
"kamu cari karyawan yang bernama resti, dia ada di tim nya Dina, tadi siang aku mendengar obrolan dia dengan teman teman nya sedang bergosip"
ucap hanbin dengan expresi dingin nya
"Resti" ulang jiwan dengan sedikit terkejut, karena resti berada di tim dina otomatis dia juga di bawah pengawasan nya selama ini
"langsung pecat saja" ucap hanbin dengan santai nya, buat apa mempekerjakan orang yang kerja nya hanya menggosip kesana kemari
"kita selidiki dulu, siapa tau bukan resti yang menyebarkan gosip, kalau langsung di pecat tapi ternyata dia tidak salah gimana" ucap jiwan dengan pelan nya, karena jiwan tidak mau mengambil keputusan yang belum jelas "biar aku yang mengurus masalah ini sampai selesai"
"kamu atur ajah. yang jelas aku tidak mau lagi ada acara mama datang kesini dengan nangis nangis begitu" ucap hanbin dengan menatap jiwan dengan serius
"aku tau" jawab jiwan dan langsung keluar dari ruangan hanbin "nambah lagi kerjaan" gerutu jiwan sambil berjalan ke ruangan tim 1
di ambang pintu jiwan hanya berdiri sembari memperhatikan satu persatu seluruh pegawai yang sedang serius bekerja, tidak ada kecurigaan jiwan pada semua staf nya kalau salah satu dari mereka lah yang sudah menyebarkan gosip murahan itu, tidak termasuk resti yang sudah jelas menjadi tersangka di hadapan hanbin ...
"ada yang bisa saya bantu pak.??" tanya dina dengan menghampiri jiwan
"Ohh tidak ada" jawab jiwan dengan ramah, walau terbesit sedikit di benak jiwan kalau sebenar nya dia ingin meminta bantuan dina mencari informasi tentang gosip itu
"yakin pak tidak ada" tanya dina lagi memastikan
" ........ kamu ke ruangan saya sebentar" ucap jiwan akhir nya setelah beberapa detik terdiam memikirkan sesuatu
dina mengikuti jiwan dari belakang, tidak ada firasat apapun di benak dina karena dia berfikir pasti ini akan membahas mengenai pekerjaan lagi seperti biasa nya, karena yang sudah sudah pun jiwan memang lebih sering meminta bantuan dina menyelesaikan pekerjaan yang tidak sempat jiwan kerjakan .
__ADS_1
"saya mau tanya. apa beberapa hari ini kamu sempat dengar gosip apa gituh? maksud saya pegawai lain di sekitar kamu sedang menggosip kan sesuatu dan kamu sempat mendengar nya" tanya jiwan dengan sangat hati hati dan teliti dengan setiap ucapan nya
"gosip seperti apa yang pak lee maksud.?" ucap dina masih belum mengerti dengan arah pertanyaan jiwan
"iya gosip apa gitu yang ada sangkut paut nya tentang pak hanbin??"
"Oowwhh, maksud pak lee gosip tentang pak hanbin yang gay itu" ucap dina akhir nya setelah mengingat tentang gosip yang memang sempat dia dengar beberapa hari yang lalu
"Naaahhh iya itu yang saya maksud, kamu dengar dari siapa gosip itu,,?" tanya jiwan dengan penasaran
"saya dengar dari beberapa orang pak, kalau siapa nya saya lupa siapa orang nya" jawab dina pelan "memang nya kenapa pak , gosip tentang pak hanbin itu benar" tanya dina yang akhir nya penasaran juga
"ngaco kamu. dari mana nya memang kalau hanbin itu gay , lagian siapa juga yang nyebarin gosip beginian, bikin kerjaan gw ajah" gerutu jiwan dengan menghela nafas berat
"yah saya mau tanya tentang gosip itu lah, kamu bisa bantu saya ka cari tau siapa yang nyebarin gosip itu, kamu kan yang lebih sering berinteraksi langsung dengan pegawai yang lain, mungkin kalau kamu yang cari tau akan lebih gampang ketimbang saya yang cari tau" jelas jiwan dengan penuh harap pada dina
"pak lee kan tau sendiri kerjaan saya sedang numpuk numpuk nya, mana sempat sih pak saya nyari biang gosip begituh" jawab dina dengan sedikit cemberut dengan permintaan jiwan
"bulan depan saya akan dinas ke korea, kalau kamu mau saya bisa masukin nama kamu buat menggantikan saya kesana" ucap jiwan dengan menunjukkan senyuman meyakinkan nya
"pak lee serius yah" tanya dina dengan begitu semangat setelah mendengar dinas ke korea, karena itu memang keinginan nya sejak lama pergi dinas ke korea, selama ini kan dia hanya kebagian keluar kota saja
"saya mana pernah ingkar janji sih dina" jawab jiwan dengan lega nya setelah dina bisa di bujuk dengan kata dinas ke luar negeri .
"tapi pak lee dengar dari mana gosip itu?" tanya dina penasaran
__ADS_1
"dio yang kasih tau saya tadi pagi, dan parah nya pak hanbin juga dengar langsung dari pegawai yang sedang menggosipkan dia"
"pegawai nya siapa pak??" tanya dina semakin penasaran
"tapi kamu diam diam yah. dugaan awal sih pelaku nya resti, karena hambin sendiri yang melihat dia menggosip dengan pegawai yang lain, dan hanbin juga sudah menyuruh saya memecat dia tapi kan kamu tau sendiri saya mana tega langsung memecat orang yang belum jelas fakta kesalahan nya" jelas jiwan
"saya juga dengar dari resti gosip itu pak" ucap dina langsung membuat jiwan kaget
" kamu selidiki saja dulu, kalau memang resti pelaku nya yaahh mau gimana lagi" kata jiwan
karena sudah ada orang yang sedang menyelidiki tentang kasus itu. jadi jiwan bisa sedikit bernafas lega denga pekerjaan nya yang masih sangat menumpuk ..
******
hari sudah sore dan jam kerja pun juga sudah selesai, beberapa pegawai sudah berhamburan meninggalkan gedung, ada juga beberapa pegawai yang masih tetap setia dengan pekerjaan nya dengan mengambil lemburan ..
"yeri kamu mau ikut kita nonton gak??" ajak rena begitu mereka sudah berada di luar gedung
"enggak kak, lain kali ajah aku mau ke super market dulu soal nya" jawab yeri dengan ramah
"ya sudah, tapi lain kali kamu harus ikut yah" ucap rena dengan mengepalkan tangan nya mengancam
"iya lain kali" jawab yeri dengan membalas melambaikan tangan nya ke arah senior senior nya pergi
begitu mereka semua mengilang dari pandangan, yeri langsung berjalan dengan santai nya menuju ke arah super market yang letak nya tidak terlalu jauh dari gedung kantor nya, kalau di tempuh dengan berjalan kaki mungkin membutuhkan waktu sekitar 25 menit, tapi yeri lebih suka berjalan kaki kesana sembari menikmati jalanan sore kota yang lumayan padat.
__ADS_1