
yeri pulang dengan menggunakan taxi, dia terus saja menggrutu karena harus mengeluarkan uang lebih untuk bayar ongkos taxi yang lumayan mahal dari rumah orang tua hanbin sampai ke apartemen nya. dan kekesalan yeri semakin menjadi begitu sampai di rumah dia baru mengingat kalau dia meninggalkan kardus makanan nya di dalam mobil hanbin.
" Huuhhh.... kenapa aku harus terlibat dalam urusan keluarga orang lain. dan kenapa juga aku harus mau di ajak ke rumah nya sih, bodoh banget " gerutu yeri saat sudah merebahkan badan nya di sofa, dan tiba tiba dia teringat kembali kejadian di rumah hanbin tadi, senyum yeri mengembang begitu mengingat perlakuan ibu jang yang sangat baik pada nya " pak hanbin beruntung punya mama sebaik dan sehangat ibu jang. aku iri dengan nya "
yeri tenggelam dalam lamunan nya sendiri. membayangkan ibu jang membuat nya kembali mengingat mendiang mama nya yang memang sudah sangat dia rindukan.
" kenapa tuhan tidak adil padaku. kenapa harus kedua orang tuaku yang di ambil. " keluh yeri menutupi wajah nya dengan bantal kecil, di balik bantal itu yeri langsung menumpahkan tangis kesal nya, tangis yang selalu dia pendam setiap kali dia merasa kalau kehidupan ini tidak adil untuk nya
ini bukan kali pertama yeri menangis sendirian dan menyalahkan tuhan atas apa yang sudah terjadi kepada nya. sejak orang tua nya meninggal, yeri selalu seperti ini. menangis adalah salah satu cara dia menyampaikan rasa kerinduan nya terhadap orang tua nya.
setalah merasa puas dan lega dengan tangis dan di tambah rasa lelah akan pekerjaan nya seharian ini membuat gadis 19 tahun itu langsung terlelap dalam tidur nya.
Tingtong Tingtong
yeri langsung terbangun dari tidur nya, pandangan nya langsung tertuju pada arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam
Tingtong Tingtong
" siapa yang dateng malam malam begini? " ucap yeri langsung bangun dan berjalan menuju pintu. tanpa pikir panjang yeri langsung membuka rumah nya " Loohhhh " yeri terkejut begitu mendapati siapa yang tengah berdiri di hadapan nya sekarang
" maaf aku ganggu kamu malam malam begini " ucap hanbin pelan
reflek yeri langsung mengusap usap wajah kusut bangun tidur nya. karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang, yeri langsung kebingungan sendiri, berulang kali dia menoleh ke dalam rumah dan juga hanbin " pak hanbin ada perlu apa jam segini kesini? " tanya yeri setelah setengah sadar kalau yang di hadapan nya sekarang ini memang benar bos nya
" barang kamu ketinggalan di mobil, jadi aku mau antar ini dulu sebelum pulang " ucap hanbin dengan menunjukkan kardus yang sedang dia bawa
__ADS_1
" Ohh... iya... " yeri langsung mengangguk tidak jelas dan salah tingkah begitu menyadari kardus yang di bawa bos nya itu " pak hanbin mau masuk dulu " ucap yeri begitu mengambil alih barang yang hanbin pegang
" boleh " jawab hanbin langsung masuk ke dalam rumah yeri tanpa ragu
" apa ini? kenapa tiba tiba aku jadi grogi tidak jelas begini " gumam yeri begitu hanbin sudah masuk ke dalam rumah " pak hanbin mau minum apa " tanya yeri mencoba membalas jasa karena hanbin sudah mengantarkan makanan nya malam malam begini
" gak perlu. kamu belom mandi dari pas tadi pulang " ucap hanbin begitu memperhatikan pakaian yeri
" heehhee... saya ketiduran tadi "
" soal kejadian tadi sore. aku minta maaf karena membuat kamu tidak nyaman harus mendengarkankan perdebatan keluargaku " ucap hanbin pelan
" saya gak apa apa kok pak. gak hirauin saya, anggep ajah kalau saya gak ada disitu " jawab yeri dengan santai " tapi pak, sebelum nya maaf kalau saya lancang. ini hanya pendapat saya saja, kalau sikap pak hanbin tadi itu terlalu berlebihan dan kasar pada orang tua pak hanbin " ucap yeri dengan sangat hati hati mengucapkan pendapat nya
" kamu sedang mengkritik sikapku sekarang " hanbin langsung menatap yeri dengan pandangan tidak suka
" besok kamu ada acara? " tanya hanbin tiba tiba
" besok " ucap yeri mencoba mengingat ngingat lagi apa yang akan dia lakukan besok " karena besok libur kerja, jadi acara saya hanya bersih bersih rumah " jawab yeri dengan santai nya menoleh ke sekeliling ruang tamu nya
" besok kamu bisa ikut saya ke rumah sakit " kata hanbin dengan pandangan yang serius
" ke rumah sakit? mau ngapain saya ikut pak hanbin kesana " jawab yeri mulai merasa ada yang tidak beres dengan tujuan hanbin tiba tiba datang ke apartemen nya malam malam begini " saya gak mau " kata yeri langsung menolak tanpa mendengarkan dulu alasan hanbin
" kan aku belum kasih tau alasan aku ngajak kamu kesana "
__ADS_1
" yaahh apapun alasan pak hanbin, saya tetap gak mau ikut ke rumah sakit. saya gak punya urusan datang kesana dengan pak hanbin " ucap yeri lagi yakin dengan keputusan nya
" mamaku dilarikan ke UGD tadi setelah kamu pergi " ucap hanbin membuat yeri langsung menatap nya dengan terkejut " seperti yang kamu bilang barusan. aku terlalu kasar pada nya tadi, tanpa memikirkan keadaan kesehatan beliau " jelas hanbin dengan sangat serius.
" pak hanbin serius " yeri seperti tidak percaya dengan apa yang hanbin ucap barusan
" apa aku terlihat seperti sedang bercanda " ujar hanbin
" lalu pak hanbin ngapain kesini kalau ibu jang masuk rumah sakit " ucap yeri yang mulai merasa menyesal dengan apa yang dia ucapkan barusan
" mama mau ketemu kamu "
" Haaaahhh... saya " jawab yeri menunjuk diri nya sendiri tidak percaya " kenapa saya? " tanya yeri tidak mengerti kenapa dia harus datang ke rumah sakit dan bertemu ibu jang
" karena mamaku menyukaimu, dia bahkan menolak bertemu denganku sampai kapanpun " jelas hanbin
" terus saya ke rumah sakit mau ngapain, cuma ketemu ibu jang setelah itu pulang, gitu ajah " kata yeri yang mulai habis kesabaran dengan maksud hanbin sebenar nya
" bukan " jawab hanbin dengan mengeluarkan selembar kertas dari saku celana nya " aku mau menawarkan kamu pekerjaan lain " kata hanbin membuat yeri semakin tidak mengerti
" saya kan udah kerja di perusahaan bapak " jawab yeri jengkel
" aku gaji kamu 3X lipat dari pekerja tetap di kantor " ucap hanbin tanpa ragu ragu " plus 1 kartu yang bisa kamu gunakan untuk berbelanja kebutuhan mu selama kerja denganku dan tempat tinggal yang layak " jelas hanbin
" pak hanbin ini ngomong apasih. kerja apa yang di bayar segitu besar nya, pak hanbin mau ngerjain saya " protes yeri tidak habis pikir dengan apa yang bos nya itu mau
__ADS_1
" jadi istri kontrak ku "