My Korean Oppa

My Korean Oppa
debat


__ADS_3

" AAAAaaaaaaahhhhhhhh ....... " teriak yeri spontan


mendengar teriakan seperti itu hanbin langsung membuka mata nya dengan berat, pandangan pertama yang hanbin lihat langsung pada sosok perempuan yang sekarang tengah menatap nya dengan tajam


" siapa kamu?? " tanya hanbin dengan santai nya


" bapak ngapain tidur di kamar saya?? " tanya yeri dengan emosi, dia langsung beranjak dari tempat tidur nya dan langsung memeriksa keseluruh badan nya, seakan akan takut ada hal yang hilang dari diri nya.


mendapat pertanyaan seperti itu hanbin hanya terdiam. dia memperhatikan keseluruh isi kamar ini, dan begitu menyadari kalau dia sedang tidak berada di kamar nya hanbin langsung memegang kepala nya dengan kesal


" kenapa aku bisa ada disini?? " kata hanbin, dia langsung beranjak bangun dari tempat tidur itu dan menuju ke ruang tengah, dia mengabaikan keberadaan yeri


" bapak tidak ingat sama sekali semalam " ucap yeri mengikuti hanbin dari belakang


" ingat apa?? " tanya hanbin menoleh ke arah yeri " apa kita sudah berbuat sesuatu semalam, iya?? " kata hanbin lagi dengan melihat yeri dengan serius


" maksud nya berbuat sesuatu apa yah?? " tanya yeri dengan pelan, memastikan maksud dari ucapan bos nya itu


" kita kan hanya berdua disini, kamu yakin kita tidak melakukan sesuatu hal di atas kasur itu " kata hanbin dengan menunjuk pada tempat tidur


mendengar ucapan tidak masuk akal bos nya itu membuat yeri langsung tersenyum tidak percaya " Ciiihhh... " yeri benar benar tidak habis pikir dengan apa yang hanbin katakan barusan, bisa bisa nya dia menuduh nya yang tidak tidak


" bapak pikir saya perempuan seperti apa " tanya yeri dengan sedikit sinis " saya masih baik yah mau nolongin bapak yang tergeletak di tengah jalan, masih untung tidak saya biarin bapak di bawa dinas sosial semalam, seharus nya bapak berterima kasih karna saya sudah menampung bapak disini " oceh yeri dengan berkacak pinggang menatap orang di depan nya ini dengan jengkel

__ADS_1


" kenapa kamu tidak telfon jiwan untuk jemput saya, kenapa juga kamu harus repot repot membawa saya ke rumah kamu ini " kata hanbin dengan santai nya


" bisa bisa nya dia bilang seperti itu " gerutu yeri " bapak pikir saya punya kontak pak lee, saya juga sudah coba telfon karyawan yang lain untuk menanyakan rumah bapak, tapi tidak ada satu pun yang merespon, lalu saya harus bagaimana? " ucap yeri tidak mau kalah


" lagian mana ada orang yang sedang mengkonsumsi obat tidur malah jalan jalan " ceplos yeri


hanbin langsung diam begitu yeri mengetahui dia mengkonsumsi obat tidur, memang salah dia sendiri karena tidak teliti meminum obat di laci nya.


" terus dahi saya ini kenapa? " tanya hanbin langsung memegang dahi nya yang di tempeli hansaplast


" luka " jawab yeri singkat


" saya juga tau ini luka, kenapa bisa ada luka di dahi saya " ucap hanbin melirik yeri dengan pandangan curiga


" ya sudah sudah, buatin saya kopi, saya mau mandi dulu " ucap hanbin dengan seenak nya " handuk bersih nya dimana " kata hanbin lagi menoleh ke arah yeri


" bapak mau mandi disini. kenapa bapak tidak pulang aja " ucap yeri semakin jengkel dengan sikap seenak nya hanbin


" kamu ngusir saya " ucap hanbin dengan serius


" iya iya saya ambil handuk nya " Jawab yeri dengan cemberut, mau tidak mau dia harus lebih sabar lagi untuk pagi ini


sembari menunggu bos nya mandi yeri membuatkan sarapan dan juga kopi untuk hanbin, tapi bukan sarapan mewah yang yeri bisa sediakan untuk pagi ini, melainkan sarapan ala kadar nya, yaitu nasi goreng dengan nasi sisa semalam dan juga telur dadar

__ADS_1


tidak butuh lama untuk membuat sarapan itu, sebelum hanbin selesai dengan mandi nya, yeri sudah lebih dulu meletakkan dua piring sarapan di meja makan lengkap dengan kopi permintaan bos nya itu


" saya ada buat sarapan, kalau bapak selera makan ajah kalau enggak yah gak usah di sentuh " ucap yeri dengan singkat sebelum masuk ke dalam kamar mandi


" sarapan " ucap hanbin dengan melirik ke meja makan, ada nasi goreng dengan telur di atas nya, sarapan yang sama sekali tidak menarik bahkan dari warna dan penampilan nya bagi hanbin


tapi tetap saja hanbin memilih duduk di hadapan sarapan yang tidak menarik itu, dan hanbin langsung meraih posel yeri yang di letakkan di samping air minum, dengan cepat hanbin langsung menggunakan ponsel yeri untuk menghubungi jiwan, menyuruh jiwan mengambil baju kerja nya dan segera membawa ke apartmen yeri sekarang


tidak berselang lama yeri keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh nya, yeri berjalan begitu saja melewati keberadaan hanbin yang sedang duduk diam memperhatikan makanan yang yeri siapkan


" makanan apa ini terlalu hitam dan juga berminyak " koment hanbin menyingkirkan piring itu dari hadapan nya, dan hanbin langsung memperhatikan seisi dari dalam rumah ini yang sangat kosong dan juga sempit, padahal tidak ada barang barang di rumah ini selain 1 sofa, meja televisi, meja makan dan 1 lemari yang sudah jelek " seluruh ruangan ini saja sudah sama besar nya dengan kamar di rumahku "


" bapak tidak mau pulang ganti baju " tanya yeri begitu keluar dari kamar nya


" saya bisa ganti baju di kantor " jawab hanbin singkat


" lain kali jangan minum obat tidur terlalu banyak kalau bapak masih berpergian keluar rumah, bahaya " ucap yeri duduk di depan hanbin, dia menyantap makanan yang dia masak tadi


" memang nya kamu tidak punya makanan lain untuk sarapan selain itu " tanya hanbin dengan melirik nasi goreng yang sedang yeri makan


" kenapa dengan nasi goreng buatan saya " jawab yeri " ini enak kok, tidak ada yang salah juga dengan rasa nya "


" ya sudah sudah, kamu habiskan sarapan enakmu itu " ucap hanbin tidak mau berkelanjutan berdebat dengan anak ini.

__ADS_1


__ADS_2