
"loe yang masak ini?" tanya fero dengan tidak percaya begitu melihat masakan yang terlihat cantik dihadapan fero "ini mah bihun goreng yeri, gue bisa beli di nasi uduk pinggir rumah" kata fero menunjuk pada japchae yang tidak terlalu menarik perhatiannya"kalau yang bentuknya kaya sushi begini baru gue jarang belinya" fero langsung mencomot sepotong gimbab dan melahapnya
"BUKAN BIHUN GORENG" bentak hyeri tidak terima fero meremehkan japchae nya "ini namanya japchae. sekilas sama tapi beda rasanya"
"dimata gue tetap bihun goreng ini. lihat ajah ada wortel dan sawi ijo nya" ledek fero "gue baru tahu orang korea doyan bihun goreng juga"
melihat fero yang seperti nya ogah mencoba japchae nya, hyeri langsung mengambil sumpit dan menyuapi fero dengan japhae "gimana enak kan" kata hyeri begitu melihat perubahan wajah fero setelah mencoba japchaenya "oppa ajah bilang masakan gue enak" kata hyeri menuangkan minum untuk fero
"oppa. siapa yang loe panggil oppa?" kata fero menahan tawanya begitu mendengar hyeri menyebut kata oppa "orang itu yang nyuruh loe manggil dia oppa. bukan seharusnya panggilan kalian itu sayang, cinta atau bebeb" ledek fero melirik hyeri
"cerewet. orang-orang mereka memang begini panggil nya" kata hyeri cemberut
__ADS_1
"lalu orang itu ada nyusahin loe gak selama ini, atau dia bertindak yang tidak-tidak gitu?"
"bertindak yang tidak-tidak gimana maksud loe. yah nama nya kerja sama orang, apalagi satu rumah yah pasti banyak nyusahinnya lah. dan itu sebanding dengan apa yang sudah pak hanbin dan keluarganya kasih sama gue. dan satu lagi yang harus loe tanam di otak loe. hubungan kita hanya sebatas rekan kerja yang di dasari dengan kontrak yang sah. hanya itu" tegas hyeri menatap fero dengan sungguh-sungguh
"yah ok. tapi ngomong-ngomong ini makanan sama sekali tidak loe kasih sambel yah? tanya fero dengan kondisi mulut yang sudah penuh dengan potongan gimbab "kurang sedap nih kagak ada pedes-pedes nya"
"loe lama-lama gue tampol juga yah protes melulu dari tadi. tinggal di makan juga apa susah nya diam itu mulut" oceh hyeri mulai kehabisan kesabaran "makan buruan, habis ini anter gue ke world hotel"
"ngapain loe ke hotel itu? loe jangan bertingkah yang macem-macem lagi yah yeri, gue beneran akan marah" ancam fero dengan matanya yang sudah melotot memandang hyeri. mendengar kata world hotel fero sudah membayangkan hal yang tidak-tidak
"Owhh. ngomong-ngomong bos loe itu sekaya itu bisa ngasih apartemen sebagus ini?" tanya fero sembari memperhatikan seluruh ruangan "ini barang-barang bau-bau nya baru semua kaya nya" tebak fero dengan benar
__ADS_1
"kalau sekaya apa gue mana tahu harta dia banyak nya seberapa. yang gue lihat dari latar belakang keluarganya sih semuanya pada pengusaha sukses semua. apalagi Louis oppa yang sekarang sedang menginap di hotel itu" ucap hyeri membayangkan lagi bagaimana keroyalan Louis dalam beberapa hari belakangan ini padanya "loe tahu fer. belum ada dua jam gue ketemu dia waktu pertama kali ketemu, Louis oppa udah ngasih hadiah gue barang seharga 70 juta lebih. ini barang-barang dia semua yang bayarin" kata hyeri menunjuk ke semua perabotan di hadapannya satu persatu "loe tahu gimana syok nya gue untuk pertama kali nya di kasih hadiah semahal itu. tabungan gue aja hanya ada 2 juta doang itupun kurang kayanya, gue harus lembur terus-menerus agar punya uang simpenan" cerita hyeri yang menyadari besarnya perbedaan hidupnya dengan orang-orang yang tidak pernah merasakan bagaimana susahnya menghemat uang seperti hanbin dan semua keluarganya
"yah berarti itu memang udah rezeki loe. dan loe juga mesti harus tahu diri kedepannya nanti, jangan mentang-mentang mereka semua baik terus loe bisa lupa diri. dan satu lagi, jangan pernah melibatkan perasaan dalam pekerjaan ini, loe tahukan yang gue maksud"
"perasaan apaan sih fer. iya kali gue bakal naksir pak hanbin, gue juga tahu diri kali kalau itu" jawab yeri "loe tenang aja, gue hanya punya satu tujuan dalam pernikahan ini"
"iya gue juga berharap begitu. tapi siapa yang tahu kedepannya nanti" balas fero yang sudah sangat tahu dengan sifat yeri, bahkan melebihi yeri sendiri "ngomong-ngomong loe yakin orang kantor loe gak ada yang tahu loe nikah sama bos mereka" kata fero penasaran
"boro-boro mereka akan tahu. pernikahan anak magang dengan presdir mereka. itu satu hal yang mustahil untuk semua orang pikirin. lagipula aku satu-satu nya orang di tim yang sangat jarang berinteraksi langsung dengan presdir di kantor" jelas hyeri dengan yakin "lagian fer aku bertemu dengan pak hanbin hanya sekali dalam sehari. itupun kalau tidak pagi hari, yah malam hari di rumah, karena belakangan ini aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan mamanya, ibu jang dan juga Louis oppa"
"hhmm ok" fero tidak banyak berkomentar lagi mengenai urusan hyeri ini. yang terpenting saat ini adalah dia hanya harus mendukung apa yang sedang hyeri lakukan. walau sebenarnya dia sendiri tidak menyukai keputusan yang sudah hyeri ambil. tapi mau bagaimna lagi, fero tidak bisa mengontrol hyeri semaunya dia "kamu tadi mau pergi kemana lagi. biar aku anter sebelum pulang"
__ADS_1
"ke hotel"
"ayo.."ucap fero tersenyum.