My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 24


__ADS_3

Tepat jam 8:20 taksi yang hyeri naiki berhenti di depan lobby. bak seperti orang kesetanan. yeri langsung berlari dengan sekuat tenaga yang dia punya ke arah lift, bahkan yeri tidak memperdulikan orang-orang di sekitar nya, yang dia pikirkan sekarang. harus cepat sampai ke atas bagaimana pun cara nya.


sebenarnya di perjalanan tadi yeri sudah menghubungi atasan nya dina. memberitahukan kalau dia akan kesiangan sampai ke kantor dengan alasan bus yang dia naiki tiba-tiba mogok di tengah jalan. dan dina pun juga sudah mengiyakan alasan yang yeri buat. hanya saja yeri tetap merasa tidak enak kalau dia datang telat, apalagi dia masih bestatus pegawai magang.


"Loohh. kamu sudah sampai" ucap rena saat bertemu yeri yang baru keluar dari lift "kamu lari yah? santai ajah lagian bu dina udah absenin kamu duluan tadi" kata rena lagi. dia merasa kasihan melihat yeri yang datang-datang ngos-ngosan begitu


"oh iya. syukurlah. aku lari kaya orang kesetanan dari gedung depan" jawab yeri langsung lega mendengar nya "kak rena dari mana?" tanya yeri


"dari ruangan nya pak hanbin. dia minta hasil laporan yang kemarin" jawab rena pelan.


mendengar nama hanbin di sebut. yeri langsung melirik pada arah dimana hanbin ada didalam ruangan itu. emosi nya sekilas kembali terngiang di kepala nya tentang kejadian beberapa waktu tadi. kalau saja dia mau berbaik hati memberi nya tumpangan, mungkin dia tidak akan kelabakan seperti ini.


"kamu kenapa ngelamun begitu" ucap rena menyenggol yeri


"Oh enggk" jawab yeri langsung mengalihkan pandangan nya pada rena lagi


"ayo kerja. hari ini kamu dapat banyak kerjaan dari pak hanbin" ucap rena yang sudah berjalan duluan ke dalam ruangan. dan benar apa yang rena ucap barusan, yeri menemukan tumpukan berkas sudah memenuhi meja kerja nya, bahkan tidak ada ruang yang tersisa untuk dia sekedar meletakkan tempat minum nya

__ADS_1


"ini gunung" ucap yeri membuat semua yang mendengar nya tersenyum "mau aku apain berkas-berkas ini?" tanya yeri pada semua orang yang ada disitu


"kamu cuma harus memeriksa ulang semua data yang ada di dalam situ" kata Dio menghampiri yeri yang terlihat kebingungan "ini semua berkas catatan dari pabrik dari 3 bulan yang lalu. kamu tinggal cek ulang apa ada yang salah di berkas ini" jelas dio dengan pelan


"Oh ok." jawab yeri sedikit mengerti


"kalau nanti kamu merasa ada yang aneh dengan laporan nya. kamu langsung pisahin biar nanti aku yang bantu koreksi" kata dio lagi. yeri hanya menjawab dengan anggukan mengerti.


karena tidak mungkin dia mengerjakan pekerjaan nya dengan kondisi meja yang penuh dan padat begini. dengan sigap yeri langsung memindahkan beberapa berkas-berkas itu ke meja kosong di samping nya, dengan begitu dia bisa lebih berkonsentrasi


"Dina kamu sudah siap?" tanya jiwan menghampiri dina yang tengah sibuk


sedangkan jiwan langsung berjalan menuju ke meja yeri. jiwan memperhatikan pekerjaan yeri yang hari ini lumayan menumpuk "kamu santai aja kerja nya" ucap jiwan mengambil satu berkas di tumpukan itu dan memeriksa nya "tadi kamu naik apa kesini?" tanya jiwan dengan pelan sembari menarik kursi dan duduk di hadapan yeri dengan tetap memegang berkas di tangan nya


mendengar jiwan menanyakan itu. reflek yeri langsung mengangkat kepala nya dan menatap pada sekeliking. dia ketakutan orang-orang di ruangan ini sedang memperhatikan obrolan nya dengan jiwan "taksi pak" jawab yeri dengan suara yang sangat kecil. bahkan itu terdengar samar-samar juga di telinga jiwan


"makan malam nya lancar semalam?" tanya jiwan lagi dengan begitu perhatian

__ADS_1


"lancar. semua nya baik" ucap yeri dengan menunjukkan senyuman nya


"bi tidak membuatmu kerepotan kan?" tanya jiwan


mendengar itu. ingin sekali yeri menjawab kalau pagi ini dia sudah di buat kelabakan oleh orang itu "tidak sama sekali kok pak" dengan sangat terpaksa yeri harus berbohong


"kamu harus lebih menguatkan hati dari sekarang. karena bi bukan tipe orang yang simple dan bisa di buat kerja sama. kedepan nya kamu akan di buat kerepotan oleh nya" bisik jiwan sebelum beranjak dari duduk nya dan berjalan ke arah dina yang sudah siap untuk pergi.


mendengar nasehat dari jiwan, hyeri tidak terlalu kaget lagi. karena dia sendiri sudah sedikit memperkirakan bagaimana sifat hanbin sebelum dia memutuskan menerima tawaran nya.


sedangkan di ruangan nya. hanbin tengah sibuk dengan segala hal mengenai pekerjaan yang tidak pernah ada habis nya. hanbin selalu menyibukkkan diri nya sendiri dengan segala macam kerjaan yang sebenar nya tidak perlu dia tangani sendiri. tapi hanbin tidak punya pilihan lain untuk membuat diri nya tetap sibuk dan tetap fokus pada apa yang dia kerjakan sekarang.


saat sedang mencari berkas di laci nya. hanbin tidak sengaja menemukan satu flashdisk yang terselip di tumpukan buku-buka nya. bi mengerutkan kening nya saat menatap benda kecil berwarna putih di tangan nya itu. flashdisk apa ini? pikir nya. dia bahkan sudah lupa kalau dia pernah menyimpan benda itu selama ini tanpa tau isi nya.


tanpa banyak berpikir hanbin langsung mengecek isi dari flashdisk itu di komputer nya. dan muncul hanya satu folder yang yang berjudul "KANG MI RAE" dalam sekejap terlihat jelas kalau hanbin sangat kaget saat melihat nama kang mi rae di flashdisk yang dia temukan. tidak ada yang hanbin perbuat sekarang setelah melihat nama itu. dia hanya terus menerus menatap pada tulisan nama itu dalam waktu yang cukup lama.


setelah dia merasa yakin. barulah hanbin mulai menggerakkan tangan nya untuk membuka folder itu dengan yakin. terdapat ratusan foto dan beberapa video kecil yang muncul di layar komputer hanbin saat ini. semua gambar itu berisikan sosok perempuan cantik yang selalu menunjukkan senyuman di setiap gambar. tanpa hanbin sadari dia juga selalu tersenyum saat dia memandang satu persatu gambar itu dengan teliti.

__ADS_1


"kang mi rae. aku lupa kalau selama ini kamu ada disini" ucap hanbin dengan sangat pelan. bi tidak mengalihlan pandangan sesenti pun dari layar komputer nya. dia tengah asyik sendiri melihat kembali pada masa lalu nya dengan mi rae. masa-masa paling membahagiakan bagi nya beberapa tahun silam, di gambar itu hampir keseluruhan potret hanbin selalu menunjukkan senyuman yang sangat ceria, senyuman yang sudah tidak pernah lagi ada di wajah nya sekarang ini.


__ADS_2