My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 12


__ADS_3

jam 10 siang. keadaan ruangan itu seperti biasa, sangat sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tidak ada dari mereka yang terlihat santai dengan memegang ponsel dan menikmati secangkir kopi dengan niknat. semua terlihat sangat sibuk dengan komputer mereka masing-masing.


"yeri kamu ikut saya ke pabrik yah, siapkan juga laporan dari pabrik bulan kemarin" ucap dina yang nampak sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja nya


"iya bu" jawab yeri


"berkas nya ada di ruangan pak hanbin, kamu pinta aja, kalau pak hanbin tanya kamu jawab saya mau ke pabrik karena ada sedikit kesalahan dengan laporan bulan kemaren" jelas dina tanpa sedikit pun menoleh ke arah yeri


"baik bu" jawab yeri dan langsung bergegas pergi ke ruangan direktur


Tok tok tok


"masuk" jawab hanbin dari dalam ruangan nya


"permisi pak, saya di suruh ibu dina meminta kembali laporan pabrik bulan kemarin, karena ada sedikit kesalahan jadi hari ini beliau akan ke pabrik" jelas yeri dengan sopan


"sebentar" tanpa melirik pada yeri hanbin langsung memeriksa file file yang tersusun dengan rapi di belakang meja nya, setelah menemukan file itu hanbin langsung melihat kembali isi dari laporan tersebut "kalau sudah selesai segera laporkan ke saya" kata hanbin meletakkan file itu di meja nya


"baik pak" jawab yeri mengambil file itu dengan hati hati "saya permisi pak" pamit yeri meninggalkan ruangan hanbin dengan lebih santai. tidak ada lagi rasa ketakutan pada yeri saat menghadapi hanbin barusan, dia jauh lebih santai, karena yeri tau kalau sebenar nya bos nya itu hanya terlihat tegas dan disiplin dalam pekerjaan nya bukan galak seperti yang selama ini dia pikirkan.


"sudah" tanya dina yang sudah menunggu yeri


"sudah bu" jawab yeri menunjukkan file di tangan nya

__ADS_1


"ambil tas kamu dan kita pergi sekarang" ucap dina meninggalkan yeri lebih dulu ke parkiran mobil


ini pertama kali nya yeri akan berkunjung ke pabrik, karena selama bekerja di perusahaan makanan itu dia hanya tahu wujud produk nya saja tanpa pernah melihat proses pembuatan nya. biasa nya yang di ajak ke pabrik hanya karyawan tetap yang lebih banyak pengalaman dalam menangani masalah yang ada di pabrik, tapi kali ini entah kenapa malah dia yang di ajak, yang jelas jelas dia kurang mengerti permasalahan apa yang ada di pabrik sekarang.


"kamu sudah pernah mecicipi semua produk kantor?" tanya dina pelan


"hanya beberapa bu" jawab yeri


"kenapa hanya beberapa, bukan nya di kantor ada banyak beberapa stok, kamu kan sering lembur memang nya kamu tidak pernah memakan nya" tanya dina


"saya tidak berani mengambil nya, kata nya itu hanya untuk pegawai tetap" ucap yeri dengan takut takut


"memang nya siapa yang memarahimu kalau kamu memakan nya, itu semua makanan memang pak lee siapkan untuk mereka yang lembur, tidak perduli pegawai tetap atau magang sekalipun" jelas dina tidak percaya dengan kepolosan yeri "siapa yang berani bilang begitu?" tanya dina penasaran


"kak resti. saat awal-awal aku bekerja dia bilang seperti itu" jawab yeri


"kenapa memang nya bu" tanya dista


"resti itu aneh orang nya, selalu sok menjadi senior teladan, padahal semua pekerjaan nya dia selalu saja berantakan. dan beberapa kali yang lain nya protes karena dia sering membawa pulang makanan yang ada di kantor" kata dina sambil menggelengkan kepala nya menceritakan kelakuan bawahan nya itu.


sedangkan di tempat lain. ada ibu jang yang sedang mengendarai mobil nya sendiri di temani sahabat nya lee soohae. yang tak lain adalah ibu nya lee jiwan. mereka sedang menuju ke arah perusahaan nya hanbin, karena ibu jang sangat tidak sabar ingin mengetahui lebih lanjut hubungan apa yang anak nya miliki dengan han yeri, sampai sampai seorang hanbin yang memiliki fobia dengan perempuan beberapa tahun belakangan ini kepergok menginap di apartmen seorang gadis. apalagi di saat rumor gay nya masih belum mereda


"eonnie sebaik nya kita hubungi jiwan dulu kalau kita mau datang, takut nya mereka sedang keluar kantor" ucap soohae dengan sangat lembut

__ADS_1


"jangan kasih tau mereka kalau kita mau datang. yang ada nanti mereka malah ngusir kita" jawab ibu jang yang sudah sangat paham dengan kelakuan anak nya


"tapi kalau tiba tiba begini bukan nya hanbin akan lebih marah lagi" ucap soohae was was


"kita datang bukan nya mau ketemu mereka berdua, tapi aku mau ketemu dengan gadis itu, aku sangat penasaran dengan nya, yang aku lihat tadi dia sangat manis dan umur nya juga masih sangat muda, aku berharap kalau mereka benar benar memiliki hubungan" kata ibu jang dengan semangat nya berhayal


"jangan terlalu berharap, eonnie tahu sendiri bagaimana perasaan nya hanbin, aku tahu di dalam hati nya dia masih ada mirea" kata soohae yang langsung membuat expresi wajah ibu jang menegang


"aku lebih memilih anakku menjadi gay. dari pada harus melihat nya dengan perempuan itu" jawab ibu jang


"eonnie yakin. kemaren hampir seharian eonnie menangis di rumah setelah mendengar gosip Bi gay" ceplos soohae mencoba membuat ibu jang tertawa


"karena aku terlalu terkejut itu" jawab ibu jang yang akhir nya tertawa juga.


sesampai nya di kantor anak nya. ke dua ibu itu langsung menuju ke bagian resepsionis untuk menanyakan di bagian mana han yeri bekerja, setelah mengetahui informasi itu dengan semangat mereka menuju ke lantai 4.


karena ruangan kerja yeri berdekatan dengan ruangan hanbin, maka ibu jang begitu sangat hati hati dalam setiap pergerakan nya, ibu jang terus menerus memperhatikan sekeliling takut takut jiwan atau hanbin lewat, karena kata pegawai yang lewat kalau Bi dan jiwan sedang ada di kantor.


"eonnie. sebaik nya kita pulang, kita balik lagi lain kali" ucap soohae yang ketakutan ketahuan anak nya kalau dia ikut ikutan dengan ibu jang


"tanggung, kita sudah sampai atas ngapain pulang lagi" jawab ibu jang yang sedang mengintip seisi ruangan kerja yeri, dia sedang mencari cari sosok gadis yang tadi pagi dia jumpai itu "kok enggak ada, apa lagi pergi" kata ibu jang yang masih fokus mencari keberadaan yeri


"eonnie. eonnie" ucap soohae berbisik

__ADS_1


"eomma. EOMMAA" teriak hanbin yang sudah berada di belakang ibu jang dengan jiwan


"Loooohhh. Bi" ucap ibu jang terkejut


__ADS_2