
"wae. hanbin tidak akan marah, lagian ini hadiah untuk kamu kenapa dia harus marah?" kata jang meyakinkan hyeri
"iya tetap saja aku harus tanya oppa dulu" jawab hyeri
"arasseo. kamu telfon bi sekarang" ucap jang dengan mengerti "Loui geogi gaja" jang menarik Louis menjauhi hyeri agar hyeri lebih leluasa berbicara dengan suaminya
"eommonie waeyo?" tanya Louis bingung
"jamsiman, hyeri sedang menelfon bi untuk meminta izin" kata jang yang masih memperhatikan hyeri dari kejauhan
"ye, kenapa sampai harus seperti itu. inikan cuma sekedar hadiah pernikahan?" tanya Loui kebingungan
"aigoo ini bocah benar-benar. makanya kamu cepat punya pacar dan segera menikah agar lebih mengerti" oceh jang kesel dengan ketidak pekaan Loui
sedangkan hyeri yang masih berdiri di tempat tadi. dia masih berbicara dengan hanbin melalui poncel nya "jadi..?" tanya hyeri pelan
"yah kamu terima saja apa yang Louis mau kasih. lagian itu untuk kamu kenapa juga kamu harus repot-repot telfon aku dan menanyakan hal ini" kata hanbin santai
"tapi kan hadiah seperti ini tidak ada di dalam kontrak, aku takut pak hanbin akan berpikiran kalau aku memanfaatkan keluarga pak hanbin" kata hyeri
"kenapa juga kamu harus repot-repot memikirkan apa yang akan aku pikirkan. kalau louis atau eomma ingin memberikan kamu hadiah atau apapun itu, itu terserah kamu mau kamu terima atau tidak, aku tidak punya urusan dengan hal itu. lagipula aku sama sekali tidak merasa di rugikan dengan hadiah yang kamu dapat, karena bukan aku juga yang mengeluarkan uang nya." jelas hanbin panjang lebar
"walaupun hadiah yang louis oppa berikan berupa barang-barang mahal" kata hyeri menegaskan
"iya. mau semahal apapun yang Loui kasih, bahkan berbentuk rumahpun aku tidak perduli. jadi jangan menggangguku dengan hal yang tidak penting ini" kata hanbin langsung mematikan panggilan itu
"apa ini. kenapa dia sesantai itu menanggapinya? diakan sudah membayarku dengan apartemen itu, seharusnya dia melarangku menerima apapun hadiah yang keluarganya berikan padaku. kenapa malah sebaliknya?" ucap hyeri memandangi poncelnya dengan aneh "kenapa aku merasa jadi sangat beruntung hari ini" kata hyeri dengan senyuman yang sudah mengembang di wajahnya
__ADS_1
setelah mendengar jawaban hanbin barusan, hyeri langsung menghampiri mertuanya dan Loui dengan expresi wajah yang sudah berbeda.
"apa kata bi?" tanya jang
"oppa bilang terserah" jawab hyeri "tapi eomma. apa eomma tidak mempermasahkan kenapa oppa memberikan apartemen itu padaku?" tanya hyeri penasaran
"untuk apa. eomma malah ingin kamu dapat apartemen di gedung yang sama dengan yang kalian tempati sekarang" jawab jang santai "sekarang kamu istrinya bi. jadi eomma ingin kamu mendapatkan yang paling terbaik." kata jang membuat hyeri terharu mendengarnya
"geulaeseo, kita mulai dari mana?" tanya Loui menatap kedua wanita ini
"kita mulai dari apa yang kita lihat bagus. hyeri kamu tenang saja, eomma sangat jago dalam hal berbelanja dan menghabiskan uang. jadi kita buat kartu Loui sedikit berkurang" ucap jang merangkul hyeri dengan semangat
"memangnya apa yang akan kita beli?" tanya hyeri
"semuanya" jawab jang santai
"yah kita beli semua barang yang di butuhkan di apartemen kamu. mumpung ada Loui yang merelakan satu kartu nya untuk kamu" bisik jang pada hyeri sembari tersenyum pada Louis
3 jam hyeri menemani jang memilih segala macam barang, tidak ada satupun yang jang lewatkan sedikitpun dalam berbelanja. dan itu sama sekali tidak membuat jang kelelahan sedikitpun. malah sebaliknya, hyeri dan Louis yang kewalahan mengikuti aktivitas jang dari satu tempat ke tempat lain.
"tidak apa-apa kita duduk disini?" tanya hyeri pada Loui yang sedang menikmati minuman yang baru saja dia pesan
"gwaenchanha. kita duduk santai saja disini, kalau sudah selesai nanti juga eommonie akan kesini" jawab Louis
mendengar jawaban Louis, hyeri hanya bisa mengagguk dan menikmati minuman yang sudah Louis pesan. setelah pembicaraan itu selesai, sekarang mereka berdua hanya saling terdiam dengan kecanggungan yang ada.
hyeri terlihat santai dengan keheningan itu, karena dia juga sedikit takut untuk bertanya dan memulai obrolan. berbeda dengan Louis. sekarang dia sedang memperhatikan hyeri diam-diam saat hyeri tengah menatap ke arah lain. Louis begitu sangat penasaran dengan sosok wanita di hadapannya itu sekarang. wanita yang bisa membuat hanbin mau terikat dengan yang namanya pernikahan. karena Louis sangat mengenal hanbin seperti apa, jadi sangat mustahil menurutnya dalam waktu 2 bulan setelah hanbin menemuinya di korea, tiba-tiba hanbin mengabari kalau dia sudah menikah dengan begitu mudahnya.
__ADS_1
"kenapa kamu mau menikahi hanbin?" tanya Louis tiba-tiba "orang itu kan sama sekali tidak mempunya sifat yang ramah pada perempuan. apalagi kalian satu kantor"
"entah. aku juga bingung" jawab hyeri dengan tersenyum, mendengar jawaban hyeri barusan, louis langsung tertawa
"apa kamu tidak kesusahan menghadapi sifatnya yang sama sekali tidak bisa di tebak."
"sangat kesusahan. kadang dia jadi sangat menyeramkan, tapi tiba-tiba bisa langsung menjadi sangat baik. dan kebanyakan sih dia terlalu cuek dengan sekitar nya" ucap hyeri sembari membayangkan beberapa kejadian yang sudah dia lalui selama bekerja dengan hanbin di kantor
"maja. walaupun kita sangat dekat. tapi aku dan bi akan tetap berkelahi setiap bertemu" ucap Loui seperti menyetujui dengan apa yang hyeri ucapkan
"kalau boleh tahu, oppa datang kesini karena urusan pekerjaan?" tanya hyeri pelan
"aniya. aku sedang bosan di rumah, makanya aku terbang kesini sekalian mau lihat kamu" jawab Louis
"aku. kenapa dengan aku?" ucap hyeri
"hanya sedikit penasaran, seperti apa istri hanbin. karena sepengamatanku selama ini, hanbin sepertinya akan menjomblo seumur hidupnya. tapi diam-diam dia malah sudah mendahuluiku, bahkan taeyong hyeong dan jiwan hyeong saja belum ada rencana menikah yang jelas-jelas mereka memiliki pasangan" kata Louis
"taeyong. siapa?" tanya hyeri
"neon molla.?" tegas Louis. hyeri yang memang tidak tahu sama sekali siapa itu taeyong, hanya bisa terdiam menatap Louis yang begitu keheranan
" jinjja.?" Louis kaget mengetahui hyeri tidak tahu siapa taeyong "nae hyeong. hanbin tidak memberitahumu?" tanya Louis yang dengan tidak percaya "sesange. kalau kamu tidak mengetahui tentangku aku bisa percaya. karena bi tidak pernah mengakuiku sebagai hyeong nya pada orang-orang. tapi ini taeyong. bi begitu sangat menghormati taeyong hyeong. bagaimana mungkin dia tidak memberitahu keluarganya pada istrinya sendiri" kata Louis dengan tidak percaya
hyeri hanya bisa terdiam dengan ucapan Louis barusan. dia benar-benar lupa mengenai keluarga hanbin yang seharusnya dia tanyakan lebih detail lagi kemarin. itu karena dia terlalu sibuk dengan urusan ibu jang dan segala hal mengenai pernikahan yang mendadak ini
"hanbin oppa ada cerita sesekali. hanya saja aku yang tidak terlalu mengingat dengan jelas nama-nama nya" ucap hyeri dengan meyakinkan
__ADS_1