
" kita ngapain ke rumah orang tua bapak? " tanya yeri panik " mending pak hanbin turunin saya di halte depan aja, biar saya langsung pulang "
" saya kan tadi udah bilang, kalau saya ada urusan sama kamu " jawab hanbin dengan santai
" tapi urusan apa yang sampai ngajak karyawan magang ke rumah orang tua pak hanbin. mending kita ngobrol disini aja kalau memang ada yang mau pak hanbin omongin ke saya, enggak perlu sampai ke rumah orang tua segala " ucap yeri terus memandang hanbin dengan segala kecurigaan di benak nya
" masalah nya mama saya mau ketemu kamu hari ini juga " jawab hanbin yang langsung menepikan mobil nya agar dia bisa menjelaskan situasi nya pada yeri
" kenapa mau ketemu saya? memang nya saya salah apa? saya kan sudah menuruti ucapan pak lee seharian ini tidak ada di kantor " kata yeri lagi semakin panik
" kamu dengarkan saya dulu sebentar. saya hanya minta bantuan kamu nanti di rumah agar menjelaskan pada orang tua saya kalau kita ini memang tidak punya hubungan apapun. gampang kan " jelas hanbin
" kenapa harus saya. kenapa tidak pak hanbin sendiri yang jelasin ke orang tua bapak " ceplos yeri masih saja enggan untuk di bawa ke rumah hanbin
" kalau saya bisa lakuin, ngapain juga saya repot repot bawa kamu kesana. kita tidak akan lama kok disana, setelah kita jelasin semua nya, kita akan langsung keluar dari sana, jadi kamu tidak akan di tanya macam macam " ucap hanbin mencoba dengan sangat pelan menjelaskan situasi nya pada yeri " kamu tidak perlu takut atau gugup. kamu tinggal jelasin aja apa ada nya, bagaimana kejadian sebenar nya "
" pak hanbin hanya itu saja. tidak akan ada hal yang lain disana nanti? " tanya yeri memastikan
" iya. hanya itu saja " jawab hanbin dengan sangat yakin
setelah setuju dengan apa yang hanbin jelaskan, yeri mulai sedikit tenang. tapi di dalam pikiran nya dia terus menyusun segala hal kata kata untuk dia ucapkan nanti. mulai saat dia tidak sengaja bertemu dengan hanbin sampai akhir nya dia kepergok pagi hari nya.
semua dialog sudah terekam di otak yeri dan sudah siap dia ucapkan, hanya tinggal mengatur detak jantung nya saja yang sedari tadi tidak berdetak dengan normal.
mobil hanbin sudah memasuki kawasan perumahan elit. mata yeri tidak henti henti nya takjub dengan rumah rumah yang ada di kawasan ini, karena sangat besar.
" ayo turun " ucap hanbin yang sudah memarkirkan mobil nya tepat di depan rumah orang tua nya
__ADS_1
" ini rumah nya pak " tanya yeri begitu keluar dari mobil dan melihat dengan jelas rumah orang tua dari bos nya ini " besar nya " puji yeri yang langsung takjub dengan rumah mewah di depan nya itu " berapa orang yang tinggal disini pak " tanya yeri yang mulai penasaran dengan hal yang tidak penting
" apa pertanyaan itu penting sekarang " jawab hanbin dengan sinis " kamu harus siapkan kata kata yang meyakinkan, jangan sampai sudah di dalam kamu malah tidak bisa bicara apa apa yah " ancam hanbin
" iya saya tau " kata yeri manyun
" ayo masuk " ajak hanbin mulai memasuki halaman rumah nya di ikuti yeri yang juga berjalan tepat di belakang hanbin " eomma... eomma? " panggil hanbin begitu dia memasuki rumah
" sepi banget rumah nya pak. lagi pada keluar mungkin " kata yeri memperhatikan keseluruhan isi rumah hanbin
" pada kemana sih " gerutu hanbin yang tidak kunjung menemukan sosok mama nya
" Bi " panggil ibu jang begitu melihat kedatangan putra nya dari taman belakang " eomma yeogi " teriak ibu jang dengan melambaikan tangan nya
begitu melihat keberadaan mama nya, hanbin langsung bergegas ke taman belakang, agar dia tidak membuang buang waktu. tapi begitu sudah di taman pandangan hanbin langsung tertuju pada kerumunan ibu ibu yang sedang berkumpul.
" eomma kenapa banyak orang disini " tanya hanbin berbisik
" semua ahjumma ini teman eomma. biar lebih ramai rumah. lagian kamu juga tidak pernah mau pulang kesini lagi " jawab ibu jang yang tidak sedikitpun mengalihkan tatapan nya dari yeri
" ke dalam dulu, bi mau ngomong sebentar " ajak bi memegang tangan mama nya
" ngomong nanti kan bisa, sekarang eomma kenalin kamu pada mereka semua " ucap ibu jang merangkul yeri dan membawanya mendekat pada kumpulan ibu ibu itu
" bi kamu apa kabar " sapa salah satu ibu ibu itu
" baik tante " jawab bi dengan sedikit ramah
__ADS_1
" Naahh. sekarang kenalin ini yeri " ucap ibu jang dengan sangat bangga nya mengenalkan yeri " ini menantuku " tambah ibu jang yang langsung membuat hanbin dan juga yeri menoleh kaget dengan bersamaan pada ibu jang " kalian lihat kan, calon istri nya bi sangat cantik "
yeri dan hanbin masih mematung di tempat nya. mereka tidak berkata apa apa lagi dengan ucapan ibu jang barusan, bahkan saat semua nya mengiyakan pemberitahuan ibu jang, hanbin dan yeri kembali saling menoleh satu sama lain.
" nanti aku kabari lagi secepat nya, kalau mereka sudah menentukan tanggal pernikahan " tambah ibu jang dengan gembira nya menggandeng yeri agar ikut duduk bersama teman teman nya
" eonnie sangat senang sekali seperti nya " ucap teman ibu jang
" itu sudah pasti. akhir nya aku bisa mengenalkan menantuku pada kalian semua " jawab ibu jang dengan bangga
" eomma. seperti nya kita harus bicara dulu sebentar " ucap hanbin mendekati mama nya " ikut bi sebentar " tambah bi melihat yeri yang sudah menunjukkan wajah pucat nya
" nanti saja bi " tolak ibu jang
" eomma sebentaaarr saja " pinta bi dengan memelas " yeri kamu juga ikut " kata bi menarik tangan mama nya ke dalam rumah
" kamu mau bicara apa sih " tanya ibu jang begitu mereka sudah berada di dalam rumah
" kenapa eomma bilang pada semua kalau yeri calon istri bi. eomma kenapa harus bersikap seperti itu " tanya hanbin dengan sedikit marah " bi tidak pernah bilang kalau bi mau menikah, dan eomma sangat tau itu " omel hanbin membuat yeri kaget dengan sikap kasar bos nya ini
" bukan nya kalian memang berpacaran " ucap ibu jang dengan pelan, ibu jang tau kalau perbuatan nya barusan sudah membuat anak nya marah saat ini
" Bi TIDAK PERNAH BILANG SEPERTI ITU " bentak hanbin membuat ibu jang dan juga yeri sangat kaget dengan kemarahan hanbin yang diluar dugaan " yeri sebaik nya kamu pulang duluan " kata bi menoleh ke arah yeri
" iya. saya permisi " ucap yeri meninggalkan rumah itu dengan perasaan yang kacau. dia merasa sangat tidak enak dengan ibu jang dan sekaligus merasa kasihan saat melihat expresi takut di wajah ibu jang saat hanbin membentak mama nya
" dia kan bisa bicara baik baik. tidak perlu harus membentak mama nya seperti itu " ucap yeri memperhatikan bangunan rumah itu dari luar sebelum akhir nya meninggalkan tempat itu.
__ADS_1