My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 22


__ADS_3

"geuge mwoya?" kata hanbin begitu melihat beberapa jenis makanan yang sudah mama nya masukkan ke dalam wadah, yang siap untuk hanbin bawa ke apartemen nya "bi tidak perlu makanan sebanyak ini di rumah" tolak hanbin sama sekali tidak tertarik dengan semua makanan itu "eomma tau bi jarang makan di rumah"


"ani. ini untuk hyeri semua kok" jawab ibu jang dengan santai "eomma membawakan beberapa kimchi dan lauk-lauk yang lain untuk hyeri makan, dia bilang suka dengan kkakdugi buatan eomma, jadi eomma bawakan satu wadah besar untuk kalian simpan" kata ibu jang menunjukkan kkakdugi kimchi yang sudah di masukan ke wadah yang cukup besar di banding makanan yang lain


"bukan nya kemarin eomma masih lemas karena sakit. kenapa sekarang sudah sangat sehat, sampai-sampai turun tangan sendiri masak ke dapur?" sindir hanbin memperhatikan mama nya


"eommaneun nugu ttaemune apeuda? kalau dari awal kamu jujur kan eomma juga tidak akan masuk rumah sakit" jawab ibu jang sembari memukul lengan hanbin pelan


"eomma haengboghae?" tanya hanbin memperhatikan raut wajah mama nya yang sangat ceria sepanjang acara malam ini


"eommaneun aaaaju haengboghae. adeul gomawo" ucap ibu jang memeluk hanbin dengan perasaan bangga "kamu harus memperlakukan hyeri dengan sangat baik, aratji "


"waee. memangnya bi terlihat seperti akan menyiksa istri sendiri" kata hanbin membuat ibu jang langsung tertawa


"iya. eomma takut kamu akan membuat hyeri susah, awas yah kalau kamu berani membuat menantu eomma sedih" ancam ibu jang dan hanbin hanya bisa tertawa menanggapi keseriusan mama nya


"oppa" panggil yeri yang baru keluar dari kamar mandi

__ADS_1


"Oh. ayo kita pulang" ajak hanbin saat melihat yeri


"hyeri ini semua lauk kamu simpan di kulkas, kamu tinggal hangatkan kalau kamu mau makan. dan juga ada beberapa jenis kimchi" ucap ibu jang menunjukkan tumpukan makanan yang harus hyeri bawa


"eomma. ini tidak terlalu banyak" kata yeri sedikit kaget, entah apa saja yang mama mertua nya ini bawakan. pikir yeri "kenapa jenis kimchi nya sebanyak ini yang harus di bawa" tambah yeri menatap ibu jang


"ini tidak banyak. hanya kkakdugi kimchi, buchu kimchi dan tongbaechu kimchi. kamu kan tadi bilang kkakdugi buatan eomma enak, jadi eomma bawakan yang banyak untuk kalian. lagian bi juga suka dengan kkakdugi sama seperti kamu. dan beberapa jenis lauk" jelas ibu jang dengan semangat menunjukkan makanan buatan nya


"ini terlalu banyak. memang nya siapa yang mau habisin makanan segini banyak nya" protes hanbin lagi yang terlihat kurang suka melihat tumpukan makanan itu


"kalian bisa makan. igeo maechurial jangjorim, bulgogi, nakji bokkeum dan yang lain nya johahaneun eumsigeul chaewojuseyo" hanbin langsung diam begitu ibu jang memperlihatkan semua lauk-lauk itu adalah makanan kesukaan nya "nanti kamu tinggal panasin, bi pasti akan makan kalau di meja sudah ada semua makanan ini" bisik ibu jang sembari melirik ke arah hanbin


"hanbin itu sebenarnya kurang suka dengan makanan luar rumah. tapi dia juga malas untuk mengurus makanan nya sendiri, maka nya eomma selalu dia larang kalau membawakan lauk-lauk seperti ini ke apartemen nya" ucap ibu jang curhat pada yeri "eomma selalu menugaskan jiwan untuk memastikan bi makan dengan benar. tapi sekarang tidak akan lagi" kata ibu jang tersenyum menatap yeri


"eomma geumanhae. ini sudah malam, besok kita juga harus kerja" ucap hanbin mengingatkan lagi


"arasseo arasseo" jawab ibu jang "pulang dan langsung istirahat yah" ucap ibu jang memeluk yeri

__ADS_1


"eomma makasih" kata yeri tersentuh dengan perhatian ibu jang. hanya 3 jam waktu yang dia habiskan bersama ibu jang, tapi perhatian dan perlakuan hangat nya mampu membuat yeri merasa lega karena bisa merasakan sebuah perhatian yang sudah sangat lama tidak dia dapatkan. "nanti kalau yeri sempat, yeri akan mampir sepulang kerja" kata yeri dengan menunjukkan senyum bahagia nya


"yagsoghae. kamu harus tepati janji" kata ibu jang dengan semangat


"ayo. eomma annyeong, bi ganda" bi melambaikan tangan nya sebelum keluar dari dalam rumah bersama yeri.


di perjalanan pulang yeri terus saja tersenyum. dia berpikiran ada untung nya juga dia melakukan kontrak ini dengan hanbin. dia jadi merasa mendapatkan perhatian lebih dari ibu jang.


"senyum-senyum kenapa kamu?" tanya hanbin yang memperhatikan expresi wajah yeri


"enggak" jawab yeri langsung merubah rauh wajah senang nya menjadi seperti biasa lagi "Ehhmm. tidak masalahkan kalau aku mampir ke rumah orang tua pak hanbin nanti nya?" tanya yeri


"terserah kamu. asal jangan menyuruhku menemanimu saja" jawab hanbin dengan santai


"iya. aku bisa pergi sendiri" kata yeri kembali menatap ke jalanan. di dalam hati nya saat ini, yeri punya niatan kalau dia akan berusaha agar bisa lebih dekat lagi dengan ibu jang. bukan karena tuntutan kontrak yang mengharuskan dia mengambil hati ibu jang. tapi melainkan ini murni keinginan nya sendiri.


sesampai nya di apartemen. hanbin langsung masuk ke dalam kamar nya, tapi dia sempat berpesan pada yeri apa saja yang dia harus pakukan besok pagi "jam setengah 7 pagi kamu sudah harus menyiapkan kopi untuk ku. dan sarapan harus sudah ada di meja makan tepat jam 7. dan kamu bisa membersihkan rumah ini sepulang kerja" itu ucapan hanbin sebelum dia masuk ke kamar nya dan tidak keluar-keluar lagi

__ADS_1


"Huuhh. baru juga nyampek, udah di targetin ajah kerja nya." gerutu yeri. dia berjalan ke arah dapur untuk menyimpan semua makanan yang dia bawa dari rumah ibu jang "aku harus belajar bahasa mereka mulai besok. paling tidak aku bisa menjawab walau hanya sedikit" ucap yeri dengan yakin


setelah urusan di dapur selesai. yeri juga langsung masuk ke dalam kamar nya, bersiap-siap untuk tidur dan istirahat agar besok dia bisa lebih semangat lagi dengan aktifitas baru nya.


__ADS_2