo dia udah nyampe ke rumah dan gue udah mastiin sama nyokap gue.jadi sorry yah,gue pamit" Riko berdiri dari duduknya berniat untuk pergi.tapi langkahnya terhenti saat Mely meneruskan bicaranya.
"Bukannya lo masih cinta sama Julia?apa lo rela dia bahagia sama orang lain?" suara Mely sedikit berteriak dan membuat pengunjung kafe menatapnya.
"Gue emang masih cinta,tapi gue ikhlas dia bahagia meski bukan sama gue" Riko berlalu meninggalkan kafe dan Mely yang sedang kesal.
"Brengsek.....gak ada cara lain gue harus bertindak sendiri.....Julia,tunggu pembalasan gue".....gumam Mely
__ADS_1