
sudah seminggu lebih sejak pertengkaran malam itu. dan hanbin tidak lagi pulang ke rumah, melainkan menginap di apartemen mi rae. seminggu penuh hanbin habiskan waktu nya hanya dengan bersama mi rae. mengantar mi rae bekerja dan kembali menjemput nya di sore hari.
siang ini hanbin tengah pergi ke kantor papa nya. karena sudah beberapa hari yang lalu sebenar nya jiwan menyuruh hanbin untuk datang menemui papa nya. tapi hanbin terlalu malu menghadapi papa nya setelah kejadian itu
" oo wasseo" ucap jiwan begitu melihat hanbin keluar dari dalam lift "dina kamu sudah pernah ketemu hanbin" tanya jiwan pada dina yang kebetulan sedang bersama nya
"belum pak" jawab dina
"hyeong. abeoji ada di dalam?" tanya hanbin pelan
"ada. ahjussi baru saja selesai rapat, kamu masuk ajah" kata jiwan dengan merangkul hanbin "bicara baik-baik. ahjussi masih sedikit marah padamu" bisik jiwan sebelum membiarkan hanbin berjalan pergi kearah ruangan papa nya
"pak han jong jadi cuti pak?" tanya dina masih memperhatikan langkah hanbin
"bukan cuti. tapi pensiun. itu dia pengganti nya" jawab jiwan menunjuk ke arah punggung hanbin
sedangkan hanbin kini sudah berada di dalam ruangan papa nya setelah di izinkan masuk. di dalam ruangan itu hanbin hanya duduk terdiam sembari mencuri-curi pandang ke arah papa nya yang sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon.
"jigeum eodi saseyo?" tanya han jong begitu dia mengakhiri panggilan telepon nya "apa tinggal dengan orang lain lebih nyaman dari pada di rumah sendiri?" ucap han jong lagi menyindir putra nya
"aniya" jawab hanbin pelan
__ADS_1
"kemasi barang-barangmu. dan tinggal lah di apartemen yang sudah appa carikan. kalau nanti kamu sudah merasa tenang kamu boleh pulang ke rumah" ucap han jong yang sudah berpindah tempat duduk di samping hanbin
"abeoji. eommaneun eottae?" tanya hanbin mengenai mama nya. karena sampai sekarang hanbin sendiri belum berkomunikasi dengan mama nya secara langsung. bahkan saat jiwan memberitahu nya kalau sudah beberapa hari ini kondisi ibu jang sedang kuras baik. jadi hanbin berpikiran kalau mama nya sakit karena ucapan nya yang memberitahu kalau dia akan menikahi mi rae
"gwaenchanha. mama kamu sudah tidak apa-apa" jawab han jong "jadi. segera selesaikan masalah pribadimu sesegera mungkin. mau berapa lama lagi kamu akan seperti ini? tegas han jong menatap hanbin "berpikirlah lebih dewasa lagi. dan lakukan pekerjaanmu dengan baik selayak nya orang dewasa" nasehat hanjong dengan menepuk punggung putra pelan
"eommareul seoldeug halsu eobsseubnikka?" kata hanbin dengan nada suara yang sedikit serak
"ne eomma pasti punya alasan yang kuat kenapa dia begitu sangat menentang hubungan kalian. mungkin saat ini dia tidak ingin kamu tahu alasan seperti apa itu, tapi kamu harus percaya satu hal. kalau tidak ada orang tua dimana pun yang akan menentang segala hal yang bisa membuat putra nya bahagia. terkecuali sebalik nya" jelas hanjong "sekarang kamu pulang, appa akan suruh hyeong mu untuk mengantar barang-barang keperluanmu"
"appa gomawoyo" hanbin memeluk papa nya sebelum berpamitan.
setelah keluar dari gedung itu hanbin semakin memikirkan dengan sangat rinci apa yang barusan papa nya ucapkan. tidak ada orang tua dimanapun yang tidak ingin anak nya tidak bahagia. dan hanbin sangat menyadari hal itu.
"oppa mau pergi?" tanya mi rae begitu melihat hanbin tengah merapikan baju-baju nya
"Oo. oppa akan pulang ke rumah" jawab hanbin dengan tersenyum "gimana acara nya, lancar?" tanya hanbin meraih tangan mi rae agar dia duduk di samping nya
"sangat lancar. dan aku punya berita bagus buat oppa" kata mi rae dengan begitu bersemangat ingin bercerita "aku akan mutasi ke cabang di jepang, lusa aku akan berangkat" ucap mi rae dengan sangat bahagia memberitahu hanbin
"Oo jinjihage. chughahae" hanbin langsung memeluk mi rae dengan bahagia begitu mendengar kabar itu
__ADS_1
"oppa geogi haengboghage hamkke salja. oppa narang gat-i gago sipeo?" ucap mi rae yang membuat expresi hanbin langsung berubah total "oppa mau kan?"
"dengarkan oppa sebentar. oppa tidak bisa pergi kemana-mana lagi sekarang. oppa harus tetap disini" kata hanbin dengan pelan "oppa sangat senang akhir nya kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau. dan kamu harus tetap pergi, walau tanpa opa" ucap hanbin dengan menggenggam erat tangan mi rae
"aaa waee. oppa sudah janji kemarin kalau kita akan pindah bersama" balas mi rae dengan cemberut "kalau mi rae sendiri yang pindah kita akan semakin susah lagi bertemu nya. oppa tidak mau tinggal sama aku? oppa kenapa cuma diam?" oceh mi rae dengan segala alasan nya agar hanbin mau pergi bersama nya "apa ini karena eommonie? oppa tidak mau pergi karena eommonie larang? iyakan?" tebak mi rae dengan sangat yakin
"eomma ttaemuni aniya. oppa harus tetap disini karena oppa harus membantu appa di perusahaan" jelas hanbin terus menatap mi rae
"tapi oppa akan sering pergi menemuiku kan? oppa akan langsung datang kan kalau aku minta?" tanya mi rae
hanbin hanya terdiam. dia tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan sederhana mi rae saat ini. berbeda dengan saat dia akan pergi untuk sekolah dulu, tanpa mi rae tanyapun hanbin sudah meyakinkan mi rae kalau dia akan sering-sering pulang. tapi kali ini lain.
"oppa waee. kenapa oppa diam? oppa tidak mau menemuiku nanti?" tanya mi rae mengguncang-guncang pundak hanbin yang terdiam. bahkan hanbin sudah tidak lagi berani menatap mi rae "oppa kenapa sih? jawab aku dong" mi rae sudah mulai merasa kesal. karena tidak biasa nya hanbin akan diam seperti ini. "jangan bilang kalau oppa tidak akan menemuiku lagi?" tebak mi rae dengan suara bergetar. bahkan untuk mengucapkan kalimat itupun mi rae sangat ragu "OPPA JAWAB." bentak mi rae dengan emosi
"mianhae. oppa jeongmal mianhae mi rae-ya" ucap hanbin dengan sangat berat hati "oppa tidak bisa lagi menemuimu kedepan nya"
"oppa kenapa minta maaf. oppa tinggal jawab, kalau oppa akan terus menemuiku nanti" ucap mi rae geram dengan sikap hanbin "Oppaaa" teriak mi rae memukul lengan hanbin
"kita akhiri hubungan ini" kata hanbin akhir nya. dengan sangat berat hati hanbin harus menatap mi rae yang sudah terdiam. terlihat jelas dari expresi wajah mi rae kalau saat ini dia tengah syok begitu mendengar ucapan hanbin "mianhae"
tidak ada kata-kata lagi yang keluar dari mi rae. dia hanya terdiam menatap hanbin dengan tidak percaya pada apa yang barusan dia dengar dari oppa nya ini. "wae??" tanya mi rae berusaha menahan tangis nya "oppa sudah tidak menyukaiku lagi?"
__ADS_1
"oppa mianhae" hanya ucapan itu yang terus menerus yang keluar dari mulut hanbin. dia tidak bisa menjelaskan semua permasalahan nya pada mi rae "oppa harus pergi" hanbin beranjak dari duduk nya dan keluar meninggalkan mi rae yang masih mematung di tempat nya
"gajima. OPPA GAJIMAAA" ucap mi rae dari dalam kamar nya, dia yakin kalau hanbin tidak akan setega itu meninggalkan dia, dia yakin kalau oppa nya saat ini sedang mengerjai nya, karena hanbin tidak mungkin akan meninggalkan dia "oppa gajima. gajima jebal jebal. oppaaaaaa" teriak mi rae histeris. tangis nya seketika pecah begitu hanbin meninggalkan apartemen nya tanpa sekalipun melihat nya lagi.