My Cute Brondong

My Cute Brondong
Insiden


__ADS_3

"Jo,jalan-jalan yu?" ajak Julia


Jonathan yang tengah santai dengan ponselnya pun melirik Julia yang duduk di sampingnya.


"Males ah,mening kelonan" sahut Jo


"Ih kamu mah,ya udah aku pergi sendiri aja" ucap Julia sambil beranjak keluar dengan perasaan kesal.


"Ngapain jauh-jauh ke sini kalo mau kelonan aja.mening di Jakarta aja" kesal Julia.


Saat matanya menyusuri sisi pantai ada pemandangan yang sangat menarik hatinya yaitu kedai penjual ramen.


"Ah kebetulan ada ramen" batinnya dan dia pun berlari kecil menghampiri kedai ramen itu.


"Pak satu,pedas" pesan Julia. dia mencari tempat duduk di pinggir kaca besar sambil lihat pantai.


Jo masih asyik dengan ponselnya dia pun melirik jam tangannya sudah 1 jam sejak Julia keluar dia masih anteng aja.


Dia pun berniat mencari Julia,Jo mengambil topi dan baju pantai.


Jo mencari-cari Julia di sekitar pantai namun dia tidak menemukannya.


"kemana dia pergi?" batin Jo.


Dia pun mengambil ponselnya dan mendial nomor Julia namun tidak di angkat.


Julia tengah asyik memakan ramen nya,ini mangkuk yang ke 3. di karenakan dia tengah kesal hingga dia tidak sadar kalo dia sudah memakan 3 mangkuk ramen.


Julia melihat ponselnya yang dari terus berdering saat melihat nama si penelpon Julia langsung mematikannya.


Jo kelimpungan saat telponnya tidak di angkat. dia menyesali membiarkan Julia keluar sendiri.


Jo terus berjalan menyusuri pantai hingga dia tidak menyadari kalo hari sudah mulai gelap.


Dia masih belum menemukan Julia.Dia memutuskan untuk pulang ke villanya.Saat Jo kembali ke villa nya dia melihat seseorang yang sangat dia kenali sedang duduk di kursi depan villanya.

__ADS_1


"Juliaa sayaang...." Jo memeluk Julia dari belakang.


Julia yang masih kesal pun dia memberontak melepaskan pelukan Jo.


"Mana kunci villanya?" tanya Julia,saat dia sudah kenyang dengan 3 mangkuk ramen dia pun merasakan sakit perut karena makan pedas kebanyakan.dia bergegas pulang berharap cepat menemukan toilet tapi apa daya saat sampai Villa Jo tidak ada dan mendapati pintu Villa yang terkunci.


Kekesalan nya semakin bertambah.Jo melepaskan pelukannya dan memberikan kunci pada Julia.


"Ini yang"


Julia langsung merebutnya dan cepat membuka kunci.dia berlari ke kamarnya lalu menguncinya.


Jonathan mengejar Julia,dia mengetuk pintu kamarnya dan berteriak memanggip Julia.


Di dalam kamar Julia tengah bolak balik ke kamar mandi. dia terus merasakan mules di perutnya.


"Ini semua gara-gara punya suami yang gak pengertian" kesal Julia,dia sudah mulai lemas dan tidak sanggup untuk berjalan lagi ke kamar mandi.


Julia menjatuhkan tubuhnya di karpet bulu samping ranjangnya.


Sampai malam tiba Jo merasa khawatir karena Julia tak kunjung keluar kamar.dia mencari kunci cadangan dan membuka pintu kamarnya. Jo melihat Julia yang tergeletak lemas di karpet segera menghampirinya dan mencoba membangunkannya.


"Yang,,,,bangun yang....." ucap Jo panik.


Dia terus memegang tangan Julia sambil sebelah tangannya lagi dia gunakan untuk mengemudi.


"Umh,,," Julia menggeliat.


"Sa-sakit,,,pe-perutku sa-sakit...toloong..." ucap Julia terbata-bata sambil memegang perutnya.


"Sabar sayang,kita akan segera sampai ke rumah sakit...Lo tahan yah" Jonathan terus panik,setelah sampai di halaman rumah sakit Jonathan membopong tubuh Julia.


"Susterrr,,,,cepat tolong istri saya" teriak Jo.


Julia di bawa ke UGD dia di periksa secara intensif karena tubuhnya sangat lemah. Jonatha terus mondar mandir di depan pintu UGD,dia tidak menghiraukan tatapan orang-orang yang berlalu lalang di lorong rumah sakit. Tapi lama-lama dia pun merasa risih dengan tatapan mereka hingga membuatnya berpikir "apa ada yang aneh dengan penampilanku?" batin Jo.

__ADS_1


Setelah dia melihat penampilannya dia pun menepuk jidatnya sendiri pasalnya dia menggunakan sendal rumah bergambar hello kitty,dengan celana hitam pendek dan kaos hitam tanpa lengan.


"Pantas saja mereka ngeliatin gue kayak gitu,hilang sudah wibawa gue dan ketampanan gue jadi berkurang" batinnya.


Setelah menunggu lama dapam perasaan cemas bercampur malu,cemas karena dia belum tau keadaan Julia dan malu karena penampilannya yang amburadul. Pintu ruang UGD pun terbuka dan dokter jaga yang memeriksa Julia pun menghampirinya.


"Anda keluarga pasien?" tanya Dokter bertag Marco itu,dia pun menatap Jo dari ujung rambut hingga ujung kaki sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Iya dok,bagaimana keadaannya?" tanya Jo cemas.


"Bisa ikut saya ke ruangan saya?tidak enak bicara di sini" ucap Dokter Marco.


Jo pun mengikuti langkah dokter Marco keruangannya dan duduk berhadapan dengan sang dokter.


"Jadi gimana dok?" tanya Jo


"Begini,pasien menderita penyakit lambung.dia tidak bisa memakan makanan pedas dalam jumlah banyak. maaf kalo saya boleh tau sebelum pasien pingsan dia makan apa?" tanya dokter Marco


"Saya gak tau dok" jawab Jo. dia pun berpikir Julia makan apa hingga membuat dirinya pingsan begini.


"Pasien tidak punya alergi makanan tertentu,hanya saja asam lambungnya sedang naik dan mungkin kebetulan memakan makanan pedas. pasien akan di pindahkam ke kamar rawat,anda tidak perlu khawatir secara menyeluruh pasien baik-baik saja" jelas dokter Marco.


"Oh ya,sebaiknya anda gunakan ini. nanti masuk angin" tambah dokter Marco sambil memberikan jaket pada Jonathan.


Jo pun menerimanya,tak lupa dia pun mengucapkan terima kasih.


Dia berjalan ke kamar rawat di mana Julia sedang di rawat. Jo membuka pintunya perlahan dan melihat Julia sedang menatap langit-langit rumah sakit.


"Lo tadi makan apa?" tanya Jo mendudukan bokongnya di kursi samping bangkar Julia.


"Ramen" jawab Julia singkat.


"Lo makan pedes berapa banyak sampe masuk rumah sakit hah?" tanya Jo mulai ngegas.


"Gak banyak,cuma 3 mangkok" jawab Julia ketus,dia tidak berani menatap wajah Jo.mungkin karena Julia masih kesal dengan Jo.

__ADS_1


"3 mangkok Lo bilang gak banyak?kenapa gak sekalian sama pedagangnya Lo makan Julia?" bentak Jo kesal.


"Apa peduli kamu?gak usah so peduli.mening kamu pulang aja" ucap Julia tak kalah membantak Jo.dia tidak tau dapat keberanian dari mana hingga dia berani membentak suaminya,yang pasti saat ini Julia ingin meluapkan kelesalannya. entah itu dengan membentak suaminya atau apapun,yang penting hatinya plong.....


__ADS_2