My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 17


__ADS_3

" jadi apartemen ini punya saya " ucap yeri dengan senang begitu melihat gambar apartemen nya di ponsel hanbin


" masih punyaku. belom aku kasih ke kamu " jawab hanbin dengan galak


" Waaahhhh... bagus nya " puji yeri yang langsung kagum dengan suasana apartmen hanbin " ini mah lebih besar dari yang aku bayangkan. ada 2 kamar lagi " yeri kegirangan, bahkan yeri berulang ulang kali melihat foto setiap ruangan di calon apartemen nya


" tidak termasuk prabotan rumah kan yang kamu mau " ucap hanbin langsung merampas kembali ponsel nya dari yeri


" tidak perlu. saya bisa nabung sendiri untuk beli prabotan nya " jawab yeri dengan senang begitu melihat apartemen yang tidak lama lagi akan menjadi milik nya dengan sah


" Oh iya satu lagi. kamu harus merahasikan pernikahan ini dari orang kantor. hanya keluargaku yang boleh tau kalau kita sudah menikah " jelas hanbin memperingati yeri tentang perjanjian nya


" bapak tenang ajah. saya juga tidak ada niat memamerkan kalau saya sudah menikah dengan om om " jawab yeri dengan santai nya, tidak lama kemudian yeri baru tersadar dengan ucapan sembrono nya itu " maaf pak " kata yeri langsung menutup mulut nya dengan rapat


" om om ini yang akan memberikan mu rumah yang harga nya cukup fantastis " gertak hanbin membuat yeri langsung menunduk menyesal " dan berhenti bersikap kaku padaku, kamu bisa bersikap santai saat kita di luar kantor "


" baik " jawab yeri masih dengan mengunyah makanan di dalam mulut nya


" kamu juga harus belajar panggil aku oppa mulai sekarang " kata hanbin. membuat yeri langsung tersedak makanan yang di telan nya " belajar untuk bersikap selayak nya pasangan suami istri pada umum nya, kamu mengerti kan? "


yeri buru buru langsung mengambil air minum di samping nya. dia bersusah payah menelan makanan yang masih menggumpal di tenggorakan nya " sebentar pak " jawab yeri yang kembali menegak habis minuman nya " kita kan bukan sedang di korea pak, panggilan oppa itu tidak cocok dengan saya ke bapak. kita panggil yang saya gampang inget saja " saran yeri


" nama kamu sendiri kenapa bisa Han hyeri? " tanya hanbin dengan santai nya


" mmhhmm... saya juga gak tau " jawab yeri kebingungan sendiri untuk menjawab, karena dia juga tidak tau kenapa orang tua nya memberi dia nama yang sama sekali jauh dari gen mereka yang tidak ada korea nya sama sekali

__ADS_1


" ingat. besok kamu akan mulai tinggal di rumahku, dan kamu juga harus jaga sikap mulai sekarang. perhatikan ucapanmu sebelum kamu bicara di depan orang tuaku nanti " ucap hanbin mengingatkan lagi


" iya " yeri mengangguk mengerti


" selesaikan makan malam mu, aku pergi dulu " pamit hanbin meninggalkan yeri sendirian di ruangan itu.


sepergi nya hanbin, hyeri masih sangat lahap menikmati makan malam nya seorang diri, tidak masalah untuk yeri menikmati makanan seenak dan semahal ini seorang diri di ruangan yang menurut nya sangat pengap. sudah jadi hal biasa untuk nya sendirian saat sedang makan. walau sebenar nya hyeri sangat membenci dengan yang nama nya kesunyian dan kesendirian, tapi mau bagaimana lagi. dia memang harus menghadapi segala sesuatu dalam hidup nya sendiri


" apa semua nya aku minta bungkus saja. makan di rumah seperti nya lebih baik karena ada tv yang temani dari pada disini " ucap yeri menatap piring piring yang masih penuh dengan makanan itu.


tanpa pikir panjang lagi yeri langsung meminta pada pelayan restoran agar membungkus semua makanan yang ada di meja itu.


sembari menunggu yeri langsung tersenyum karena dia tau dengan siapa dia harus menghabiskan semua makanan ini. maka yeri langsung menelfon seseorang yang dia yakini tidak akan menolak apapun yang dia ucap


" apeh " jawab seseorang dari balik panggilan telfon yeri


" jadi. yang benar itu loe mau ngasih gw makan, atau nyuruh gw beberes rumah loe? " tanya fero memastikan tujuan yeri menelfon nya


" bantuin gw beresin barang. dan gw kasih loe makanan dari restoran mahal " jawab yeri dengan santai


" makanan dari restoran mahal dimana. loe ajah belum gajian, paling dari pinggir jalan lagi kaya biasa nya " ucap fero meremehkan ucapan yeri.


" cerewet. udah dateng ajah bantuin gw, besok gw harus pindah apartemen " kata dista sembari berjalan keluar dari ruangan itu begitu dia sudah mendapatkan bingkisan makanan nya


" pindah. loe di usir sama yang punya? berapa bulan memang nya loe gak bayar itu apartemen sampai di usir begitu? " tanya fero dengan khawatir " kalau loe gak punya uang bilang ke gw hyeri. gw bisa pinjemin loe uang, dari pada loe di usir begitu " cerocos fero tidak memberikan yeri sedikitpun kesempatan menjawab

__ADS_1


" maka nya bantuin gw bebenah. besok gw harus pindah ke tempat baru " kata yeri memelas


" ok ok. gw kesana sekarang " kata fero langsung mematikan telfon nya.


senyum yeri langsung mengembang begitu panggilan nya selesai. akhir nya ada juga yang akan menemani nya bergadang malam ini. walau sebenar nya barang barang yeri tidak terlalu banyak di apartmen itu, tapi paling tidak sebelum dia pergi besok dia harus membersihkan seluruh isi di apartemen nya.


kalau masalah bebersih. orang yang paling tepat untuk di mintain tolong memang hanya fero. teman dari SMP yang selalu ada untuk nya, disaat apapun fero tidak pernah meninggalkan yeri serikitpun. bagi yeri, fero bukan sekedar teman atau sahabat. melainkan sudah seperti saudara satu satu nya. bahkan tidak ada yang yeri sembunyikan dari fero tentang apapun masalah yang sedang dia hadapi.


begitu sampai di apartmen nya yeri langsung melihat sosok pria jangkung yang sedang duduk tepat di depan pintu rumah nya


" baju apaan itu yang loe pakai " ledek fero begitu menyadari penampilan yeri malam ini


" berisik. ayo masuk dulu " ucap yeri membuka pintu rumah nya " gw ganti baju dulu " yeri langsung pergi ke dalam kamar nya meninggalkan fero yang sudah berfokus pada makanan yang yeri letakkan di meja


" habis dari mana dia bisa dapet makanan beginian " koment fero begitu memlihat makanan di depan nya


" udah buruan di makan, ngapain cuma di lihatin doang " kata yeri begitu keluar dari dalam kamar nya


" loe dari mana? " tanya fero menatap yeri serius


" ketemu rekan bisnis baru " jawab yeri dengan santai " besok gw akan tanda tangan kontrak pekerjaan sampingan, maka nya malam ini gw harus beresin semua barang gw. karena gw bakal pindah ke tempat baru " jelas yeri dengan singkat tanpa menyinggung masalah pernikahan kontrak nya


" loe keluar dari kantor loe yang sekarang? " tanya fero masih belum mengerti


" enggak lah. gw bakal jelasin semua nya ke loe kalau semua nya sudah beres, loe tenang ajah gak ada yang gw sembunyiin dari loe, asal loe jangan banyak tanya dulu sebelum gw yang jelasin " ucap yeri membuat fero mengerti dengan apa yang dia mau

__ADS_1


" ok. tapi awas yah kalau sampai loe kerja yang aneh aneh " ancam fero tegas


__ADS_2