
ke esokan hari nya.
yeri masih belum beranjak dari tempat tidur seharian ini, wajah nya lesu dan mata nya tampak sayu karena semalaman dia bergadang tidak bisa tidur sama sekali. sekarang pun dia terus terusan menatap ke langit langit kamar nya dengan pandangan kosong.
pikiran nya selalu mengingat kembali kejadian semalam. kejadian yang sangat mustahil yang tidak bisa di percaya untuk nya sekarang ini. berapa kali yeri selalu meyakinkan diri nya kalau semalam dia hanya bermimpi. bahwa kejadian semalam itu cuma mimpi dan bukan kenyataan.
tapi sekeras apapun dia meyakinkan diri nya, pandangan nya akan kembali pada sebuah kertas yang sekarang tengah tergeletak di meja kamar nya dengan rapi. dan kertas itulah yang menyadarkan yeri kalau kejadian semalam itu benar nyata.
"nikah kontrak" ucap yeri tidak percaya dengan apa yang dia ucap kan saat ini. semalaman dia terus memikirkan tawaran gila hanbin, bahkan sampai hanbin pergi dari apartemen nya pun yeri masih saja mematung di tempat dia duduk dengan diam tanpa merespon apapun yang hanbin bicarakan
yeri mulai beranjak dari tempat tidur nya dan duduk dengan terus terusan menghela nafas berat menatap selembar kertas di meja. tanpa mendekat pun yeri sudah sangat hafal dengan apa isi yang tertulis di kertas itu, karena hampir semalaman dia terus terusan mengulangi membaca dan mencermati isi dari tulisan itu
syarat yang harus di patuhi selama bersedia menikah kontrak dengan pihak pertama yaitu kim hanbin
MEMATUHI APAPUN YANG PIHAK PERTAMA PERINTAHKAN DAN UCAPKAN.
KONTRAK BERLAKU SELAMA SATU TAHUN
hanya itu syarat yang hanbin tulis di kertas yang dia kasih semalam, hanya 1 syarat tapi bermakna sangat banyak. tidak secara langsung dia menyuruh yeri menjadi pesuruh nya selama setahun kedepan dan itupun kalau yeri menerima tawaran itu.
"gaji 3X lipat. berati aku bisa mendapatkan penghasilan 25 juta lebih sebulan nya. dan belum termasuk gaji dari kantor" kata yeri senang dengan terus terusan menatap kontrak itu "tapi aku harus jadi jongos nya pak hanbin selama setahun, dan menghadapi sifat nya yang bisa saja di tengah jalan aku tidak sanggup" ucap yeri berubah manyun
"coba kamu pikir lagi yeri. kapan lagi kamu bisa punya menghasilan sampai 30 juta lebih sebulan nya. dengan latar belakang pendidikan kamu yang hanya lulusan SMA doang" ucap yeri kembali semangat lagi dan mulai tergiur dengan nominal angka penghasilan nya tiap bulan
"tapi bukan nya aku terlihat seperti matrealistis kalau hanya memikirkan uang" gerutu yeri kembali bimbang. dia bimbang dengan keputusan apa yang akan dia ambil, menjadi istri dari seorang pemilik perusahan makanan yang cukup besar tidak akan mudah untuk di jalani, walaupun itu hanya pernikahan kontrak. pasti akan ada saja gunjingan di luar sana yang akan membuat nya sakit hati, belum lagi dia harus hidup satu atap dengan bos yang tidak cukup ramah untuk bisa di ajak kerja sama selama setahun kedepan nya.
__ADS_1
"masa bodoh lah" gerutu yeri kesal sendiri dan kembali merubuhkan badan nya di kasur.
*****
malam hari nya yeri sedang berada di dalam taksi dan sedang menuju ke suatu tempat. yeri juga berpakaian sedikit rapi dari hari libur biasa nya, kalau setiap libur dia hanya menggunakan pakaian rumah setiap main ke tempat fero. kali ini berbeda. yeri terlihat lebih manis dengan menggunakan mini dress warna biru yang sangat jarang sekali dia gunakan, bahkan dia juga sedikit berdandan yang juga tidak pernah dia lakukan bahkan pergi kerja pun dia hanya menggunakan pelembab wajah.
"sudah sampai" kata supir taksi yang tepat berhenti di depan sebuah restoran mewah
"Oh iya. terima kasih pak" ucap yeri ramah sebelum keluar dari dalam taksi.
kini yeri tengah menatap pada restoran di depan nya. dia butuh beberapa detik untuk memantapkan hati nya saat ini "Ok. kamu tidak perlu takut yeri" ucap yeri dengan yakin sebelum melangkahkan kaki nya memasuki restoran itu
di dalam yeri langsung di antar oleh petugas restoran menuju ke sebuah ruang VIP yang sudah di pesan. tanpa rasa takut dan gugup yeri mengikuti langkah petugas itu ke lantai 2 tempat dimana ruang VIP itu berada
"terima kasih mas" ucap yeri ramah begitu sampai di pintu yang bertulisan VIP II. tanpa menunggu lama yeri langsung membuka ruangan itu, dan mendapati sosok yang tengah duduk dengan santai di kursi nya
yeri langsung duduk di kursi yang sudah tersedia. pandangan pertama yeri langsung tertuju pada hidangan di atas meja yang benar benar membuat nya sangat tidak sabar ingin memakan semua nya
"jadi apa keputusan kamu?" tanya hanbin langsung terus terang pada tujuan pertemuan mereka malam ini
"sebelum saya mengambil keputusan. saya ingin memastikan dulu maksud syarat dari pak hanbin ini" tanya yeri mengeluarkan selembar kertas yang hanbin berikan pada nya semalam
"itu kan sudah jelas. kamu tidak boleh membantah apapun yang aku ucapkan, dan harus mematuhi semua peraturan yang akan aku buat kedepan nya" jelas hanbin
"berarti secara tidak langsung pak hanbin hanya ingin menjadikan saya boneka bapak selama setahun kedepan" ucap yeri pelan "saya juga punya 2 syarat untuk kontrak ini" ucap yeri mengajukan keinginan nya
__ADS_1
"bilang saja apa syarat nya l" ucap hanbin dengan santai
"jadikan saya pegawai tetap di perusahaan bapak" kata yeri dengan mantap
"Ok. lalu apa lagi" tanya hanbin sembari memainkan minuman yang sedang dia pegang
"pak hanbin tidak perlu memberi saya gaji dengan uang selama kontrak ini berjalan. cukup dengan memberikan saya satu unit apartemen dengan atas nama saya sendiri" ucap yeri dengan menatap hanbin seperti menantang
mendengar syarat kedua yeri, hanbin langsung terdiam dengan kelakuan nya memainkan gelas minum nya. kini hanbin langsung melihat yeri yang sedang menatap nya
"kamu ingin aku membayar mu dengan sebuah apartemen?" tanya hanbin langsung menunjukkan wajah dingin nya
"iya" jawab yeri dengan yakin
"baik." hanbin mengiyakan syarat yeri setelah beberapa detik terdiam "besok jiwan akan mengurus apartemen untuk mu. dan juga kontrak resmi kita" kata hanbin santai
"pak. apa saya boleh mulai menyantap makanan ini?" tanya yeri dengan menunjukkan senyum nya
"makan lah" ucap hanbin tanpa menoleh ke arah yeri, sekarang hanbin tengah sibuk dengan ponsel nya. dia sedang menyuruh jiwan untuk mengerjakan segala hal tentang urusan nya dengan yeri "besok kamu harus langsung pindah ke apartemenku. aku akan suruh orang untuk jemput kamu" kata hanbin dengan tiba tiba
"secepat itu" yeri kaget dengan keputusan tiba tiba hanbin "kita ajah belum tanda tangan kontrak"
"besok kontrak nya sudah jadi. begitu juga dengan apartemen yang kamu mau" kata hanbin yang langsung membuat yeri syok seketika. belum beberapa menit yeri memberi tahu kalau dia menginginkan apartemen, dan hanbin langsung menyediakan dengan begitu gampang nya
"itu apartemen. atau rumah gubuk yang bapak siapkan?" ceplos yeri dengan curiga
__ADS_1
"yang kamu mau hanya apartemen kan. tidak harus besar dan mewah yang penting apartmen" kata hanbin dengan kembali meraih ponsel nya, hanbin langsung mencari cari sesuatu di dalam ponsel nya itu untuk dia tunjukkan pada yeri "aku punya apartemen yang tidak terpakai, tidak terlalu besar dan kecil juga. jadi apartmen itu yang akan aku kasih ke kamu" jelas hanbin menunjukkan foto apartemen itu pada yeri.