
"Hhaahhhh.. tidur berdua dalam satu kamar. maksud nya gimana?" tanya hyeri terkejut
"yah kalau eomma setiap hari kesini, apa kamu tidak akan bosen selalu memindahkan barang-barangmu dari kamar ke kamar lain. yah pastinya kita akan tidur dalam satu kamarlah agar eomma tidak curiga" jawab hanbin
"yah kalau begitu pak hanbin cegah ibu jang kesini dong" oceh hyeri panik "saya masih 19 tahun pak, di suruh beracting jadi istri dan menantu masih bisa saya usahakan. tapi kalau tidur satu kamar..." hyeri tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena terlalu panik
"tidur dalam satu kamar bukan berarti kita juga harus berhubungan badankan. lagian juga aku tidak tertarik sama sekali menyentuh badan kamu" kata hanbin dengan memperhatikan hyeri dari atas sampai ujung kakinya
"siapa yang tahu pikiran orang kedepannya nanti. pak hanbin bisa bicara begitu sekarang, tapi nanti. tidak ada yang tahu nanti seperti apa" balas hyeri tidak mau kalah
"aku bisa jamin akan hal itu" ucap hanbin yakin
"apa yang bisa pak hanbin jaminkan?" tantang hyeri
"rumah ini jaminan nya" kata hanbin dengan tegas
"hahaa... pak hanbin lucu yah. memangnya keperawanan saya bisa di hargai dengan sebuah rumah" bentak hyeri mulai tersinggung dan kesal dengan ucapan hanbin
"ya lalu mau kamu apa? di dalam kontrakkan juga sudah tertulis kalau dalam situasi mendesak kita harus seperti itu. lagian kita juga sudah pernah tidur dalam satu kamar bahkan satu ranjang kok. apa yang kamu ributin" kata hanbin
"itu sama sekarang yah beda pak." protes hyeri dengan cepat
__ADS_1
"yah terserah kamu ajah gimana mau nya. yang jelas kita akan tetap melakukan apa yang sudah kita sepakati di kontrak. dan kamu tidak bisa protes akan hal itu" kata hanbin. tidak mau berlama-lama berdebat dengan hyeri, hanbin langsung meninggalkan hyeri yang masih mematung "KECUALI KAMU MAU AKU MEMBATALKAN KEPEMILIKAN APARTEMEN ITU" teriak hanbin dari dalam kamarnya
"hah, dasar licik, bisa nya cuma mengancam" gerutu hyeri sambil menatap pintu kamar hanbin dengan tatapan kebencian "kalau ibu jang benar-benar sering kesini bisa repot urusan, belom juga itu apartemen aku lihat bentuk wujud nya" keluh hyeri pusing "mikir nya besok aja. hari ini aku benar-benar capek"
hyeri langsung masuk ke dalam kamar nya. hari ini dia sudah berusaha bekerja dengan keras. jadi biarkan untuk malam ini dia berhenti dulu untuk memikirkan segala hal nya tentang bagaimana kehidupannya kedepan. karena setelah memutuskan pindah kesini hampir setiap malam dia selalu memikirkan segala hal yang seharusnya tidak perlu dia pikirkan sekarang.
*******
besok harinya.
hyeri tengah berada di dalam taksi yang sedang menuju ke sebuah mall yang tidak jauh dari apartemen hanbin. tepat setelah jam kantor selesai, hyeri langsung bergegas keluar gedung untuk menemui ibu mertua nya yang saat ini sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan. tanpa perlu mikir lagi hyeri langsung mengabari jang kalau dia akan menyusul begitu jam kerja nya selesai.
begitu sampai. hyeri langsung menuju ke toko yang sudah jang kasih tau. dan benar, dari kejauhan dia sudah bisa melihat mertuanya yang sedang duduk bercengkrama dengan pegawai toko "eomma.." panggil hyeri
"eomma, ikut hyeri sebentar" ucap hyeri pelan dan merangkul jang pergi sedikit menjauh dari pegawai itu "eomma. aku dan oppa benar-benar tidak butuh perabotan baru, di apartemen oppa semuanya masih sangat bagus, dan sayang kalau harus di ganti" jelas hyeri dengan hati-hati
"ani, bukan eomma yang membelikannya" jawab jang membuat hyeri bingung
"lalu. eomma disini sedang apa kalau bukan ingin membeli barang?" tanya hyeri
"Eommonie" teriak seseorang dari kejauhan. sontak hyeri juga langsung menoleh ke asal suara itu "imi mame deuleoyo?"
__ADS_1
"aigoo wae eomma yang harus milih. yeogi, hanbin wife" kata jang merangkul hyeri agar bertatapan dengan pria asing itu
"Omoo. jinjja" dengan expresi kaget nya orang itu terus menerus menatap hyeri dengan penuh kagum "annyeonghaseyo jeoneun hanbin ui sachon kim Luois ibnida" sapa Loui dengan sangat sopan
"ah, annyeonghaseyo saya hyeri" balas hyeri yang juga langsung membungkukkan badan nya mengikuti Loui
"hyeri, loui ini sepupunya bi. kamu akan sering bertemu dia, karena loui sering bolak balik korea-jakarta" jelas jang yang langsung hyeri mengerti "nah Loui ini yang mau membelikan kalian hadiah pernikahan sekarang. makanya kamu bebas mau pilih apa saja" tambah jang membuat hyeri kembali mengerutkan kening nya
"ahh tidak perlu eomma, di rumah benar-benar tidak butuh perabotan baru eomma" tolak hyeri agar jang mengerti
"hanbin jib-i anila, neoleul wihaeseo" balas Loui dengan tersenyum ramah
"aku" kata hyeri menunjuk pada dirinya sendiri "kenapa untuk aku?" tanya hyeri semakin tidak mengerti dengan situasi saat ini
"ini hadiah pernikahan yang Loui kasih untuk kamu, karena hanbin tidak akan menerima apapun yang Loui kasih, jadi Loui ingin memberikan hadiah itu pada kamu pribadi" jelas jang
"ya ampun. Loui oppa terima kasih untuk hadiah nya, tapi benar-benar aku tidak bisa menerima hadiah nya, lagi pula mau dikemanakan hadiahnya, di apartemen bi oppa tidak akan bisa" kata hyeri
"ini untukmu, jadi akan di kirim ke apartemenmu" kata Loui akhirnya
"tapi aku tidak punya apartemen" jawab hyeri cepat "maksud aku, aku tidak ada rumah lain selain di apartemen hanbin oppa"
__ADS_1
"looh, bukan nya hanbin sudah memberikan apartemen yang di kemang itu pada kamu" ucap jang membuat hyeri kaget "disana kan kosong tidak ada satupun barang, lagian hanbin kenapa juga malah memberikan kamu apartemen tua itu, bagunan nya saja eomma tidak terlalu suka. nanti eomma akan bilang pada bi agar mencarikan apartemen yang lebih bagus dari pada disana" kata jang
"eomma jangan" kata hyeri dengan menahan kepanikannya. mencarikan apartemen baru yang lebih bagus. ini aja dia sama sekali belum melihat bagaimana wujud apartemen yang katanya punyaku. tapi dengan gampangnya jang malah ingin menyuruh anaknya membelikan yang jauh lebih bagus, bisa-bisa nanti itu apartemen tidak akan jadi dia miliki karena hanbin berpikiran kalau dia yang sudah menghasut mama nya untuk melakukan itu semua. dan masalah hadiah ini bagaimana? kedua orang ini sangat kekeh ingin memberikan hadiah yang sama sekali tidak bisa dibilang hadiah "aku tidak bisa terima hadiah dari Loui oppa eomma, aku takut hanbin oppa akan marah kalau aku menerimanya"