My Cute Brondong

My Cute Brondong
Episode 3 Taktik memikat Julia 1


__ADS_3

Kriiiiiiinnnngggggg


Bel pulang sekolah berbunyi,semua siswa berhambur keluar kelas. Julia tengah sibuk menata ruangan barunya,dia tidak berniat untuk pulang cepat. Jo sedang menunggu seseorang di parkiran bersama 2 sahabatnya. "Jo,berapa lama lagi nih kita nunggunya?" tanya Irgi. "Akaran gue" tambah Devan.


Mendengar ocehan sahabatnya membuat Jo melirik jam tangan mahalnya,dia sudah nunggu setengah jam lebih tapi yang di tunggu belum juga keluar.


"Hai Jo,kamu nungguin aku yah?akhirnya kamu nerima aku juga" seorang siswi genit menghampiri Jo dan bergelayut manja di lengan Jo.


Devan dan Irgi sontak mengeluarkan ekspresi jijik dan langsung tertawa lebar "Jo inget,yang Lo tungguin tuh Bidadari sexi tak bersayap. bukan nenek lampir bermake up tebal" seru Devan. "Eh,Intan Jo gak lagi nungguin Lo dia lagi nungguin gebetannya.Lo jangan kepedean deh,pulang gih dari pada malu lo" saran Irgi


Ucapan Irgi membuat Intan geram. "apa tadi gebetan?Jo,kamu punya gebetan lagi?terus aku gimana?" tanya Intan manja. "iiuuuhhhh,jijay gue tan" cibir Devan .Jo yang dari tadi diem aja langsung nyaut "Iya,gue lagi nungguin masa depan gue,Lo tuh bukan siapa-siapa gue jadi Lo gak berhak tau urusan hidup gue" tegas Jo pada Intan. Intan yang mendengar apa yang Jo katakan membuat dia malu dan kesal. Pasalnya Intan cewek populer,cantik berkat dukungan make up bukan berkat dari tuhan. Dia sudah lama naksir Jo,dia selalu nemplok sama si Jo tapi Jo tidak pernah menganggapnya. Sungguh sebuah ironi hehehehe.


Intan pergi meninggalkan ke tiga cowok most wanted di sekolahnya,tapi dia tidak langsung pulang melainkan sembunyi di balik dinding parkiran. Dia ingin tau siapa gebetan Jo, dia tidak rela Jo pacaran dengan cewek lain. baginya Jo hanya pantas untuknya.


Julia melihat jam tangannya "Ah sepertinya aku harus pulang" gumam Julia. Dia langsung mengambil tasnya lalu mengunci ruangannya. Julia berjalan ke arah parkiran,sekolah nampak sudah sepi karena para siswa sudah pulang dari satu jam yang lalu. Julia tidak memperhatikan sekitar,dia terus berjalan sampai ada mobil sport menghadang langkahnya "Tiiiiinnn" ( anggaplah suara klakson mobil).


"Brengsek,gak punya mata kali ni orang" batin Julia yang masih mengatur nafasnya yang sempat tersenggal karena kaget.


Pintu mobil terbuka dan keluarlah pangeran Jo menghampiri wanita pujaannya. Tak bisa di elak lagi penampilan Jo saat ini membuat Julia terpesona,masih mengenakan seragam sekolah tapi di balut dengan jaket kulit dan kacamata hitam mengkilap bertengger di hidung mancungnya.


Mata Julia seolah tidak mau berkedip "Ganteng banget mahluk hidup yang satu ni,coba aja kalo kelakuannya gak ngeselin" batin Julia.


"Bu,pulang bareng yuk?" ajak Jo menepuk pundak Julia,Astaghfirulloh gusti ini mahluk selain nyebelin kelakuannya bikin kaget aja" gerutu Julia yang lagi kesel."Maaf,tidak bisa. Tempat tinggal saya deket kok" tolak Julia lalu pergi meninggalkan Jo.

__ADS_1


"Ayolah bu,sebagai permintaan maaf Jo ke ibu atas kelakuan Jo di kantin tadi" Jo berusaha membujuk Julia,bahkan dia mengeluarkan jurus puppy eye nya.


"Ya tuhan,aku tidak tahan dengan godaannya.kenapa dia imut banget jadi gak tega nolaknya" gumam Julia dalam hati. Jo pun memegang tangan Julia dan terus memohon sampai akhirnya Julia menyetujuinya.


"Ok,kamu boleh anterin saya pulang tapi dengan satu syarat". tawar Julia. "Asyiik,apa bu syaratnya?" tanya Jo. "Syaratnya harus jalan kaki,biar sehat" jawab Julia. "Apa?terus mobil saya gimana bu?" tanya Jo lagi. "Bhuuahahahahahahahaha Jo,Jo" Devan dan Irgi menertawakan Jo dari dalam mobil,mereka tidak menyangka kalo nasib Jo mengejar cinta Julia harus setragis ini.


"Mobilmu,suruh aja teman-temanmu yang bawa. gimana jadi gak nganter pulang saya?" tanya bu Julia sambil menaik turunkan alisnya.


"Ok bu ayo pulang" ajak Jo lalu meraih jari-jari tangan Julia. "Eits,gak usah pegangan tangan segala Jo" Julia menarik tangannya dari genggaman Jo tapi Jo dengan sigap menahannya.


Di dalam mobil Devan dan Irgi menyaksikan Jo yang tarik menarik tangan dengan Julia pun tak kuat menahan tawanya. " Gila si Jo,gak sabaran banget hahhahahah" seru Irgi. "Eh,gi gi lo lihat tuh di balik dinding ada si Intan. rupanya dia gak pulang dia malah ngintipin si Jo. mesti di tindak ni cewek" ujar Devan yang merasa gemas. "Bener-bener ni cewek gak punya malu" tambah Irgi.


Intan melihat Jo jalan bergandengan tangan dengan guru barunya itu merasa geram,dia tidak menyangka akan kalah saing dengan orang baru. Intan akan memberi Julia pelajaran karena merebut Jo darinya.


"Bu,rumah ibu dimana?masih jauh gak?" tanya Jo.


"Kenapa?udah cape yah? masa cowok lembek sih?" tanya Julia balik.


"Bukan gitu bu,saya mah berharap masih jauh biar bisa pegangan terus sama ibu. kalo perlu ke ujung dunia pun saya mau kok asal jalannya sama ibu" gombal Jo.


"Ah meleleh hati ini dek kamu gombalin" batin Julia


__________

__ADS_1


Julia memasuki gedung apartemennya. Jo heran kenapa Julia membawanya ke apartemen.


"Kenapa gue di bawa ke apartemen?jangan-jangan Julia mau ena-ena sama gue?ah tapi apa gak terlalu cepat?" pikir Jo.


"Jo,sampai kapan kamu akan diam di situ?mau mampir dulu gak?" ucap Julia membuyarkan lamunan mesum Jo. Pasalnya dari tadi Jo malah bengong di depan pintu apartemennya.


"Ah iya Bu maaf,tadi saya heran kenapa ibu bawa saya ke apartemen" jawab Jo.


"Ini rumah dinas saya Jo. kamu mau minum apa?" tanya Julia.


"Apa aja Bu," Julia menyodorkan minuman bersoda ke arah Jo.


"Oh ya Bu,papa saya ada hubungin ibu gak?" tanya Jo


"Ada,semalam beliau minta saya ajarin kamu les. kenapa?"


"Kira-kira kapan ibu mulai bisa ngajar saya?" tanya Jo lagi sambil menyeruput minumannya.


" Terserah kamu aja Jo" jawab Julia santai.


Julia pergi ke kamar dan meninggalkan Jo di ruang tamunya. Dia pun membersihkan diri dan berganti pakaian dengan baju rumahan.


Jo melihat Julia keluar dari kamarnya sontak langsung membulatkan matanya, Jo tercengang melihat body Julia yang aduhai dengan balutan kaos putih tipis ketat dan celana hotpants nya. Jo menelan ludahnya dengan susah payah dia menahan sesuatu di balik celana dalamnya yang sudah menegang.

__ADS_1


"Oh Tuhan,apa angan-anganku tadi akan menjadi kenyataan? apa Julia akan mengajakku ena-ena? Gue gak sanggup menahannya lagi" batin Jo


__ADS_2