My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 27


__ADS_3

"masak apa kamu?" tanya hanbin yang penasaran dengan masakan yang akan yeri buat


"kimchi jjigae, ikan makarel dan telur gulung" jawab yeri tanpa menoleh kearah hanbin, karena dia tengah sibuk memotong wortel dengan kecil-kecil untuk telur gulungnya


"campuran sup nya apa?" tanya hanbin lagi


"irisan daging dengan tahu" kata yeri tapi kali ini dia menoleh kearah hanbin yang sudah duduk di depan nya. lebih tepatnya hanbin duduk di hadapan yeri sembari memngawasi cara yeri memasak


"ada yang salah?" tanya yeri saat mendapati hanbin tengah menatap nya seakan-akan ada hal yang salah dengan pekerjaannya


"tidak ada. lanjutkan pekerjaanmu" jawab hanbin dengan santai. tidak ada niatan hanbin untuk beranjak dari tempat duduknya sekarang, perhatiannya masih tertuju pada cara hyeri memasak, bukan karena hanbin tidak percaya dengan cara masak hyeri, melainkan hanbin hanya penasaran dengan kemampuan memasak yeri "kamu pernah masak seperti ini sebelumnya?" tanya hanbin dengan penasaran


"tidak. ini pertama kali nya" jawab yeri yang sekarang tengah menggoreng telur "mau coba sup nya" ucap yeri menawari hanbin untuk mencicipi sup yang sudah matang. dengan cepat hanbin menganggukkan kepalanya dan langsung menghampiri hyeri "hati-hati ini panas" kata yeri begitu memberikan mangkuk kecil yang berisikan kuah "gimana rasanya?" tanya yeri dengan penasaran, bahkan yeri masih mematung memperhatikan expresi hanbin


"enak" jawab hanbin singkat


"serius. enak beneran" kata yeri masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan


"iya" ucap hanbin lagi "cepat sajikan di meja" tambah hanbin yang sudah tidak sabar ingin mencoba masakan yeri


yeri langsung bergegas menyajikan masakannya di meja. dengan sangat bersemangat yeri menyediakan makan malam untuk hanbin. hyeri merasa sangat bangga untuk percobaan pertamanya memasak makanan yang masih sangat asing di lidahnya. apalagi begitu mendengar pujian hanbin barusan, hyeri menjadi sangat semangat ingin lebih jauh lagi memperlajari masakan budaya korea

__ADS_1


"kamu ngapain disitu?" tanya hanbin memperhatikan hyeri yang sudah duduk dengan manis di hadapannya "mau ikutan makan"


"aku mau temani bapak makan" ucap yeri dengan menunjukkan senyumnya


"tidak perlu. aku lebih nyaman makan sendirian" kata hanbin menyuruh hyeri segera pergi


"eeee. aku tahu rasanya makan sendirian itu gimana. tidak enak. lagian aku tidak akan banyak bicara, makanya lebih baik aku temani pak hanbin makan" cap yeri dengan menuangkan sup ke mangkuk hanbin


"apa kamu masih belum belajar memanggilku dengan benar saat di rumah, harus di biasakan dari sekarang" kata hanbin yang mulai terganggu dengan panggilan yeri


"Hmm aku sedang berusaha menyesuaikan dengan sebutan itu" jawab yeri sambil menggaruk-garuk keningnya tanpa alasan "oppa" ucap nya tiba-tiba dengan sangat kaku


mendengar hyeri yang spontan memanggilnya oppa, hanbin langsung kembali meliriknya dengan wajah datar, terlihat jelas di raut wajah hyeri kalau saat ini dia sedang risih atau malu-malu setelah memanggil hanbin dengan panggilan oppa "kamu akan terbiasa nantinya" kata hanbin pelan.


hanbin menikmati makan malam buatan hyeri dengan sangat lahap. bahkan karena terlalu fokusnya, sampai-sampai hanbin lupa dengan niatan awalnya yang hendak mengusir yeri dari tempat duduknya sekarang. hanbin tidak memikirkan lagi rasa risihnya jika harus di temani orang asing saat sedang makan. karena biasanya dia hanya pergi makan dengan jiwan atau dia lebih memilih untuk sendirian menikmati makanannya. tapi malam ini hanbin sama sekali tidak memperdulikan dengan adanya hyeri yang sedang duduk di hadapannya sembari menatapnya. dengan santainya hanbin sangat menikmati semua makanan itu tanpa ada yang tersisa sedikitpun


"ini kamu pegang" ucap hanbin setelah mengeluarkan sesuatu dari dalam dompetnya


"hhmm apa ini?" tanya hyeri bingung karena hanbin dengan tiba-tiba menyodorkan nya satu kartu ATM


"untuk belanja" jawab hanbin singkat

__ADS_1


"BELANJA" ulang hyeri dengan senang. dengan cepat hyeri langsung mengambil kartu atm itu dan memegangnya dengan sangat senang. yeri tidak menyangka kalau hanbin bisa punya sifat yang sebaik ini memberinya kartu yang harus dia gunakan untuk berbelanja. hanya dengan memegang saja yeri sudah berimajinasi kesemua tempat. apa yang harus dia beli nanti dengan kartu ini? akhirnya dia bisa membeli barang-barang yang sudah lama dia inginkan. dan banyak lagi imajinasi hyeri yang tidak terkontrol


"bukan untuk kamu"


dduuuuaaarrrrr. imajinasi hyeri dalam sekejap sirna dengan ucapan singkat hanbin barusan. dengan mengerutkan keningnya hyeri langsung meletakkan kembali kartu atm itu di tempat semula


"jadi belanja apa yang pak hanbin maksud ini?" tanya hyeri kecewa


"keperluan rumah. dan nanti pastinya kamu akan sering di ajak eomma untuk menemaninya pergi-pergi. jadi kamu pasti butuh kartu ini untuk membayarnya" jelas hanbin yang langsung hyeri mengerti "kamu bisa menggunakan kartu ini untuk membayar makanan dan yang lain-lainnya. kecuali kamu gunakan untuk membayar keperluanmu sendiri. karena itu akan aku potong dari gaji kamu di kantor" kata hanbin memperingati


"astaga. iya iya aku tahu" dengan cemberut hyeri mengambil kembali kartu itu. salah besar dia sempat berpikiran kalau pria ini memiliki sisi yang baik "besok sore aku berencana untuk mampir ke rumah pak hanbin sepulang kerja, hhmm maksud aku rumah oppa" ucap hyeri yang dengan cepat memperbaiki panggilannya


"yah pergilah. sering-sering kesana juga tidak masalah, malah akan lebih bagus karena eomma tidak akan menggangguku selama ada kamu" kata hanbin


"ngomongin ibu jang. bagaimana dengan karakter ibu jang sendiri. hal-hal yang beliau sukai" tanya hyeri penasaran


"sifat eomma. eomma mudah akrab dengan siapa saja, tapi bukan berarti dia gampang juga menyukai seseorang. kalau kamu sudah bisa mengambil hatinya, kamu tidak perlu meragukan lagi apa yang akan eomma akan lakukan untukmu." jelas hanbin "berkebalikan dengan appa. appa lebih pendiam dan tidak terlalu banyak berinteraksi dengan orang, lagipula appa lebih banyak menghabiskan hari-hari nya di villa dengan teman-temannya"


"lalu dengan tante soohae?"


"soohae imo. imo sama saja dengan eomma, hanya saja imo lebih lembut pembawaanya dan lebih sabar, kebalikan dari eomma yang gampang marah" kata hanbin "kamu tidak akan kesulitan untuk mendekati kedua wanita itu. karena dari awal eomma melihatmu dia sudah jatuh hati duluan sama kamu. jadi kamu tidak perlu khawatir"

__ADS_1


setelah mendengar sedikit mengenai keluarganya. hyeri jadi lebih sedikit tenang dan tidak terlalu merasa terbebani dengan statusnya sebagai menantu dadakan yang harus mengambil hati orang tua suaminya, dan mendekatkan diri dengan semuanya keluarga. setelah penjelasan hanbin yang memberi tahunya kalau ibu jang sudah menyukainya. itu terdengar sangat melegakan.


__ADS_2