
"tidak habis pikir tante. kok bisa bisa nya ada gosip yang jelek begitu tentang hanbinku, Jiwan seharus nya kamu cari dong siapa pelaku nya. tante tidak rela ada rumor yang jelek tentang hanbin" oceh ibu jang dengan mengipas ngipas kan tangan nya. seakan-akan mencari udara yang bisa membuat nya sedikit adem
"mending tante dengerin aku dulu sebentar, Jiwan bisa jelasin semua tentang gosip yang tante dengar." ucap Jiwan dengan lembut nya
"tante mau ketemu Bi dulu" jawab ibu jang langsung berjalan pergi begitu pintu lift terbuka
dengan wajah serius nya ibu jang bergegas menyusuri lorong yang menuju ke ruangan anak nya, tidak ada sedikit pun senyuman di wajah nya, yang ada hanya kerutan wajah yang selama ini dia sembunyikan di balik polesan make_up ..
beberapa karyawan yang melihat ibu jang datang dengan expresi serius merasa heran, karena tidak biasa nya ibu bos mereka datang dengan expresi seperti itu, walau pun ibu jang jarang datang ke kantor tapi sekali nya dia datang pasti akan heboh ..
ibu jang yang sangat ramah, dia pasti akan menanyakan kabar setiap karyawan yang dia temui. dan tidak jarang juga dia akan membawakan beberapa makanan yang selalu dia berikan pada Dina dan kawan kawan nya ...
"Biii" ucap ibu jang begitu berhasil membuka gagang pintu ruangan anak nya
"Eomma." jawab hanbin dengan sedikit kaget dengan kedatangan mama nya yang sangat mendadak "kenapa disini. kok enggak bilang kalau mau datang" tanya hanbin menghampiri mama nya
"ada masalah,?" tanya hanbin seperti tau tujuan mama nya datang
"kamu...... Ggg... aayy?" ucap ibu jang dengan sangat tidak sanggup mengucapkan 3 kata itu
__ADS_1
"mama ngomong apa sih" tanya hanbin lagi dengan pelan nya sesekali hanbin melirik Jiwan yang berdiri di belakang ibu jang, hanbin mengharapkan penjelasan ada apa dengan mama nya ini
"mending kita duduk dulu tante. kita bisa bicara pelan pelan" ucap jiwan merangkul ibu jang dan membantu nya duduk
"eomma bisa terkena serangan jantung mendadak kalau itu benar" ucap ibu jang dengan melihat hanbin "kamu anak eomma satu satu nya Bi, mama turutin semua apapun yang kamu mau. tapi kalau yang satu itu kamu bisa membuat mama mati"
"eomma ngomong yang jelas, memang nya Bi bisa ngerti tiba tiba mama dateng ngomong begini" jawab hanbin masih kebingungan
"masalah kamu gay" ucap ibu jang akhir nya dengan mata berkaca kaca memandang putra nya "kenapa kamu selalu menolak setiap mama jodohin dengan perempuan cantik?"
"eomma buru buru yah kesini nya.?" tebak hanbin menatap mama nya "muka eomma pucet, rambut eomma juga berantakan lagian baju apa ini yang eomma pakai" ucap hanbin masih sempat sempat nya mengomentari penampilan mama nya
"eomma dengar dari mana sih gosib begitu, lagian eomma percaya kalau Bi gay" ucap hanbin dengan menggeleng gelengkan kepala nya "Bi masih normal mam, masih suka perempuan juga."
"tapi gosip itu gimana, selama ini kamu jarang bergaul dengan perempuan, yang selalu kamu temui setiap hari nya cuman??" ibu jang tiba tiba terdiam, dan perlahan membalikkan badan nya menghadap Jiwan dengan frustasi
"tante jangan mikir yang aneh aneh yah.." ucap jiwan seperti tau apa yang ibu jang pikirkan
"Jiwan na. kamu dan Bi," tebak ibu jang sambil menutup mulut dengan ke 2 tangan nya
__ADS_1
"eomma apa sih mikir nya. Bi masih waras, gak usah kemakan gosip murahan begitu lah" ucap hanbin dengan kesal menanggapi gosip itu "udah eomma palli ga, Bi masih banyak kerjaan." hanbin beranjak dari tempat dia duduk dan kembali ke kursi nya
"iyah mending tante pulang dulu. masalah gosip itu enggak benar kok, nanti biar Jiwan yang cari biang gosip nya." ucap Jiwan dengan mengelus elus punggung ibu jang, Jiwan memang selalu mahir dalam bersikap lembut dengan semua lawan jenis nya dan itu berlawanan dengan sifat hanbin
"Bi kamu gak mau peluk mama.." tanya ibu jang yang sudah berdiri di depan meja hanbin
"astaga eomma" keluh hanbin begitu melihat mama nya sudah membentangkan ke2 tangan nya, dan ini salah satu yang membuat hanbin sangat malas untuk ketemu mama nya, karena dia masih selalu di perlakukan seperti anak kecil
"mama mau peluk kamu, suruh siapa kamu enggak pulang pulang ke rumah, kamu pikir mama tidak kangen.." ucap ibu jang dengan cemberut
"mama kebiasaan deehh, kalau ketemu selalu minta peluk." gerutu hanbin menghampiri mama nya, kedua alis nya hanbin kerutkan pertanda kalau memang dia tidak suka dengan kebiasaan mama nya yang satu ini, tapi kalau keinginan mama nya tidak di kabulin makin lama dia disini
"kamu kan anak eomma kenapa harus malu kalau eomma peluk. Jiwan ajah masih selalu di cium sama ibu nya setiap hari." ucap ibu jang membela diri, dengan menahan senyuman nya ibu jang langsung bergerak cepat menarik putra tersayang nya ke dalam pelukan ...
mau sebesar apapun hanbin sekarang, setua apapun usia nya, dia tetap putra kecil yang menggemaskan di mata ibu jang, walau pun sifat nya terkadang sangat cuek dan terkadang juga galak dengan mama nya sendiri, tapi ibu jang tau hanbin sangat menyayangi mama nya, walau pun hanbin sendiri tidak menunjukkan tapi cukup dengan perhatian nya yang dia perlihatkan melalui Jiwan ...
tanpa hanbin sadari sendiri, dia sering menanyakan keadaan mama nya di sela sela kesibukan nya, bagaimana keadaan mama nya hari ini.??
apa mama masih sering mengeluh sakit..??
__ADS_1
apa stok obat mama masih ada..??