My Korean Oppa

My Korean Oppa
masalah baru


__ADS_3

" berapa kamu sewa apartemen ini? gaji magang kamu kan tidak terlalu besar " tanya hanbin penasaran


" paling tidak saya punya tempat tinggal dan sedikit sisa gaji yang hanya cukup untuk makan " jawab yeri dengan merapikan meja makan, tiba-tiba dia terpikirkan sesuatu " karena gaji saya kecil, maka nya saya berharap bapak bisa menjadikan saya sebagai pegawai tetap, kontrak pun juga tidak apa-apa asal masa kerja saya di perpanjang " kata yeri dengan penuh harap pada hanbin


" itu tergantung ketua tim kamu, karena dia yang paling tau kinerja kerja kamu selama ini " jawab hanbin dengan santai


" bapak kan presdir nya, semua orang juga akan nurutin apa yang bapak bilang, lagian selama ini saya kerja rajin, saya selalu ambil lemburan walau pun tidak di bayar " ucap yeri dengan percaya diri nya


" bukan nya beberapa hari yang lalu kamu baru saya marahi karena salah rekap data, itu saja kamu sudah lalai dalam kerja " kata hanbin


" pak. sumpah itu kesalahan bukan dari saya, saya hanya menerima berkas yang salah dari yang kak resti kasih " jawab yeri membela diri


" tetap saja kamu lalai, kenapa tidak kamu cek sebelum kamu kerjakan " kata hanbin


sadar kalau dia tidak akan menang melawan bos nya, akhir nya yeri hanya bisa menghela nafas kesal, dia meninggalkan hanbin di dapur dan masuk ke dalan kamar nya.


tidak lama kemudian yeri keluar dengan membawa tas kerja nya, tanpa menghiraukan hanbin, yeri terus berjalan ke arah pintu


" sudah mau berangkat " ucap hanbin begitu menyadari yeri sudah berdiri di luar dengan tetap membuka pintu " di kantor kamu jangan menyebarkan gosip tentang saya semalam " ucap hanbin memandang yeri


" bapak tenang aja. saya tidak tertarik untuk menggosipkan bapak " jawab yeri dengan santai nya dan setelah itu mereka pun langsung turun ke bawah tanpa saling berbicara lagi


begitu sampai di bawah hanbin langsung bisa melihat keberadaan jiwan. senyum nya langsung mengembang begitu jiwan juga melihat ke arah nya


" pak lee. kok pak lee bisa ada disini? " tanya yeri begitu melihat jiwan

__ADS_1


" iya, saya mau jemput pak presdir sekalian membawa baju kerja nya " jawab jiwan dengan expresi yang tidak setenang seperti biasa nya


" kok pak lee bisa tau pak presdir disini? " tanya yeri lagi dengan curiga


" tadi saya hubungi jiwan pakai ponsel kamu " ceplos hanbin akhir nya


" kok bapak enggak sopan main pakai ponsel orang tanpa izin, tadi pagi juga bapak main seenak nya tidur di kasur saya " ucap yeri dengan sedikit emosi


sedangkan jiwan yang mendengar langsung melotot kaget, tidak pernah ada kejadian seperti ini sebelum nya, tiba tiba hanbin menginap di luar tanpa membawa satu barang pun yang selalu dia bilang penting, dan yang lebih kaget nya lagi hanbin menginap di rumah perempuan dan tidur di kasur orang. itu bukan sifat hanbin


" APAAAA...... KALIAN TIDUR BERDUA? SATU KASUR?? " teriak ibu jang dengan kaget nya


" eomma " ucap hanbin tidak kalah kaget begitu melihat mama nya muncul dari samping


" Bi " ucap ibu jang menghampiri putra nya dengan expresi senang " uri adeul, eomma haengboghae akhir nya kamu punya juga pacar sayang " ucap ibu jang dengan mengelus elus wajah putra nya dengan sayang


" nama kamu siapa? semalam Bi tidur di rumah kamu " tanya ibu jang dengan lembut pada yeri


" saya yeri tante, pak hanbin semalam menginap di rumah saya " jawab yeri pelan


" eomma sekarang pulang, Bi harus berangkat ke kantor " ucap hanbin menarik tangan mama nya pergi menjauhi yeri


" kamu berangkat ajah ke kantor, eomma masih mau ngobrol dengan yeri " jawab ibu jang melepaskan genggaman putra nya dan kembali lagi mendekati yeri " yeri mau berangkat kerja, biar tante yang antar ke tempat kerja kamu " ucap ibu jang dengan semangat menawarkan tumpangan


" tidak usah, lagian yeri kerja di kantor Bi, eomma sekarang pulang " kata hanbin yang mulai jengkel dengan mama nya " eomma palli gaa " bentak hanbin menarik mama nya dengan tidak sabar dan memaksa mama nya masuk ke mobil

__ADS_1


" nanti siang eomma mampir ke kantor yah Bi " teriak ibu jang dari dalam mobil, sesekali menengok pada yeri dan melambaikan tangan nya dengan manis


begitu mobil ibu jang pergi, hanbin langsung bernafas dengan lega, dia punya firasat buruk dengan kejadian ini " kenapa mama bisa ada disini? " tanya hanbin menoleh ke arah jiwan, dia menuntut penjelasan dari jiwan " memang nya aku menyuruhmu membawa mama kesini " tanya hanbin lagi dengan kesal


" saya bisa apa. di rumahmu memang sudah ada ibu jang, dan dia tau kalau aku datang untuk mengambil barang barangmu. mana bisa aku melawan ibu jang yang terus memaksa ikut diam diam " jelas jiwan dengan pasrah


" makin runyam ini. kamu harus beresin masalah ini, aku tidak mau tau, jangan sampai mama membuat heboh seisi kantor nanti " ucap hanbin. dia langsung masuk ke dalam mobil dengan jengkel pada jiwan


" yeri ayo kamu masuk " ucap jiwan pada yeri ramah


" tidak usah pak. saya bisa ke kantor sendiri " jawab yeri sopan


" kita satu kantor, apa salah nya berangkat bareng " tambah jiwan dengan membuka kan pintu mobil depan


tidak ada pilihan lain selain masuk ke dalam mobil dengan diam. walau yeri sendiri bingung dengan situasi saat ini, tapi yeri tetap menunjukkan ketenangan nya, dia hanya perlu duduk dengan diam sampai tiba di kantor


" yeri. kamu sudah melihat mama direktur barusan kan, saya hanya minta tolong kalau misal nya nanti kamu melihat ibu jang di kantor, tolong sebisa mungkin kamu menghindar, maksud saya. jangan sampai kalian berhadapan dulu untuk sementara ini " ucap jiwan dengan pelan


" baik pak " jawab yeri. walau sebenar nya dia masih tidak mengerti kenapa dia harus menghindari ibu jang


" dan satu lagi. tolong jangan sampai yang lain tau kalau semalam pak direktur menginap di apartmen kamu "


" saya tau pak " jawab yeri lagi


suasana di dalam mobil itu sekarang benar benar hening, tidak ada satu katapun lagi yang keluar dari ketiga orang itu. mereka sibuk dengan lamunan masing masing, begitu juga dengan yeri yang sudah menumpukkan segala hal di pikiran nya, sesekali yeri melirik pada hanbin melalui kaca , memperhatikan hanbin yang sudah berfokus pada berkas berkas yang sudah ada di kursi sebelah nya.

__ADS_1


" dia langsung menjadi orang yang berbeda saat sudah memegang pekerjaan " pikir yeri masih terus memperhatikan hanbin


__ADS_2