My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 32


__ADS_3

"naeil neoneun siganiisseo" tanya Louis


"ahh kenapa?" tanya hyeri balik


"oo noneun, tidak mengerti uliui hangugeo" ucap Louis yang masih saja menggunakan bahasa yang hyeri tidak mengerti "arasseo. kamu tenang saja, oppa yang akan mengajarimu hangug dengan benar" kata Louis dengan percaya diri


"aa tidak perlu. aku akan ikut les nanti" jawab hyeri


"gwaenchanha. kamu bisa belajar langsung dari oppa, oppa akan membuatmu dengan cepat menguasainya. kalau kamu ikut les akan butuh beberapa bulan untuk mengerti, tapi kalau dengan oppa, dalam waktu sebulan kamu akan lancar menggunakan bahasa yang akan oppa ajarkan" ucap Louis dengan meyakinkan


"kalian disini" ucap jang yang sudah selesai dengan perbelanjaannya "Louis ige ne kadeu ya, imo kembalikan"


"eomma sudah selesai" tanya hyeri dengan memberikan minuman pada jang


"sudah. eomma sudah membeli semua barang untuk kamu" jawab jang dengan mengeluarkan beberapa kertas bon dari dalam tas nya "Louis kamu mau lihat jumlah dan total barangnya?"


"pilyo eobseum" jawab Louis tidak begitu perduli dengan apa yang jang beli dan juga jumlahnya. tetapi berbeda dengan hyeri, sekarang dia sedang mengecek semua bon yang tergeletak di meja dengan expresi kaget di wajahnya


"eomma. ini apa semua?" tanya hyeri dengan kaget melihat satu persatu bon itu "eomma. apa yang eomma beli sampai sebanyak ini jumlahnya? ini tidak salah bon nya?" kata hyeri menatap jang dengan penuh seribu tanya


"wae. apa ada yang kurang? perasaan eomma sudah cek beberapa kali tadi, dan semuanya lengkap" jawab jang santai


"ahh eomma. kenapa belanja barang sebanyak ini" protes hyeri "berapa uang yang sudah eomma habiskan dengan kartu Louis oppa" kata hyeri


"kenapa" tanya jang yang tidak mengerti dengan apa yang hyeri proteskan


"kita kembalikan barang-barang nya. ini terlalu banyak yang eomma beli" kata hyeri melirik Louis dengan perasaan yang tidak enak hati

__ADS_1


"waeyo. kenapa harus di kembalikan?" tanya Louis


"oppa maaf. gimana ini. eomma sudah menghabiskan banyak uangmu untuk membeli barang-barang untukku" ucap hyeri dengan menyesal


"gwaenchanha" jawab Louis


"tapi ini terlalu.."


"aigoo tidak apa-apa sayang" kata jang memotong ucapan hyeri "Louis tidak akan mempermasalahkan nominal nya. kamu tidak perlu merasa sampai tidak enak hati seperti itu"


"tapi ini eomma sudah menghabiskan uang Louis oppa sebanyak 70 juta lebih" kata hyeri menarik nafas nya dengan berat begitu dia kembali menatap bon yang masih di pegang.


"Ooww benarkah. eomma memang paling jago dalam hal berbelanja. karena ukuran apartemennya itu sangat kecil jadi eomma sedikit kesusahan memilih barang. tapi kamu tenang aja, eomma sudah berusaha mencari barang yang terlihat pas dengan kondisi didalam rumah kamu, yang paling pentingkan semua barang yang di butuhkan sudah eomma beli tanpa ada satupun yang kurang" kata jang dengan bangganya


"eomma bukan itu yang aku maksud. ini terlihat bukan seperti sebuah hadiah, tapi malah lebih terlihat seperti Louis oppa sendiri yang mau nempatin apartemennya." ucap hyeri menatap jang dan juga Louis dengan bergantian "seharus nya yang eomma beli cukup sebuah kulkas atau mesin cuci yang selayaknya hadiah untuk orang. bukan malah memborong semua barang seperti ini"


"eomma bukan seperti itu maksud aku. hanya saja menghabiskan uang sebanyak itu sedikit membuatku terbebani" kata hyeri menggengam tangan jang "aku tahu mungkin Louis oppa tidak terlalu mempermasalahkan uangnya, hanya saja ini terlalu berlebihan untuk aku terima." jelas hyeri agar jang mengerti dengan apa yang dia ucapkan


"terbebani? berlebihan? kenapa kamu harus merasa begitu. kamu istri nya hanbin, sedangkan hanbin putra eomma, dan Louis kaka nya hanbin. kita ini keluarga hyeri sayang. dan kamu pantas mendapatkan segala nya yang eomma kasih" ucap jang menatap hyeri "ini hanya baru hal kecil yang eomma kasih. eomma sangat bersyukur hanbin memilihmu menjadi pendampingnya, dan menjadikan kamu sebagai putri eomma sekarang. eomma sangat bersyukur akan hal itu" ucap jang sembari membelai rambut hyeri


"eomonie"


"kamu terima saja itu sudah hak mu. dan satu lagi eomma ingin kita menjadi lebih dekat lagi, kamu bisa kapan saja menghubungi eomma saat kamu ingin bercerita dan mengadu. kamu tenang saja eomma tidak akan memihak bi kalau kalian sedang berantem. karena eomma akan selalu membelamu" kata jang yang membuat hyeri tersenyum


"imo. hyeri besok akan les bahasa denganku" ucap Louis tersenyum


"Oo jinjja. geuleom joha, oenje?" kata jang

__ADS_1


"molla. hyeri belum setuju kalau aku yang akan mengajarinya" jawab Louis


"hyeri wae. Louis sangat bagus dalam hal mengajar. Louis bahkan belajar sendiri agar bisa berbahasa indo" kata jang menatap hyeri


"Louis oppa kan pasti banyak urusan, aku tidak mau mengganggunya"


"urusan apa yang Louis punya. dia kan pengagguran, kerjanya hanya menghabiskan uang dengan kesana-kemari tidak jelas" kata jang dengan menggelengkan kepalanya menatap Louis


"pengangguran." ucap hyeri kaget. pengangguran apa yang dengan sangat mudahnya menghabiskan uang 70juta hanya untuk memberi hadiah orang. dia sendiri butuh waktu minimal 4 tahun bekerja bahkan bisa lebih untuk mendapatkan uang sebanyak itu. bahkan dia sendiri harus rela melakukan pekerjaan gila ini hanya demi mendapatkan sebuah tempat tinggal. tapi orang ini begitu santainya memberiku 70juta dalam waktu 3 jam kurang pertemuan kami. hebat. sekaya apa sebenarnya keluarga pak hanbin ini


"iya. Louis ini pengangguran. bisa-bisa nya dia menyuruh hyeong nya yang bekerja keras sendirian sedangkan dia hanya menghabiskan uang kerjanya" oceh jang yang terlihat kesal begitu membahas sifat Louis


"geuge mwoga jalmosdoengeoya. hyeong sendiri yang terlalu gila dengan yang namanya bekerja. lagipula aku juga terkadang membantu di perusahaan" kata Louis membela diri


"aigoo aigoo aigoo. neo jeongmal" gerutu jang yang sudah mengangkat tangannya hendak memukul Louis greget "apa yang kamu bantu. kapan kamu akan dewasanya Louis"


"najunge. untuk saat ini aku ingin menikmati hidup" jawab Louis


"neoga malhaneungeo amugeona. hyeri ije jibe gaja" jang langsung meraih tangan hyeri dan mengajak nya pulang "eomma minta kunci apartemennya. besok barang-barang nya akan di kirim, biar eomma yang mengatur semuanya jadi kamu tinggal terima rapih"


"Oo kunci nya ada di pak lee. aku belum meminta nya" kata hyeri


"jiwan. geuleom nanti eomma akan memintanya"


"tapi eomma. apa eomma tidak apa-apa mengurus segalanya seperti ini. eomma tidak perlu repot-repot karena aku sendiri bisa mengurusnya." ucap hyeri mengkhawatirkan jang


"aniya. eomma sangat suka mengerjakan semua untukmu" jawab jang

__ADS_1


"eomma kamsahamnida. aku benar-benar senang bisa bertemu dengan eomma" ucap hyeri memeluk jang dengan erat "mulai sekarang ayo kita lebih sering menghabiskan waktu bersama eomma" kata hyeri. terlepas dari tanggung jawabnya akan pernikahan kontrak itu, hyeri sungguh-sungguh ingin lebih banyak lagi menghabiskan waktunya dengan jang. bukan karena tuntutan pekerjaan, melainkan kenyamana dan perhatian dari seorang ibu yang hyeri harapkan untuk saat ini. dan itu ingin dia dapatkan dari jang


__ADS_2