My Korean Oppa

My Korean Oppa
Flashback


__ADS_3

6 Tahun yang lalu...


hanbin yang baru saja kembali ke indonesia setelah menyelesaikan kuliah dan juga pekerjaan sampingan nya di perusahaan paman nya yaitu kim hang ill. papa nya hanbin sengaja menyuruh anak nya mencari pengalaman bekerja di perusahaan kaka nya, agar hanbin bisa belajar bagaimana dia harus bertanggung jawab pada pekerjaan tanpa bantuan dari papa nya.


dan hasil nya. seperti yang han jong harapkan, hanbin memiliki tekad pekerja keras seperti diri nya, ketekunan nya dalam bekerja membuat han jong yakin. kalau bi mampu dan sudah siap menggantikan nya memimpin perusahaan. dengan di bantu jiwan tentu nya.


"oppa ige mwoya?" tanya mi rae menunjukkan sebuah kotak hasil dari dia membongkar koper milik hanbin


"Oh. geuge. itu punya eomma" jawab hanbin menghampiri mi rae yang tengah membongkar seluruh isi koper nya. dan membuat semua isinya berantakan di lantai "oppa membelikan eomma perhiasan" kata bi meraih kotak itu dari tangan mi rae dan menunjukkan isi di dalam nya


"WAaaaaahhhh. yeppeo. oppa jinjja ini cantik" ucap mi rae yang langsung terpesona dengan perhiasan yang hanbin tunjukkan "aku mau coba" pinta mi rae menatap hanbin


"andwae. ini punya eomma. kamu tidak boleh mencoba nya" tolak hanbin langsung menutup kembali kotak itu dan menyimpan nya di dalam koper seperti semula


"Aahhhh waeee.? ttag hanbeonman. oppa jinjja ttag hanbeonman" rengek mi rae dengan menunjukkan 1 jari nya dengan sungguh-sungguh

__ADS_1


"aigoo" akhir nya hanbin tidak bisa menolak lagi kalau mi rae sudah menunjukkan wajah memelas nya seperti itu "jinjja cuma sekali pakai yah" kata hanbin memperingati mi rae lebih dulu, karena kalau tidak di peringati pasti mi rae akan meminta perhiasan itu.


tanpa menjawab. mi rae langsung merebut kotak perhiasan itu lagi dan berlari ke dalam kamar nya "kenapa semua nya jadi berserakan dimana-mana" ucap hanbin memperhatikan satu persatu pakaian nya yang bertabur dimana-mana


"oppa igeo bwa" teriak mi rae sembari berlari kecil dari dalam kamar dan menghampiri hanbin untuk menunjukkan kalung yang sekarang sudah terpasang indah di leher nya "naega geuleohge yeppeo boinayo?" ucap mi rae dengan sedikit berpose bak model perhiasan di hadapan hanbin


"yeppeo. kamu saangaat cantik" jawab hanbin langsung menarik pinggang mi rae ke pelukan nya "saranghae" ucap hanbin memeluk mi rae dengan sangat erat "manhi manhi saranghae" tambah bi lagi. dan ucapan nya itu membuat mi rae tersenyum bahagia


"nado. oppa saranghae" balas mi rae "apa kalung ini boleh aku pinta?" bisik mi rae di telinga hanbin


"oppa belikan yang lain aja buat eomonie. yang ini untuk mi rae" ucap mi rae yang masih kekeh tidak ingin melepas kalung itu


"mi rae-ya. kamu bisa minta apa ajah dari oppa, asal jangan kalung itu. eomma sudah tau kalung itu untuk dia, kalau nanti eomma lihat kamu pakai itu kalung, yang ada kalian bisa beratem lagi hanya gara-gara hal sepele" ucap hanbin mencoba meminta pengertian dari mi rae


"aniya. mi rae mau ini oppa" kata mi rae dengan terus memegang kalung di leher nya.

__ADS_1


"waee. ini kan eomma punya. kamu kenapa selalu ingin meminta apapun barang yang oppa belikan untuk eomma" ucap hanbin bingung dengan sifat mi rae yang selalu ingin mencari masalah dengan mama nya. bukan hanya sekali atau dua kali mereka bertengkar hanya karena masalah sepele. tapi hampir setiap bertemu mereka akan selalu berdebat dan saling menunjukkan perang dingin. bahkan tidak ada salah satu dari mereka yang mau mengalah "kang mi rae. sekarang lepas kalung nya" ucap hanbin dengan menunjukkan wajah serius nya


melihat expresi hanbin yang terlihat serius dengan ucapan nya, membuat mi rae hanya diam membalas tatapan nya tanpa bereasksi apa-apa. sampai akhir nya hanbin sendiri lah yang melepaskan kalung itu dari leher nya dan meletakkan kembali di dalam kotak.


hanbin tau kalau wanita nya ini sedang marah. tapi mau bagaimana lagi, dia juga tidak bisa memberikan kalung mama nya pada mi rae. karena pasti nanti mama nya akan lebih ngamuk lagi kalau tau hanbin memberikan kalung itu pada mi rae. terlebih lagi mama nya memang tidak suka dengan mi rae, jadi itu akan menjadi kesempatan untuk mama nya melabrak mi rae dan meminta hanbin meninggalkan mi rae dengan alasan apapun.


"oppa pulang dulu yah" ucap hanbin mengambil koper nya


"wae jibewa?" kata mi rae melihat pada hanbin yang sudah benar-benar mau pergi "oppa gajima" pinta mi rae dengan menahan tangan hanbin agar tidak jadi untuk pergi


"mi rae-ya. oppa neomu-neomu saranghae, kita sudah 5 lima tahun bersama, apa kamu tidak bisa sedikit saja mencoba mengambil hati eomma walau hanya sedikit. walau eomma menolakmu tidak bisakah kamu sedikit saja bersabar untuk oppa" ucap hanbin dengan pelan "oppa tidak membela eomma. hanya saja oppa minta tolong agar kamu sedikit saja menurunkan ego mu di depan eomma nanti" pinta hanbin dengan sungguh-sungguh


"eomonie tidak pernah menyukaiku, oppa tau itu kan. sekeras apapun aku bersikap baik di depan eomonie, itu tidak akan ada gunanya" ucap mi rae


"oppa ara. yang oppa maksud tidak bisa kah kamu sedikit bersabar. jangan membantah apapun yang eomma ucap, sekali nya kamu membantah eomma akan semakin tidak menyukai itu. oppa juga akan bicara pada eomma agar bersikap lembut sama kamu" kata hanbin dengan meletakkan kembali koper nya dan memeluk mi rae "oppa pulang dulu. nanti malam oppa kesini lagi" ucap hanbin langsung pergi meninggalkan apartemen mi rae dan menuju pulang ke rumah orang tua nya.

__ADS_1


di perjalanan hanbin terus saja memikirkan cara agar dia bisa membuat mi rae dapat mengambil hati mama nya. walau hanbin sendiri menyadari kenyataan. sekeras apapun dia berusaha membujuk mama nya agar bisa menerima mi rae, sekeras itu pula ibu jang dengan terang-terangan semakin menolak kehadiran mi rae. bahkan sikap mi rae pun seakan tidak terlalu ambil pusing dengan sikap ibu jang yang selalu sinis pada nya. karena bagi mi rae yang terpenting adalah sikap hanbin yang paling utama.


__ADS_2