
" pak lee saya boleh tanya sesuatu ..?" ucap dio begitu mereka masuk ke dalam mobil
" memang ada yang melarang .." jawab Jiwan singkat
" tapi bapak jangan bilang bilang ke Bos yah .." tambah dio dengan taku takut
" kenapa memang nya ,, kamu mau resign kerja .." jawab Jiwan asal ngomong
" enggak lah pak ,, saya cuman mau tanya memang benar yah kalau pak Bos itu penyuka sesama jenis ..??"
mendengar kata penyuka sesama jenis kening jiwan langsung mengerut ,, dia mencoba mencerna kembali pertanyaan yang dio ucap barusan ..
" coba kamu ulang lagi ngomong nya ..??" kata Jiwan menoleh ke dio yang masih fokus membawa mobil
" beberapa hari ini aku sering dengar orang orang di kantor sedang menggosipkan pak Bos ,, kata nya pak Bos itu penyuka sesama junis ,, maka nya sampai sekarang dia masih jomblo .." ucap dio dengan pelan nya
" siapa lagi yang membuat gosip murahan begitu ,, " ucap Jiwan dengan menggelengkan kepala nya " kalau sampai orang nya tau bisa habis kalian semua .."
" saya juga pak .." kata dio langsung menoleh ke arah Jiwan
" kamu kan juga bagian dari penyebar gosip nya .. kamu dengar dari siapa gosip itu ..?"
" yah denger sekilas pas orang orang lagi pada ngumpul begitu ,, tapi sumpah bukan saya pak yang nyebarin gosip itu .." kata dio dengan serius , bisa gawat dia kalau jadi tersangka penyebaran gosip
" hadeeuuhh ,,, bisa gawat kalau ibu jang sampai dengar di kantor ada gosip begini .." dengan cepat Jiwan langsung mengambil ponsel nya ,dia mencari daftar nama ibu di kontak nya ...
__ADS_1
****
di kantor hanbin sendiri sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen mengenai data pabrik ..
merasa ada yang salah dengan informasi dokumen itu raut wajah hanbin langsung berubah ,, dia langsung keluar ruangan nya dan menuju ke ruangan staf
" SIAPA YANG MEREKAP LAPORAN INI ...??" tanya hanbin mengacungkan lembaran kertas di tangan nya dengan suara lantang nya menatap keseluruh orang orang yang ada di ruangan itu
suasana ruangan itu mendadak begitu sangat tegang begitu Bos besar meraka datang dengan tampang yang selalu saja seperti ingin memakan mereka hidup hidup
" biar saya lihat pak .." ucap dina mau tidak mau dia yang harus menghampiri bos nya itu karena meja dia lah yang paling dekat dengan pintu masuk , dengan tenang dina mengambil berkas yang hanbin pegang dan memperhatikan isi berkas itu " yeri kamu kesini ..." ucap dina langsung mengarah ke meja yeri
" saya bu .." jawab yeri dengan pelan nya menghampiri dina
" kamu bawa ini ,, dengerin ajah kalau pak hanbin marah marah di dalem yah.." ucap dina memberikan berkas itu ke yeri sambil menepuk nepuk punggung yeri pelan begitu hanbin meninggalkan mereka semua
"semangat yeri.." ucap rena dari belakang yeri
syokk ..
itu yang yeri rasakan sekarang ini, hanya sebuah gertakan dari CEO sudah membuat jantung nya tidak karuan, sebelum nya memang sudah banyak senior yang memberitahu nya tentang bagaimana sadis nya Bos mereka itu, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun mengenai pekerjaan yang di terima ny
tapi tidak terfikirkan oleh yeri kalau dia akan ada di situasi seperti ini. karena seingat nya laporan yang terakhir kali dia kerjakan semua sudah sesuai petunjuk yang sudah Resti berikan pada nya,kalau pun ada kesalahan pasti dia sudah mengetahui sebelum laporan itu dia serahkan
begitu sudah di dalam ruangan hanbin yang cukup besar, yeri sempat memperhatikan seisi ruangan ini yang membuat nya takjub karena ini pertama kali nya dia masuk dan berhadapan langsung dengan CEO tempat nya magang sekarang
__ADS_1
"kamu periksa lagi laporan ini.??" ucap hanbin dengan dingin nya melempar berkas dengan kasar ke meja nya
yeri mengambil berkas itu dengan takut takut, dia mulai memeriksa satu lemar ke lembar yang lain, dan semua nya benar tidak ada yang salah dengan laporan nya
"saya membuat laporan ini sesuai data yang kak Resti kasih pak, tidak ada yang salah dengan laporan saya" ucap yeri dengan pelan menatap hanbin yang masih duduk dengan tegap memperhatikan nya
"sudah berapa lama kamu kerja disini?" tanya hanbin dengan mengambil berkas yang lain di meja nya
"sebulan lebih pak."
"sudah sebulan lebih. kenapa masih saja bodoh membuat laporan seperti ini ,, kamu tidak periksa sebelum membuat nya.?" kata hanbin dengan tersenyum kecut "saya tidak mau tau siapa yang memberikan kamu data itu, yang jelas disini kamu sudah lalai membuat laporan yang tidak berguna sama sekali buat saya. kamu lihat ini" hanbin melempar lagi sebuah berkas yang sama dengan yang yeri punya
"sama kan. jelas sama lah karena itu laporan sudah saya terima dari 3 bulan yang lalu" ucap hanbin menatap yeri dengan tersenyum sinis "sekarang tau kan apa kesalahan kamu"
yeri hanya bisa menunduk menyesal dengan kecerobohan yang sudah dia lakukan, bisa bisa nya dia tidak memeriksa dulu kalau Resti salah memberi nya data "saya minta maaf yah, ini kecerobohan saya" ucap yeri masih menundukkan kepala nya
"kamu keluar." ucap hanbin dengan sini nya
"permisi pak" dengan pelan yeri meninggalkan tuangan hanbin, dia baru bisa bernafas dengan lega begitu sudah di luar ruangan yang hampir saja membuat asma nya kumat ...
( tidak apa apa yeri ,, kamu tenang saja ini akan segera berlalu ,, kamu tidak perlu memikirkan masalah seperti ini ,, yang terpenting sekarang kamu harus tetap semangat bekerja sampai sebulan setengah lagi ,, dan berharap akan terpilih menjadi pegawai tetap ..semangat ) fikir yeri yang sudah mendapatkan energi lagi ..
benar yeri sudah magang di perusahaan ini sudah sebulan setengah ,, dan selama berkerja dia selalu rajin dengan pekerjaan apapun yang senior nya berikan ,, bahkan dia sering lembur karena harus mengerjakan laporan yang seharus nya bukan menjadi tanggung jawab nya ,, tapi yeri dengan senang hati menerima semua pekerjaan itu karena dia sangat berharap bisa di terima menjadi pegawai tetap disini ..
yeri bisa magang di perusahaan ini karena di masukkan oleh saudara guru SMA nya ibu andin yang kebetulan juga bekerja disini ,, ibu andin yang merasa kasihan dengan kehidupan yeri selama ini selalu berusaha mencarikan yeri lowongan perkerjaan yang sekira nya dia lulus sekolah dia bisa langsung bekerja dengan nyaman ...
__ADS_1