My Korean Oppa

My Korean Oppa
Gosip


__ADS_3

"sudah selesai?" tanya dina begitu yeri kembali


"sudah bu." jawab yeri tersenyum pelan dan kembali ke meja nya


"apa nya yang salah yeri.?" tanya rena sambil berbisik


"enggak, aku yang teledor laporan 3 bulan yang lalu yang aku kerjain kemaren.." jawab yeri dengan menunjukkan senyuman


"kok bisa? siapa yang ngasih kamu laporan itu" ucap rena kaget "pantes pak hanbin ngamuk begituh"


"udah lah kak gak usah di bahas, aku yang salah kok" ucap yeri dengan tenang nya


tidak perlu mempermasalahkan siapa yang memberi nya laporan itu, toh benar kata pak hanbin kalau dia sendiri yang kurang teliti sebelum mengerjai sesuatu..


lagi pula yeri mana berani memprotes langsung ke Resti yang kalau saja dia tidak salah memberikan file mungkin yeri tidak akan di situasi seperti ini..


*****


"apa kalian sudah dengar gosip beberapa hari ini?" ucap salah satu pegawai perempuan yang sedang berkumpul menunggu lift


"gosip mengenai pak hanbin itu kan" jawab salah satu dari mereka


"gosip apa sih? memang nya pak hanbin kenapa??"


"ya ampun, hampir semua orang di gedung ini sudah dengar kabar kalau pak hanbin itu ternyata suka cowok." ucap resti dengan yakin nya


"masa siihhh. gak percaya lah pak hanbin seganteng itu enggak mungkin, lagian bukti nya apa kalau pak hanbin gay"


"semua orang juga udah pada tau kali kalau pak hanbin itu alergi sama yang nama nya perempuan" jelas resti dengan meyakinkan "dari perlakuan ajah pak hanbin selalu lebih ramah sama karyawan cowok."


"bukan berarti gay juga kan"

__ADS_1


"memang selama ini kita pernah dengar pak hanbin punya pacar, orang aku dengar sendiri pak lee pernah bilang kalau ibu jang sedang ribut mau menjodohkan pak hanbin agar pak hanbin bisa kembali normal"


mendengar penjelasan resti yang sangat meyakinkan membuat gerombolan karyawan karyawan perempuan itu mempercayai gosip mengenai bis mereka...


tanpa mereka sadari ternyata dari awal obrolan mereka menggosip kan hanbin, hanbin sudah berdiri di samping tembok lift yang sedang mereka tunggu dan semua obrolan buruk mereka tentang hanbin sudah hanbin dengar dengan telinga nya sendiri ..


begitu mereka semua masuk ke dalam lift, hanbin yang sedari tadi hanya terdiam mendengarkan obrolan omong kosong karyawan nya ..


dia tidak habis fikir sebenar nya dengan gosip yang baru saja dia dengar langsung, siapa yang dengan berani nya sudah menyebarkan gosip murahan seperti itu tentang nya..??


"GAYYY. gw GAY" kata hanbin dengan expresi tidak percaya nya "berani berani nya mereka menyebarkan fitnah murahan seperti itu." dengan emosi nya hanbin langsung kembali lagi ke ruangan nya


saat dia hendak kembali ke ruangan nya, tidak sengaja hanbin melihat pegawai magang yang tadi pagi dia omeli sedang masuk ke dalam ruangan nya ..


dengan penasaran hanbin mengintip dari balik kaca luar yang langsung bisa melihat keseluruhan gerak gerik pegawai magang itu ...


"sedang apa kamu di ruangan saya??" tanya hanbin dengan tampang dingin nya


"kamu kan bisa memberikan laporan itu setelah jam istirahat" ucap hanbin yang sudah duduk kembali di kursi besar nya


"saya istirahat di kantor kok pak. jadi saya punya banyak waktu" jawab yeri dengan meletakkan dokumen di hadapan hanbin


"kamu boleh keluar." kata hanbin dengan pelan nya, tapi tiba tiba dia kembali kepikiran dengan masalah gosip yang tadi dia dengar


"tunggu dulu?" teriak hanbin dengan menatap yeri yang sedang menoleh kembali ke arah nya


"apa ada masalah pak?" tanya yeri dengan deg degan takut kena marah lagi


" ...... "


tidak ada jawaban dari hanbin, melainkan dia terus menatap yeri dengan serius, seakan akan ada kesalahan fatal yang sudah yeri perbuat

__ADS_1


"apa kamu pernah dengar gosip beberapa hari ini?" ucap hanbin dengan pelan nya


"gossip pak." ucap yeri dengan heran nya, gosip apa yang di maksud bos nya ini,? apa gosip selebriti? "gosip yang gimana yah yang bapak maksut?" tanya yeri dengan bingung


"sudah lah. kamu boleh keluar sekarang" ucap hanbin dengan santai nya


dia kembali memfokus kan pikiran nya pada pekerjaan di hadapan nya, masalah gosip itu tidak terlalu penting buat nya sekarang selama itu tidak sampai ke telinga mama nya ...


*****


Jiwan yang baru sampai di kantor langsung berlari begitu keluar dari dalam mobil dengan tergesa gesa, wajah nya yang sangat panik terus melihat keseisi kantor mencari sosok yang sudah membuat nya sepanik ini


"apa kalian melihat ibu jang barusan??" tanya Jiwan dengan ngos ngosan ke beberapa pegawai yang kebetulan lewat


"baru saja ke arah lift pak." jawab pegawai itu dengan heran nya melihat Jiwan sepanik itu


tidak menunggu lama Jiwan langsung kembali berlari ke arah lift, berharap kalau ibu jang masih belum naik ke atas ..


jadi sekitar 2 jam yang lalu, saat Jiwan baru sampai di pabrik dia mendapat telfon dari ibu jang yang langsung menangis sejadi jadi nya di telfon, Ternyata ibu jang sudah mengetahui gosip yang sudah beredar di kantor beberapa hari ini


dia menangis sejadi jadi nya menanyakan kebenaran gosip yang di dengar nya itu ke Jiwan, tanpa sempat menjelaskan sedikit pun tiba tiba ibu jang langsung mematikan telfon nya ...


dan ini sebab nya kenapa jiwan tergesa gesa ingin menemui ibu jang sebelum dia bertemu dengan hanbin, karena hanbin sendiri belum mengetahui gosip itu ..


"tante, tante, tanteeee??" teriak Jiwan sangat pas sebelum ibu jang menutup pintu lift nya " tungggu duuulu." ucap Jiwan dengan ngos ngosan


"Jiwan, ayo buruan masuk" ucap ibu jang menarik tangan Jiwan ke dalam lift bersama nya "Bi di atas kan??"


"tante tenang, aku jelasin dulu sebentar" ucap Jiwan dengan pelan nya, berharap ibu jang juga bisa mengendalikan emosi nya


"jelasin nanti ajah kalau tante udah ketemu Bi"

__ADS_1


Jiwan pasrah, dia sudah tidak bisa melawan lagi kalau ibu janh sudah semarah ini??


__ADS_2