My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 19


__ADS_3

karena terlalu bahagia dia akan mendapatkan apa yang dia mau, yeri langsung menandatangani surat surat di hadapan nya tanpa sedikitpun membaca isi yang ada di dalam perjanjian itu dengan percaya diri


"dimana lagi yang harus aku tanda tangani pak?" ucap yeri dengan senyuman lebar


"kamu tidak perlu membaca dulu isi nya?" tanya hanbin mengerutkan kening melihat yeri yang begitu bersemangat


"tidak perlu. isi nya bisa aku baca nanti saja" jawab yeri begitu santai "jadi aku harus bagaimana lagi sekarang?" tanya yeri penasaran apa yang harus dia lakukan mulai sekarang


"kamu kan sudah tanda tangan surat pernikahan. dan aku yang akan mendaftarkan pernikahan kalian, secara otomatis karena kamu sudah tanda tangan berarti kamu sudah menjadi istri dari hanbin dari sekarang" jelas jiwan dengan memberikan surat itu pada hanbin agar hanbin juga tanda tangan seperti yang yeri lakukan


"aku tidak perlu ke kantor catatan sipil untuk mendaftar pernikahan atau melakukan sumpah pernikahan?" tanya yeri bingung


"itu semua biar aku yang urus. dalam beberapa hari pernikahan kalian juga sudah terdaftar" ujar jiwan


"Oh iya" yeri spontan terkejut karena dia tidak perlu repot repot harus mondar mandir dengan mengurus pernikahan


"kamu harus dengan cepat menghafal isi kontrak itu, agar tidak ada kesalahan kedepan nya" ucap hanbin menyela perkataan jiwan


"saya tidak perlu tidur satu kamar dengan bapak kan?" tanya yeri yang tiba tiba mengingat hal yang sangat penting

__ADS_1


"untuk sementara tidak perlu, tapi kalau mamaku sedang berkunjung yah kamu harus sekamar denganku lah" jawab hanbin dengan santai nya


mendengar itu yeri langsung membelalakkan mata nya kaget. mereka harus tidur satu kamar. yang benar saja, walau pun ini hanya pernikahan kontrak, tapi kalau harus satu kamar dan satu ranjang tetap saja dia keberatan.


"itu ada di dalam kontrak. jadi kamu harus menuruti itu" kata hanbin dengan cepat memberitahu sebelum yeri membuat alasan untuk menolak


"hal semacam itu tertulis di kontrak? yang benar saja" protes yeri dengan cepat meraih surat perjanjian itu dan langsung meneliti setiap tulisan yang berbaris dengan rapi di kertas ini "apa apaan ini. yang benar saja ini pak?" protes yeri begitu membaca separuh isi kontrak dari hanbin "ini saya di kontrak jadi istri atau jadi pembantu disini" tanya yeri menatap hanbin


"itu terserah kamu mau beranggapan dari sisi mana nya. yang jelas kamu sudah tanda tangan, berarti kamu harus menjalankan apa yang sudah tertulis di kertas itu" jelas hanbin dengan senyuman puas di wajah nya sekarang "lagian siapa yang suruh kamu langsung tanda tangan tanpa membaca dulu isi nya, bisa saja di kontrak itu aku memasukkan kalau kamu tidak akan mendapatkan apa-apa nanti nya, kalau kamu segampang ini percaya pada orang"


"bapak seriusan?" yeri semakin panik karena mengaggap ucapan hanbin barusan dengan serius. dengan buru-buru dia mengecek lagi kontrak yang satu nya lagi karena seingat nya tadi dia sudah menandatangani surat yang berisikan masalah apartemen nya, tapi yeri hanya membaca sekilas dan tidak mengamati secara rinci


"kamu tenang saja. kamu akan tetap dapat apa yang kamu inginkan. hanbin hanya ingin kamu lebih berhati hati kedepan nya" kata jiwan pelan


"maksud kamu" kata jiwan


"yah karena pak hanbin begitu gampang nya langsung mau memberikan apartemen nya padaku saat itu juga, jadi aku berpikiran kalau tempat itu pasti bermasalah"


"apartemen itu aku dapatkan di pelelangan dengan harga yang murah, aku beli dengan niatan bisa aku jual lagi dengan harga yang lebih tinggi. tapi belum sempat aku renovasi. tapi kalau kamu tidak mau disana yah terserah, aku bisa menyuruh jiwan mencarikan apartemen kecil sebagai ganti nya" kata hanbin dengan santai nya memberikan yeri pilihan

__ADS_1


yeri tidak langsung menjawab, melainkan diam sembari sesekali melihat pada jiwan dengan harapan jiwan akan memberi nya masukan


"kalau saranku mending kamu ambil saja yang sekarang, karena tempat itu lumayan besar dan juga nyaman" ucap jiwan dengan yakin


"Ok. aku ambil" ucap yeri akhir nya dengan yakin " lalu kamar saya dimana disini pak? " tanya yeri sembari melirik ke sekeliking


"itu kamar kamu di samping pintu keluar, kalau kurang nyaman kamu bisa pakai kamar yang di belakang sebelah ruangan Gym" tutur hanbin menunjuk pada ruangan di belakang yeri


"yeri kamu bisa sendiri kan disini, karena aku dan hanbin harus ke rumah sakit sebentar" ucap jiwan sembari merapikan kembali kertas kertas yang berserakan di meja


"aku sendirian disini?" ulang yeri langsung mengerutkan kening nya merasa keberatan


"kamu beresin barang kamu saja dulu, nanti malam baru aku ajak kamu ke rumah ketemu orang tuaku" ucap hanbin yang sudah beranjak dari tempat duduk nya "kalau kamu lapar di dapur banyak makanan, kamu bisa masak sendiri. tapi ingat, jangan membuat rumahku menjadi kotor sedikitpun" jelas hanbin menunjukkan tatapan menyeramkan seperti biasa nya


"pak. apa aku boleh melihat ke seluruh ruangan disini?" tanya yeri dengan takut takut pada hanbin sebelum hanbin keluar dari rumah


"silahkan" kata hanbin dan langsung pergi meninggalkan yeri sendirian di dalam rumah


yeri mematung di tempat nya sekarang begitu hanbin dan jiwan sudah meninggalkan dia sendirian di dalam rumah seperti orang kebingungan sendiri, yeri hanya menatap sekeliling nya dengan diam, di pikiran nya saat ini, dia sangat kagum dengan rumah yang di miliki oleh bos nya itu, Bagus, mewah dan entah apa lagi yang bisa menggambarkan suasana apatemen ini sekarang.

__ADS_1


"sekarang kita lihat kamar nya dulu" ucap yeri dengan bahagia nya menuju ke kamar yang di tunjuk hanbin tadi, begitu membuka pintu tersebut senyum yeri seketika mengembang "ini akan menjadi kamarku selama setahun kedepan" kata yeri tapi tidak lama kemudian dia langsung keluar dari kamar itu dan menuju ke seluruh ruangan yang ada di dalam apatemen ini.


dengan santai nya yeri membuka satu persatu kamar. agar dia tahu apa saja yang ada di dalam rumah ini, dan bisa dilihat di tengah-tengah rumah, kita langsung di perlihatkan ruang tamu yang cukup luas untuk bersantai. dan ada dua pintu kamar di area depan yang satu nya sudah bisa di tebak itu kamar hanbin. melihat dari ukuran luar nya saja kamar itu pasti sangat besar. dan satu kamar lagi yang yeri gunakan tepat di samping pintu saat kita masuk.


__ADS_2