My Korean Oppa

My Korean Oppa
pertemuan aneh 3


__ADS_3

sepanjang perjalan menuju ke apartmen nya , yeri terus memandang ke luar jendela , walau sesekali dia menunduk dan memperhatikan wajah bos nya yang sedang tertidur nyenyak .


" entah ini musibah atau apa , yang pasti nya aku merasakan firasat buruk setelah kejadian ini " ucap yeri dengan memandang wajah bos nya " kalau di lihat lihat wajah pak hanbin yang seperti ini tidak terlalu menakutkan , tapi kalau di kantor kenapa dia begitu menyeramkan "


" sudah sampai , mau saya bantu panggilkan petugas untuk membantu " tanya bapak supir taksi dengan begitu pengertian


" iya boleh pak , saya minta tolong " jawab yeri dengan sopan


supir taksi itu pun bergegas keluar dari mobil nya dan menuju pos petugas gedung yang sedang berjaga , yeri hanya memperhatikan dari dalam mobil ketika petugas dengan cepat nya mengambil kursi roda entah dari mana , tau *** dia sudah berjalan ke arah taksi dengan mendorong kursi roda itu


" selamat malam " sapa petugas begitu dia membuka pintu mobil


" malam pak , tolong bantu saya gotong ke kursi roda itu pak yah " ucap yeri dengan ramah " hati hati juga pak yah , di kepala nya ada luka soal nya " kata yeri dengan takut takut saat petugas itu mengangkat hanbin dari dalam mobil di bantu bapak supir taksi


begitu hanbin sudah duduk dengan tidak berdaya di kursi , yeri pun keluar dari dalam mobil itu dengan sangat berat hati , rasa nya dia ingin kembali memasukkan bos nya itu ke dalam mobil lagi dan meyuruh bapak supir taksi ini mengantakan hanbin ke kantor , biarkan satpam kantor yang mengurus masalah ini , tapi apalah daya dia tidak sampai hati melakukan itu


" terima kasih banyak pak " ucap yeri dengan menundukkan kepala nya ke petugas apartmen dan supir taksi itu


" mau saya bantu dorong ke atas " ucap petugas dengan khawatir , karena melihat badan yeri yang kecil harus mendorong kursi roda yang di duduki lelaki tinggi besar ini

__ADS_1


" tidak usah , terima kasih " jawab yeri


dengan ngos ngosan yeri berusaha terus mendorong kursi roda ini , dia tidak mau merepotkan orang lagi , biar dia saja yang mendorong bos nya sampai ke atas , walau pun dia mengeluarkan semua tenaga nya


" Hhuuuhhh ,,,, bisa bisa nya pak hanbin keluyuran sendirian dengan meminum obat tidur " gerutu yeri dengan ngos ngosan , dia langsung merebahkan badan nya di sofa , membiarkan badan nya istirahat sejenak , melihat seluruh badan nya yang sudah di penuhi dengan keringat yang mengalir dari entah kapan


" gimana cara nya mindahin pak hanbin ke kasur yah , tapi kalau pak hanbin tidur di kamar aku tidur di sofa dong " ucap yeri kebingungan lagi , karena apartmen nya kecil otomatis hanya ada satu kamar dan ruang tamu , jadi salah satu harus ada yang tidur di sofa


" ngapain di buat pusing , yang tamu disini kan pak hanbin , jadi dia yang harus nya tidur di sofa " kata yeri dengan mantap


tidak menunggu lama dia pun mendorong kursi roda hanbin agar lebih dekat pada sofa , dengan begitu yeri bisa lebih gampang memindahkan tubuh besar bos nya itu .


" Hhuuuuffftttt ,,,, tenagaku terkuras habis " keluh yeri begitu tugas nya memindahkan hanbin selesai " aku harus mandi sekarang "


tidak mau berlama lama dengan kondisi tubuh nya yang sudah hampir basah kuyup , yeri langsung bergegas masuk ke dalam kamar dan bersiap siap untuk mandi .


tidak butuh waktu lama buat yeri membersihkan badan nya , sekarang yeri sudah siap dan wangi dengan menggunakan stelan baju tidur , sembari duduk di meja rias nya yeri melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 21:15 malam


" apa tidak apa apa kalau pak hanbin tidur di sofa seperti itu " ucap yeri memperhatikan posisi tidur hanbin " malam ini doang , biar aku buka pintu balkon supaya ada angin yang masuk " yeri pun membuka sedikit pintu balkon nya , karena di ruang tamu hanya ada kipas angin jadi yeri bermaksud agar ada angin dari luar juga " selamat malam pak .. " ucap yeri mematikan lampu dan masuk ke dalam kamar untuk istirahat .

__ADS_1


*****


sekitar jam 4 pagi hanbin mulai merasakan kedinginan pada seluruh tubuh nya , dia terus membalikkan badan dan menarik terus selimut nya agar sedikit lebih merasa hangat , tapi semua usaha nya percuma , hawa dingin semakin membuat tubuh nya menggigil .


dengan setengah sadar hanbin bangun dari tidur nya , dia melihat sekeliling dan pandangan nya tertuju pada pintu balkon yang terbuka , tanpa merasa aneh sama sekali hanbin berjalan ke arah pintu dan menutup dengan rapat , setelah berbalik dia baru sadar kenapa dia bisa tidur di sofa ??


" dingin ... " ucap hanbin dengan suara serak , dia langsung berjalan menuju kamar yeri , masih dengan mata yang setengah terbuka hanbin langsung membuka selimut yang ada di tempat tidur , dia merebahkan tubuh nya dengan nyaman tanpa merasakan hal aneh dengan suasana sekitar nya ....


pagi hari nya , sekitar jam 6 pagi yeri merasa ada yang aneh dengan posisi tidur nya , kenapa tiba tiba dia merasakan kalau tempat tidur nya begitu sempit , dengan mata masih tertutup yeri terus mencoba mencari posisi tidur yang enak lagi .


tanpa yeri sadari ternyata dia sedang mencari posisi tidur yang pas di lengan hanbin , yeri terus bergerak gerak sampai akhir nya dia merasa nyaman dengan menggunakan lengan hanbin sebagai bantal nya , bahkan sekarang yeri tepat menghadap pada wajah hanbin .


aroma wangi apa ini ? sangat wangi , tidak biasa nya selimut dan juga bantal sewangi ini , ini seperti wangi parfum yang enak untuk di hirup


" wangi ... " ucap yeri dengan terus menciumi aroma tubuh hanbin


karena penasaran yeri akhir nya membuka mata nya dengan pelan , pandangan nya langsung tertuju pada wajah tampan hanbin yang sedang terlelap tidur menghadap nya


" pak hanbin .... " ucap yeri pelan 1,2,3 " pak hanbin ... " teriak yeri begitu sadar dengan orang yang sedang tertidur di depan nya " AAAAAAAaaaaaaaaa ...... " teriak yeri dengan sekencang kencang nya

__ADS_1


__ADS_2