My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 13


__ADS_3

"mama ngapain disini" tanya jiwan dengan lembut mendekati mama nya


"eomma" panggil hanbin lagi karena ibu jang hanya diam dan menunduk tidak berani melihat pada anak nya "eomma wae?"


"Bi. eommaga jamsi deulleosseoyo, lagian kan eomma tidak mengganggu pekerjaan kamu" jawab ibu jang mencari alasan


"dengan eomma datang saja itu sudah mengganggu pekerjaan bi, sekarang eomma pulang imo juga pulang" ucap hanbin pada mama nya dan mama jiwan


"eomma akan pulang sebentar lagi, kamu kembali bekerja sana" kata ibu jang yang tidak terlalu perduli lagi dengan kemarahan anak nya. bahkan ibu jang langsung nyelonong meninggalkan hanbin dan masuk ke ruangan pegawai


"EOMMAaa" teriak hanbin mengejar mama nya sebelum dia mengacau pada yang lain


"mama kenapa tidak telfon jiwan kalau tante mau datang" tanya jiwan pada mama nya


"mianhae adeul" ucap soohae "mama akan membawa eonnie pulang" dengan cepat soohae juga mengejar ibu jang ke dalam


"eomma jebal ga" pinta hanbin menarik tangan mama nya sebelum mendekati pegawai nya "apa yang mau eomma lakukan disini? jangan menggangu waktu kerja"


"eomma tidak akan menggangu pegawai kamu, eomma hanya ingin lihat lihat saja kok" jawab ibu jang dengan santai nya


"eomma. jangan sampai bi marah yah" ucap bi dengan expresi yang mulai terpancing emosi nya "semua pegawai sedang melihat ke arah kita, bi tidak mau ada gosip yang aneh aneh lagi disini" bisik hanbin agar mama nya bisa mengerti


"arasseo. eomma pulang" ucap ibu jang dengan tiba tiba "kamu takut pegawai kamu mengetahui hubungan kalian kan. eomma mengerti, eomma tidak akan mencari dia kesini lagi" ucap ibu jang dengan menunjukkan senyuman bangga terhadap nya "soohae kita pulang" ucap ibu jang menarik tangan soohae meninggalkan hanbin yang mematung tidak percaya dengan apa yang sedang mama nya pikirkan "Bi EOMMA TUNGGU KALIAN DI RUMAH NANTI SORE, JANGAN SAMPAI EOMMA YANG DATANG MENEMUI KALIAN" teriak ibu jang seperti mengancam dari luar ruangan


"apa lagi ini?" tanya jiwan kebingungan


"hyeong. aku punya firasat buruk kedepan nya, kalau yeri sudah balik suruh ke ruanganku" ucap hanbin menghela nafas berat.


seharus nya semalam dia tidak kabur dari rumah, dengan begitu dia tidak akan menggunakan obat tidur itu. dan yang pasti nya kejadian tadi pagi tidak akan menjadi sangat rumit untuk kedepan nya, mama nya tidak akan tinggal diam sampai dia benar benar mau mengakui hubungan dengan yeri seperti apa yang mama nya mau, walaupun kenyataan nya memang berlawanan


dan kali ini hanbin lengah. dia kepergok menginap di rumah seorang wanita, jadi pasti mama nya akan berusaha dengan keras agar keinginan nya selama ini terwujudkan. yaitu menikah kan hanbin mengingat usia hanbin yang sudah tidak muda lagi.

__ADS_1


*****


sore hari nya yeri baru tiba di kantor dengan membawa kardus yang berisikan beberapa macam makanan yang dina ambilkan untuk nya. dia tidak menyangka kalau atasan nya benar benar mengambilkan begitu sangat banyak makanan untuk dia bawa pulang


"Waaahhh.... ini untuk di kirim kemana?" tanya dio begitu melihat banyak nya makanan yang yeri bawa dari pabrik


"ibu dina yang kasih" senyum yeri mengembang melihat tumpukan makanan nya


"untuk disini, bukan nya stok di kantor masih banyak" kata dia bingung


"untuk yeri bawa pulang itu" jelas dina yang baru saja muncul "tidak ada yang boleh memalak makanan itu dari yeri yah" ancam dina pada semua orang yang ada di ruangan itu


"Oh ya. yeri kamu di suruh ke ruangan pak hanbin" kata rena


"ada apa yeri di panggil" tanya dina


"gak tau. tadi pak lee yang bilang begitu tadi" jawab rena


"ada apa yah?" ucap yeri penasaran, dia mencoba meningat ngingat kembali apa dia sudah melakukan kesalahan, atau ada masalah dengan laporan dia sebelum nya "aku ke ruangan presdir dulu" kata yeri yang langsung bergegas menghadap hanbin


"masuk" jawab hanbin menoleh pada yeri "kamu beresin barang barang kamu dan temui saya di basemant" ucap hanbin


"di basemant. apa saya di pecat pak?" tanya yeri mulai panik "salah saya apa?"


"yang bilang saya mau pecat kamu siapa. temui saya di basemant tapi jangan sampai ada yang tau"


"apa ada masalah pak" tanya yeri dengan takut takut


"nanti kamu akan tau sendiri masalah nya apa. sekarang kamu keluar dan jangan kelamaan"


yeri keluar begitu saja dari ruangan hanbin tanpa banyak bertanya lagi. melihat dari raut wajah hanbin seperti nya tidak ada hal yang membuat suasana hati beliau buruk. tapi kenapa dia harus menyuruh nya datang ke basemant? tanpa harus ketahuan pegawai yang lain?

__ADS_1


"kenapa yeri, pak hanbin marah marah lagi?" tanya dio begitu melihat yeri melamun


"Oh enggak. pak hanbin enggak marah kok" jawab yeri sembari memperhatikan setiap orang di ruangan itu


"lalu kenapa wajah kamu kelihatan bingung begitu" kata dina yang juga memperhatikan yeri


"enggk, ini pertama kali nya pak hanbin bicara tanpa melototi saya" jawab yeri bercanda "biasa nya saya selalu gemetaran setiap keluar ruangan beliau"


"bagus. tapi itu tidak akan bertahan lama, karena sifat pak hanbin tidak bisa kita di tebak" ucap rena yang langsung mendapat anggukan dari yang lain nya


"Hmmm... saya pamit pulang dulu buk" ucap yeri sembari merapikan meja kerja nya


"Oh iya" jawab dina dengan santai


"yeri kamu gak mau batuin kaka lembur hari ini" kata rena dengan wajah melas


"besok pasti aku bantuin, tapi hari ini aku udah ada janji ketemu teman"


"fero yaaahh. kamu pacaran sama dia?" tebak rena menggoda yeri


"enggak. kita cuma teman dari dulu" jawab yeri meyakinkan "udah akhh. aku pulang duluan semua" pamit yeri meninggalkan ruangan itu.


dengan sangat hati hati yeri terus menerus melihat pada sekeliling saat dia akan menuju ke basemant, karena dia takut akan ketahuan pegawai lain. karena ini jam setengah 5 sore, jadi masih belum banyak bubaran pegawai pulang kerja dan itu juga yang menguntungkan yeri karena dia bisa dengan cepat menemui hanbin.


"buruan masuk" perintah hanbin begitu yeri mendekat pada mobil nya "kardus apa yang kamu bawa itu?" tanya hanbin begitu yeri duduk di kursi samping nya, dan kardus itu lah yang jadi perhatian hanbin


"Oh ini dari ibu dina, mau saya bawa pulang" jawab yeri dengan senang nya melihat tumpukan segala jenis makanan di dalam kardus itu


"harus yah itu di bawa sekarang, di tinggal di kantor kan bisa" oceh hanbin


"enggak bisa lah pak, saya kan pengen buru buru cobain ini semua" jawab yeri lagi "tapi ngomong ngomong pak hanbin ada perlu apa sama saya? dan sekarang kita menuju kemana?" tanya yeri memperhatikan hanbin dan juga jalanan sekitar

__ADS_1


"ke rumah orang tua saya dan ketemu mereka" jawab hanbin singkat


" rumah orang tua...... APPAAAAAAAAA "


__ADS_2