
"tumben tumbenan kamu ngasih makanan begituan pada orang??" kata hanbin dengan melirik jiwan dengan penuh curiga
"itu kan kamu yang ngasih bukan aku. kamu yang bayar kan, jadi itu dari kamu" jawab jiwan dengan santai nya
"pasti ada apa apa nya?" tebak hanbin
"apa nya yang ada apa apa, yeri itu udah seperti kaya naomi lah, lagian usia mereka juga hampir seumuran, beda nya kalau naomi kerja nya cuma bisa minta uang terus tanpa mau tau kaka nya kerja dari pagi sampai tengah malam, kalau yeri ini dia masih kecil tapi semangat kerja keras nya membuatku kagum" ucap jiwan
"kalau cuma kerja keras kita juga sudah kerja keras dari kecil, kamu tau sendiri kan bagaimana kita kerja jadi OB dulu" jawab hanbin dengan terdiam mengingat dulu pertama kali dia mulai kerja di perusahaan papa nya
"susah nya kita beda dengan yeri yang aku maksud, kamu masih ada orang tua yang memberimu dukungan bahkan kalau pun kamu tidak bekerja keras pun kamu akan tetap memiliki posisi seperti sekarang, dan aku juga masih ada ibu di sampingku, sedangkan yeri dia tidak punya siapa siapa, dia sudah yatim piatu dari saat dia masih kecil, dan sekarang dia harus bekerja keras untuk membiayai hidup nya sendiri." ucap jiwan membuat hanbin diam
"kok kamu bisa tau banyak tentang anak magang itu, hebat banget kamu sampai latar belakang nya tau semua" ucap hanbin
"aku kan atasan yang baik, yang perduli dengan bagaimana nasip bawahanku" jawab jiwan sedikit menyindir hanbin
"kalau begitu bulan depan bonus mu akan aku trasfer ke gaji anak magang itu" ucap hanbin dengan sangat santai nya, mendengar ucapaan hanbin. jiwan langsung manyun
__ADS_1
*****
begitu sampai di apartmen nya, hanbin hanya berdiri di ambang pintu dengan memperhatikan keseluruh ruangan di apartmen nya .
dengan menghela nafas berat, hanbin berjalan menyusuri ruangan itu. dia membuka semua pintu dan jendela agar angin bisa dengan leluasa memasuki ke seluruh ruangan .
setelah dia merasa rumah nya sudah nyaman, dengan perasaan lelah dia meluruskan badan nya di sofa, tanpa sengaja pandangan mata hanbin langsung tertuju ke sebuah figura dengan ukuran yang tidak terlalu besar, yang dia letakkan di barisan rak buku buku nya .
sebuah gambar lukisan yang sangat jelas terpajang di balik kaca itu. lukisan yang mampu membuat hanbin terdiam dan hanya memandangi sosok perempuan yang sangat terlihat cantik dengan senyuman bebas di wajah itu. sosok perempuan yang mampu membuat hanbin berdiam diri dengan waktu yang lama hanya dengan memandangin lukisan itu .
TRriinnggg ...
hanbin meraih ponsel nya di meja l, dan melihat pesan yang baru masuk
( Bi sayang. eomma mau mampir ke rumah kamu, sebentar lagi sampai )
pesan dari ibu jang yang langsung membuat hanbin beranjak, hari ini bukan saat yang tepat dia bertemu dengan mama nya, di saat suasana hati nya sedang kacau, dia akan takut bisa melampiaskan kemarahan nya pada mama nya langsung .
__ADS_1
dengan buru buru hanbin menuju meja kerja nya, dia membuka laci dan meraih botol kecil di antara botol botol yang lain nya, dengan cepat dia mengeluarkan satu kapsul obat dari botol itu dan langsung menelan nya tanpa melihat botol obat apa yang dia telan itu .
setelah dia sudah merasa yakin, hanbin langsung bergegas keluar dari rumah sebelum dia berpapasan dengan mama nya, hanbin keluar dari gedung dengan berjalan kaki, dia menyusuri jalanan trotoar dengan santai nya, berbaur dengan pejalan kaki yang lain dan sebisa mungkin menikmati suasana malam ini .
sudah hampir 30 menit lebih hanbin terus menyusuri jalan sendirian, tanpa tujuan yang pasti , yang dia lakukan hanya terus berjalan sampai dia mulai kelelahan dengan sendiri nya, dan akhir nya dia tiba di sebuah event di pinggir jalan yang sangat ramai, hanbin mulai tertarik memperhatikan sekeliling nya, sebuah senyuman terlihat di wajah itu walau hanya sekilas, dia menyukai suasana malam disini yang penuh dengan desakan orang, suasana yang sangat berisik tapi aneh nya suasana seperti ini mampu membuat perasaan nya kembali tenang.
sampai akhir nya dia mulai merasa ada yang aneh dengan pandangan nya, kenapa tiba tiba segala nya mulai memudar jarak pandang nya, bahkan sekarang kedua kelopak mata nya juga begitu sangat berat untuk dia gerakkan .
apa yang salah ini? kenapa tiba tiba seperti ini? apa tadi aku salah meminum obat?
setelah merasa yakin kalau obat yang dia minum tadi adalah obat tidur, dengan buru buru hanbin berjalan keluar dari kerumunan itu, dia harus segera mencari taksi sebelum dia benar benar jatuh ketiduran di tempat ini ..
" itu itu " ucap hanbin dengan bersusah payah menunjuk ke seseorang yang dia kenal, dengan sekuat tenaga hanbin berlari kecil menghampiri orang itu dan memegang pergelangan tangan nya "tolong ......." BRRUUKKKKKKKK
hanbin jatuh tepat di mata kaki orang itu. tangan nya masih memegangi tangan itu dengan erat nya
"pak hanbin.??" ucap yeri kaget
__ADS_1