My Korean Oppa

My Korean Oppa
aktifitas sore hari


__ADS_3

dengan santai nya yeri berjalan di trotoar, menikmati sore hari dan juga sekeliling, pandangan nya terus tertuju ke berbagai arah dan beberapa orang yang juga berpapasan dengan nya .


sesampai nya di supermarket yeri langsung mengambil trolly dan mulai berkeliling mencari barang barang yang dia butuhkan .


semenjak mulai bekerja, yeri sudah memutuskan untuk tinggal sendiri di sebuah apartmen kecil yang di tawarkan rena, tidak terlalu mahal untuk biaya sewa dan segala macam pembayaran lain nya, bisa lah dia bayar dari setengah gaji nya karena apartmen itu sendiri memang punya keluarga rena sendiri, jadi saat yeri menceritakan bagaimana kondisi hidup nya selama tinggal dengan saudara nya, rena langsung menawarkan agar yeri bisa tinggal di apartmen itu .


jadi karena kondisi nya sekarang ini, yeri selalu berusaha sebaik dan semaksimal mungkin dalam pekerjaan nya sekarang, berharap setelah magang nya selesai dia bisa langsung dapat kontrak pekerjaan dan mendapatkan gaji dengan nominal lebih besar lagi .


menjalani hidup sendiri di kota sebesar ini bukan hal yang mudah untuk gadis 18 tahun, tanpa pantauan dari orang tua, tanpa bantuan dari keluarga dan tanpa perhatian dari siapapun, selama ini memang yeri tinggal dengan saudara jauh dari almarhum orang tua nya, tapi dia tidak bisa berharap terlalu jauh karena dia tinggal di rumah itu status nya menumpang, jadi segala hal keperluan nya sebisa mungkin dia tanggung sendiri, maka dari itu sebisa mungkin dia harus menghemat dengan uang nya sekarang .


"seperti nya aku harus stok sayur lebih banyak" ucap yeri begitu sampai di tempat sayur sayur segar "stok mie instan juga sudah habis, akhir akhir ini aku terlalu sering makan mie instan" gerutu yeri pada diri nya sendiri, mau tidak mau dia harus memaksa kan diri nya mengkonsumsi mie instan setiap dia mulai lapar, melihat pengeluaran nya yang belum stabil untuk dia bisa membeli makanan yang benar benar sehat


karena keperluan nya sudah yeri dapatkan semua, dengan santai nya dia mengelilingi setiap sudut supermarket siapa tau ada promo yang menarik dan tidak memerlukan biaya banyak


"kamu lagi belanja juga" sapa jiwan yang kebetulan ada disitu


"iya pak lee" jawab yeri dengan tersenyum ramah


"waahhh kamu belanja banyak juga yah, tapi kenapa isi trolly kamu kebanyakan mie instan semua" ucap jiwan begitu memperhatikan kebanyakan barang belanjaan yeri


"iya pak" jawab yeri dengan malu malu "pak lee sendirian. bapak beli apah" tanya yeri sambil memperhatikan juga barang belanjaan jiwan


"ini bukan belanjaan saya, saya cuma nganter" jawab jiwan "kamu jangan keseringan makan mie instan begitu, tidak baik buat pertumbuhan kamu" nasehat jiwan


"sedang apa kalian??" tanya hanbin yang tiba tiba muncul dengan membawa beberapa box berisikan macam macam buah

__ADS_1


"sedang ngobrol yah kan yeri" jawab jiwan dengan memamerkan senyuman ramah nya pada hanbin


"ayo kita pergi" ajak hanbin dengan cuek nya


"bye yeri. inget beli makanan yang bergizi" ucap jiwan meninggalkan yeri


"dia anak magang itu kan" tanya hanbin begitu mereka pergi meninggalkan yeri "bagaimana otak nya mau bekerja kalau makanan yang dia konsumsi semua nya tidak sehat seperti itu" koment hanbin dengan sinis nya


"kamu kan bos nya kenapa tidak kamu belikan beberapa makanan yang menurut kamu bergizi" jawab jiwan dengan santai nya


"dia kan sudah dapat gaji dari perusahaan, memang semahal apa makan itu di banding dengan gaji yang di terima nya" ucap hanbin


"tidak akan ada salah nya kan kalau kamu hanya memberikan beberapa bonus makanan kecil pada pegawai sendiri" ucap jiwan dengan santai nya


"kalau begitu kenapa bukan kamu saja yang memberikan bonus kecil itu, bonus mu yang kemarin tidak akan habis hanya gara gara makanan kecil" balas hanbin dengan meninggalkan jiwan yang hanya bisa mematung


dengan santai nya jiwan mengambil beberapa daging dan ayam dan juga buah buahan, dia sengaja mengambil bahan bahan itu untuk dia kasih ke yeri, karena dia tau kalau yeri tinggal sendirian di usia nya yang masih belum dewasa


"ngapain kamu??" tanya hanbin menghampiri jiwan lagi , pandangan hanbin tertuju ke isi trolly yang di dorong jiwan "kamu belanja juga, tidak biasa nya" ucap hanbin dengan penuh curiga


"kamu bayarin juga yah belanjaan ini, enggak banyak lah ini" kata jiwan dengan santai nya


"memang nya kamu sudah jatuh miskin sampai beginian ajah minta di bayarin" jawab hanbin


" lkalau di bayarin kan sensasi makan nya jadi berbeda" jawab jiwan dengan berjalan menuju ke kasir "setelah ini gw langsung pulang yah, gw ada acara sama hanna"

__ADS_1


"bilang ajah kalian mau pacaran, mumpung aku lagi enggak kasih kamu lemburan kan" tebak hanbin


"bisa di bilang seperti itu, udah cepat bayar biar kita cepat pulang" kata jiwan dengan mengumbar senyum nya


setelah selesai mereka langsung bergegas ke keluar, namun jiwan terus terusan melihat kesekeliling seperti mencari sesuatu, senyuman nya langsung melebar setelah melihat sosok yang sedang berdiri di depan dengan menenteng beberapa belanjaan nya


"YERII Han hyeriii" teriak jiwan sampai akhir nya yeri menyadari panggilan itu


"ada apa pak lee?" tanya yeri setelah menghampiri jiwan, pandangan yeri terus tertuju ke jiwan dan juga hanbin walau sesekali dia juga menghindari bertatapan dengan hanbin langsung


"ini buat kamu, dari pak hanbin" ucap jiwan dengan sangat lembut nya, sedangkan hanbin langsung mengerutkan kening nya begitu nama nya di bawa bawa


"kenapa ini buat saya pak??" tanya yeri masih belum mengerti maksud ucapan jiwan


"iyah buat kamu, pak hanbin belanja nya kebanyakan, jadi kamu tolong bantu habiskan yah" jelas jiwan dengan memasukkan barang yang dia beli ke kantong yeri dengan sedikit memaksa


"terima makasih banyak pak hanbin" ucap yeri dengan menunjukkan senyum nya ke arah hanbin


"Hhhmmm" sahut hanbin dengan ketus nya tidak ada sedikitpun keramahan dari raut wajah hanbin


"kamu mau sekalian gak pulang nya, kita kan juga lewat arah apartmen kamu" ajak jiwan


"enggak perlu pak lee terima kasih, saya masih ada perlu" tolak yeri dengan sangat sopan


"kalau gitu kita pergi dulu yah" pamit jiwan dengan berjalan meninggalkan yeri sendirian .

__ADS_1


sedangkan hanbin hanya bisa membuang nafas berat nya terhadap jiwan yang menurut nya terlalu berlebihan bersikap dengan bawahan nya .


__ADS_2