My Korean Oppa

My Korean Oppa
pertemuan aneh 2


__ADS_3

"Loooohh,,, pak hanbin..?" ucap yeri dengan sangat kaget nya "kok kok pak" ucap yeri dengan terbata bata, yeri masih mematung di tempat nx berdiri, dia terus menoleh ke segala arah, seperti mencari sesuatu


"Aahh. ini pasti bukan pak hanbin, mana mungkin pak hanbin di pasar malam begini" kata yeri dengan tersenyum pada diri nya sendiri .


tapi perasaan nya masih mengganjal, karena orang ini benar benar sangat mirip dengan bos nya, lagipula mana mungkin ada orang yang begitu sangat mirip nya .


dengan perasaan was was, yeri sedikit mengintip dari samping , di dalam hati nya dia terus berharap, semoga ini bukan seperti yang dia bayangkan.


dengan takut takut yeri menyentuh wajah orang ini dengan ujung jari, karena posisi nya terkurep jadi yeri dengan sangat hati hati menyentuh nya .


"ASTAGAAaaa..." ucap yeri lemas, wajah nya langsung pucat seketika , orang ini benar benar pak hanbin, seketika itu pula yeri langsung menjadi panik


"gimana yah. Eemmm apa aku minta tolong orang, apa aku telfon pak lee, tapi aku enggak punya nomer nya" ucap yeri dengan kebingungan. wajah nya sudah pucat dengan apa yang harus dia lakukan sekarang .


"aku harus gimana ini. pak hanbin pak. bapak bisa dengar saya?" ucap yeri gemetaran, dia terus melihat bos nya sendiri sedang tergeletak tepat di kaki nya, apa yang harus dia lakukan sekarang??


"pak hanbin, bapak sakit?" tanya yeri dengan berjongkok tepat di sebelah hanbin, karena tidak ada jawaban dari hanbin dengan berani yeri membalikkan badan bos nya itu agar dia bisa mengetahui kondisi nya


"gimana ini, apa aku telfon ambulans, takut nya pak hanbin kenapa kenapa" ucap yeri dengan panik, dia hanya terus memperhatikan tubuh bos nya itu dengan khawatir, apalagi sekarang ada darah yang mengalir dari dahi nya mungkin ini karena benturan saat dia terjatuh dan kepala nya mengenai aspal .


lagian bagaimana bisa dia pingsan di tempat seramai ini , bukan nya tadi dia sedang bersama dengan pak lee, atau dia sedang bersama dengan pak lee sekarang tapi mereka terpisah, aku harus bagaimana ini, aku tidak mungkin pergi mencari pak lee dan meninggalkan pak hanbin tergeletak disini ???

__ADS_1


"kenapa, pingsan yah, mau ibu bantuin panggil taksi untuk ke rumah sakit" tanya seorang ibu ibu yang ikutan berjongkok di samping yeri


"saya enggak tau bu, tiba tiba langsung begini" jawab yeri yang juga kebingungan sendiri


"tapi kamu kenal sama orang ini kan" tanya ibu itu lagi memastikan hubungan yeri dengan orang yang tidak sadarkan diri ini


"dia bos saya" jawab yeri pelan


mendengar jawaban yeri, ibu itu langsung memeriksa kondisi hanbin, memeriksa suhu tubuh nya dan saat ibu itu mendekat kan telinga nya di dada hanbin tiba tiba terdengar suara aneh yang membuat ibu itu langsung mengerutkan kening nya


dengan teliti ibu itu memperhatikan raut wajah hanbin, sampai akhir nya dia merasa yakin dengan penyakit orang ini


"sebaik nya kamu panggil taksi, kasihan bos kamu kalau terus terusan tidur di aspal seperti ini" kata ibu itu membuat yeri bingung


"dia ini sedang tidur. bukan nya pingsan. memang nya kamu tidak mendengar suara dengkuran nya sekarang" ucap ibu itu dengan menghela nafas panjang "seperti nya dia sedang mengkonsumsi obat tidur maka nya bisa seperti ini. kamu panggil taksi biar ibu yang jagain disini"


"TIDUR.?" ucap yeri kaget. bahkan dia seperti tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar


"udah sana kamu panggil taksi antar bos kamu pulang, kasian ini kalau tidak segera di obatin dahi nya" kata ibu itu lagi dengan membersikan cucuran darah yang sudah mengenai area mata


"mau di antar kemana? aku juga enggak tau rumah nya pak hanbin dimana" ucap yeri makin bingung lagi sekarang

__ADS_1


"terus ini mau di antar kemana? coba kamu telfon teman teman kamu yang lain siapa tau mereka tau" saran ibu itu


"telfon siapa? pak lee. tapi aku tidak punya nomer nya, atau ibu dina" ucap yeri pelan dan mencoba mencari kontak ibu dina di ponsel nya


setelah menemukan kontak yang di cari, dengan buru buru yeri menekan tombol panggil, yeri berharap ibu dina cepat mengangkat panggilan nya


"gimana dek? masih belun tau mau di bawa kemana ini bos kamu?" tanya ibu itu yang sudah memangku kepala hanbin agar tidak terkena aspal


"enggak di angkat angkat bu" jawab yeri hampir putus asa


"kamu tinggal dimana"


"aku di apartmen cempaka" jawab yeri cepat


"yasudah itu ada taksi di depan, kamu bawa saja dulu bos kamu ke rumah kamu, lagian mau sampai berapa lama lagi dia tiduran di aspal seperti ini" kata ibu itu langsung membuat yeri kaget


belum sempat yeri mencerna atau berontak dengan ucapan ibu itu soal dia yang harus membawa hanbin ke apartmen nya, tiba tiba sudah ada beberapa laki laki yang sudah siap menggotong hanbin dan memindahkan nya ke dalam taksi yang sudah siap juga .


"udah kamu enggak usah bengong, cepat berdiri itu bos kamu sudah di dalam taksi" kata ibu itu membuat yeri kembali sadar dari lamunan nya "nanti kamu bisa meminta bantuan ke pihak apartmen untuk bantuin kamu"


"iya iya" ucap yeri dengan expresi yang seperti sedang menahan tangis, bagaimana bisa dia harus membawa pak hanbin ke rumah nya, sedangkan dia hanya tinggal sendirian .

__ADS_1


di dalam taksi yeri hanya bisa pasrah dengan keadaan nya sekarang, apalagi dengan posisi nya yang sekarang, membiarkan hanbin tertidur dengan pulas di paha yang sudah berkeringat dingin .


"mimpi apa aku semalam, kenapa bisa ada kejadian begini sih" keluh yeri hampir menangis "dari sekian banyak nya orang, kenapa harus aku yang bertemu pak hanbin disini dengan kondisi begini lagi" ucap yeri dengan memandang ke luar jendela, pikiran nya benar benar kacau sekarang, perasaan nya takut karena ini tidak benar


__ADS_2