
tidak ada yang bisa membuat hanbin agar meninggalkan mi rae. sekalipun itu orang tua hanbin sendiri, dan seburuk apapun hubungan antara ibu jang dengan mi rae itu tidak akan mempengaruhi hanbin. karena hanbin masih percaya kalau dia bisa membuat mama nya dapat menerima mi rae suatu saat nanti.
sedangkan mi rae?
tidak ada sedikitpun niatan mi rae yang hanbin lihat agar dia bisa dekat dengan orang tua nya. mi rae seakan menutup rapat telinga nya setiap kali hanbin meminta nya agar lebih mendekatkan diri pada mama nya. entah apa alasan nya. hanbin juga tidak tahu. ibarat kan air dengan minyak, itulah mereka yang tidak pernah bisa menyatu setiap hanbin berusaha mempertemukan kedua nya. seperti ada yang mereka sembunyikan dari hanbin mengenai permasalah di antara mereka. dan itu hanya mereka berdua yang tau.
"eomma waee?" tanya hanbin membujuk mama nya yang masih sangat marah lantaran hanbin lebih memperdulikan pacar nya lebih dulu dari pada orang tua nya sendiri "bi kan sudah di rumah sekarang" kata hanbin
"neo. jeongmal jjajeungna neyo aljanha" gerutu ibu jang masih menatap sinis pada putra nya
"ara, bi tau kalau bi sangat menyebalkan" ucap bi membenarkan ucapan ibu jang dan langsung memeluk nya agar tidak marah lagi "eomma mianhae" ucap hanbin dengan sangat menyesal
"apa kamu begitu merindukan perempuan itu? sampai-sampai dia yang selalu kamu utamakan?" ucap ibu jang yang masih sedikit emosi
"eomma. yeojaneun ireumi isseoyo, mi rae. geunyeoui ireumeun mi rae " kata hanbin dengan tegas menyebut nama mi rae
"terserah mau siapa nama nya. eomma tidak perduli" ucap ibu jang dengan santai nya "kamu masuk kamar, eomma tidak mau berdebat lagi sama kamu" ucap ibu jang melepaskan pelukan hanbin
"ahh waee? bi tidak sedang mau berdebat" jawab hanbin
__ADS_1
"geojismal. eomma ara apa yang sedang kamu pikirkan sekarang, dan jawaban nya tetap TIDAK. andwae" tegas ibu jang meninggalkan hanbin
"mwo? mwoga aniya" teriak hanbin menyusul mama nya yang sudah sangat konsisten dengan jawaban tidak nya "eommaaa. bi bahkan belum bilang apa-apa" ucap bi masih terus mencoba
"joha. museun malhago sipeo, eomma akan dengar?" ucap ibu jang yang berbalik menantang apa mau nya hanbin saat ini
"eomma. bi hanya berharap agar eomma bisa menerima mi rae. mi rae tidak seburuk yang eomma pikirkan. geuraeseo eomma, bersikap baik lah pada mi rae" ucap hanbin memegang terus tangan mama nya dengan sungguh-sungguh sembari menatap ibu jang dengan raut wajah yang begitu sedih
"kamu tidak salah memohon seperti itu pada eomma demi wanita itu. eomma tidak pernah mengajarkan kamu seperti ini hanya demi seorang wanita" bentak ibu jang kembali memuncak amarah nya saat hanbin menatapnya dengan tatapan yang sangat terlihat menyedihkan
"bi ingin segera menikahi nya. dalam waktu dekat ini" kata hanbin dengan tiba-tiba
"mwoo? neo banggeum mwolago haesseo?" seperti tidak percaya dengan apa yang di dengar. ibu jang langsung menghempaskan tangan hanbin dengan marah dan memegang pundak hanbin dengan keras "neoneun michyeosseo" teriak ibu jang tidak habis pikir dengan apa yang ada di dalam otak anak nya ini
"mi rae hanya tidak pantas untukmu" ucap ibu jang dengan yakin
"tto tto tto" teriak hanbin dengan marah "selalu itu yang eomma ucapkan. eomma tidak tahu apa-apa tentang mi rae, eommaneun mi rae daehae amugeosdo molla. jadi jangan menyebut mi rae tidak pantas untuk bi" bentak hanbin yang seperti sudah kelepasan amarah nya
dan keributan antar ibu dan anak itu sampai membuat soohae, jiwan bahkan papa hanbin turun dari lantai atas begitu mendengar teriakan hanbin yang sangat keras. mereka semua kaget begitu melihat pertengkaran yang hanbin sebabkan. bukan itu saja yang membuat mereka terkejut, melihat sifat hanbin yang terlihat sangat berbeda. hanbin tidak pernah berbicara keras apalagi sampai berteriak pada mama nya. tapi malam itu hanbin bahkan menunjukkan wajah yang sangat menyeramkan saat dia marah dan berteriak pada ibu jang
__ADS_1
"ADA APA INI???" teriak han jong dengan marah melihat hanbin yang berteriak pada mama nya
"neo wae geurae?" kata jiwan langsung menghampiri hanbin dan menarik nya menjauhi ibu jang
"ige mwoya?" tanya han jong lagi menatap hanbin dan juga istri nya dengan bergantian "KIM HANBIN" teriak han jong semakin marah karena hanbin tetap diam setelah dia membentak mama nya
"yeobo" ucap ibu jang mencoba menghentikan suami nya
"apa kamu tidak merasa bersalah, neoneun neoui eommaege soli chyeossda" tanya han jong menatap hanbin yang tetap terdiam dan mengalihkan pandangan nya dari kedua orang tuanya "kamu tidak mau minta maaf?" tanya han jong sekali lagi "jangan minta maaf karena dia eommamu, tapi minta maaf lah karena dia istriku. appa tidak akan membiarkan kamu bersikap kurang ajar terhadap wanitaku, sekalipun kamu anakku" ucap han jong dengan sangat tegas mengancam hanbin
"oppa geumanhae" ucap jang merasa tidak tega melihat suami nya memarahi hanbin.
"mwohaneungeoya? seodulleo sagwa hae" ceplos jiwan menyenggol lengan hanbin agar cepat-cepat meminta maaf sebelum han jong ahjussi kembali marah "bi-ya" jiwan langsung memukul kepala hanbin karena hanbin terus menerus diam
"geureohgehagi sirheoyo?" tanya han jong sekali lagi
"mianhaeyo. eomma mianhae" ucap hanbin dengan sangat singkat dan langsung berlalu pergi setelah mengatakan dia minta maaf.
dengan perasaan yang sudah bercampur aduk. hanbin mengendarai mobil nya dengan penuh emosi. dia merasa semua nya sudah sangat kacau, hanbin menyadari apa yang barusan dia lakukan pada mama nya memang tidak pantas. dia membentak mama nya yang bahkan selama ini tidak pernah dia lakukan.
__ADS_1
dia selalu saja begitu sensitif, bahkan gampang terpancing emosi setiap kali membahas hubungan nya dengan mi rae. dia tidak ingin selalu bertengkar dengan mama nya setiap membahas mi rae. tapi pertengkaran itu selalu saja tidak bisa di hindari. baik dia sendiri atau mama nya yang akan kelepasan emosi saat mereka sudah membahas itu. masalah ini tidak akan selesai begitu saja. sampai ada salah satu dari mereka yang mau mengalah.
entah keluarga nya yang berbesar hati mau menerima mi rae dengan tangan terbuka. atau AKU SENDIRI YANG MENGAKHIRI HUBUNGAN INI.