My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 26


__ADS_3

saat makan siang, semua nya sedang berkumpul di pantry untuk menikmati menu makan siang yang sudah jang bawakan. semua tim 4 berkumpul kecuali resti yang tiba-tiba saja disuruh datang ke bagian HRD. semua orang tidak terlalu mempertanyakan kenapa resti harus kesana, karena mereka semua lebih penasaran bergosip mengenai presdir mereka yang tiba-tiba memarahi mama nya tanpa sebab


"pak lee sama sekali tidak bicara apa-apa buk?" tanya rena penasaran "kenapa pak kim bisa semarah itu pada ibu jang"


"kalian kan tahu sendiri bagaimana sifat pak hanbin. sama seperti biasa nya lah, mungkin pak hanbin berpikir kalau mama nya sedang mengganggu kita semua bekerja" jawab dina dengan santai "ini bukan pertama kali nya kan kalian melihat insiden seperti itu"


"iya juga sih. tapi kenapa pak hanbin harus semarah itu pada ibu jang, gue sampai bengong waktu pak hanbin tiba-tiba teriak begitu" kata dio sembari menyantap makanannya


disaat semua orang sedang menggosipkan bagaimana sifat hanbin yang sangat kasar bahkan dengan mama nya sendiri. yeri hanya duduk dengan diam. dia sama sekali tidak mendengarkan percakapan disekitarnya, karena saat ini dia tengah memikirkan bagaimana perasaan ibu jang saat ini. ini bukan yang pertama kalinya yeri menyaksikan hanbin bersikap tidak sopan pada orang tuanya. beberapa hari yang lalu juga hanbin juga bersikap seperti tadi. membentak dengan suara tinggi.


apa aku harus menelfonnya yah? pikir yeri. dia ingin memastikan kalau ibu jang saat ini baik-baik saja. tapi ada keraguan saat yeri mulai membulatkan tekadnya, dia bingung harus mulai bersikap seperti apa nantinya. karena dia sendiri sedikit sulit untuk mengakrabkan diri sebagai menantu.


"mikirin apa sih yeri?" tanya rena yang ternyata sedang memperhatikan yeri yang sibuk sendiri dengan lamunannya


"yeri kamu masih syok dengan kejadian tadi?" kata nando, membuat yang lain langsung serempak menoleh kearah yeri


"enggak. enggak kok, aku gak apa-apa" kata yeri dengan menganggukkan kepalanya pada mereka semua dengan yakin "aku mau ke toilet sebentar" ucap yeri dan langsung pergi dengan pelan-pelan dari pantry.


keluar dari pantry yeri langsung menuju ke tangga darurat. dia harus berbohong pada semuanya karena dia ingin menelfon ibu jang, agar dia tidak terus-menerus memikirkan kejadian tadi.


dengan memberanikan diri, yeri menelfon ibu jang dengan yakin. "ye. nuguseyo?" sapa jang begitu panggilan yeri tersambung

__ADS_1


"eemm. eomma ini hyeri" ucap yeri dengan takut-takut menyebut namanya sendiri


"Ooo. hyeri" balas jang yang langsung berubah nada suaranya "eomma senang kamu telfon, ada apa sayang?" ucap jang dengan semangat


"emm eomma sudah sampai di rumah" tanya yeri


"iya. eomma sudah sampai rumah dari tadi" jawab jang senang "kamu sudah makan siang, inikan waktunya jam makan siang?" tanya jang dengan perhatian


"sudah. yeri sudah makan yang eomma bawakan tadi, makasih makanan nya" ucap yeri


"tidak perlu terima kasih, eomma senang bisa bawakan makan siang untuk kamu" kata jang membalas


"eemm. eomma. eomma tidak apa-apakan? eomma jangan ambil hati yah dengan sikap oppa tadi." ucap yeri dengan sangat hati-hati


"iya." jawab yeri dengan polosnya. mendengar jawaban jujur yeri, jang spontan langsung tertawa bahagia "kalau eomma mau ketemu yeri, eomma tinggal bilang, kita bisa ketemuan nanti tapi eomma jangan datang ke kantor lagi, yeri takut oppa akan salah faham lagi ke eomma" kata yeri


"Oo joha. eomma tidak akan datang lagi, tapi kamu harus sering-sering telfon dan main kerumah yah" ucap jang langsung menuruti ucapan menantunya itu


"iya. yeri akan sering-sering datang ke rumah. eomma juga harus selalu jaga kesehatan" yeri mengakhiri panggilannya dengan senyuman puas. paling tidak dia sudah melalukan hal yang lumayan bagus untuk awal pendekatan.


*****

__ADS_1


sore hari nya di rumah. yeri langsung mengerjakan pekerjaan yang belum sempat dia kerjakan tadi pagi. yeri membersihkan seluruh barang yang ada di rumah ini satu persatu. dia tidak mau nantinya ada sedikit saja barang yang kotor dan itu akan memicu ocehan dari hanbin


saat dia hendak memeriksa meja laci di bawah televisi, yeri menemukan bingkai dengan sebuah lukisan seorang perempuan di dalamnya. yeri terus saja memandangi lukisan itu dalam diam "cantik. lukisannya aja sudah cantik, bagaimana orangnya" ucap yeri langsung memasukkan kembali bingkai itu ke tempat asalnya


bip bip bippp


suara kunci pintu terbuka. hanbin yang baru saja pulang langsung mendapati yeri yang tengah duduk di lantai dengan memegang kemoceng dan juga kanebo. hanbin hanya sekilas menoleh pada hyeri dan langsung berjalan lurus kearah kamarnya dengan diam


"situasi apa ini. kenapa jadi sangat canggung begini" ucap yeri begitu hanbin sudah masuk ke dalam kamar "lebih baik aku masuk kamar" kata yeri langsung berajak dari duduknya dan juga masuk ke dalam kamarnya dengan pelan


di dalam kamar yeri langsung menuju kearea balkon. dia duduk di kursi yang memang sudah ada disitu, dan memandangi keseluruh kota yang sangat terlihat cantik di matanya. memang kalau apartemen mewah pemandangan nya pun tidak perlu di ragukan lagi.


tok tok tok


dengan sigap yeri langsung berlari kecil untuk membuka pintu kamar nya. begitu pintu di buka sudah ada hanbin yang berdiri tegak di depan pintu dan telah berganti pakaian "kamu masak apa untuk makan malam?" tanya hanbin. dan yeri langsung mengerutkan kening nya bingung


"aku tidak masak apa-apa" jawab yeri pelan "tadi sore kan pak hanbin sendiri yang bilang kalau akan makan malam di luar" ucap yeri melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 20:48 malam


"kamu masak sekarang, aku lapar" kata hanbin dan langsung pergi


"ya ok" jawab dista menghela nafas berat

__ADS_1


untungnya tadi pas di jalan pulang yeri sempat melihat menu-menu masakan korea yang gampang. karena pada dasarnya memang masakan korea tidak menggunakan rempah-rempah, jadi yeri langsung mengerti bagaimana cara masak makanan korea yang simple dan enak. apalagi di rumah ini bahan untuk memasak lumayan komplit jadi itu juga membantu yeri.


sembari menunggu nasi matang, yeri langsung mengeluarkan kimchi dari dalam kulkas, daging iris beserta satu kotak tahu kecil dan beberapa butir telur serta ikan yang sudah tinggal goreng. jadi malam ini hyeri akan membuatkan hanbin sup kimchi jjigae dengan potongan tahu dan irisan daging. dan untuk lauk nya yeri memilih yang gampang yaitu telur dadar dan ikan goreng, serta beberapa kimchi yang tidak boleh ketinggalan.


__ADS_2