
di apartemen hanbin sedang duduk di ruang tengah sendirian. dia terus saja menatap pada arah jam yang sudah menunjukkan pukul 22:13 malam, tapi sampai saat ini dia belum juga makan karena menunggu hyeri yang tidak juga kunjung pulang bahkan sampai selarut ini. sepertinya dia harus lebih tegas lagi bersikap pada anak itu. agar hyeri tahu kalau dia juga punya peraturan di dalam rumahnya yang harus di patuhi, termasuk pulang telat dan tidak melakukan tugasnya yaitu membersihkan rumah dan membuatkan nya makan.
bip bip bip bip
mendengar bunyi pintu akan di buka, dengan cepat hanbin langsung beranjak dari duduknya dan berlari kecil ke arah pintu "jam berapa ini kamu baru pulang, kamu lupa kalaaaaa" hanbin tidak jadi melanjutkan ocehannya. tatapannya seketika melotot melihat siapa yang membuka pintu rumah nya saat ini "eomma.." kata hanbin saat melihat jang yang sudah berdiri di ambang pintu bersama dengan soohae, dan tidak lama hyeri muncul di belakang
"wae? kamu mau marah-marah sama istri kamu karena dia pulang larut malam begini" ucap jang menghampiri hanbin dan langsung memukul lengannya "kalau kamu punya banyak waktu luang, kenapa kamu tidak jemput istrimu ke rumah"
"eomma yeogiseo mwohae" tanya hanbin yang terlihat tidak suka jang datang tanpa memberitahu
"eomma baru saja mengantar istrimu pulang. kamu pikir eomma seperti kamu yang tega melihat hyeri pulang malam-malam sendirian naik taksi" oceh jang melewati hanbin dan masuk ke dalam rumah
hanbin yang sudah tidak bisa menolak kedatangan mamanya hanya bisa pasrah. sekarang tatapan hanbin langsung tertuju pada hyeri yang masih berdiri di ambang pintu. tanpa menunjukkan kekesalannya hyeri sudah bisa tahu kalau saat ini pria di depannya sekarang tengah marah padanya karena membawa mamanya kesini.
"kenapa kalian hanya berdiri disana" teriak jang yang heran melihat hanbin masih tetap berdiri didepan pintu dengan hyeri
"oh iya" hanbin langsung menarik tangan hyeri mendekat padanya. dengan sedikit canggung hanbin merangkul hyeri dan membawanya duduk bersama jang dan soohae di ruangtamu "kenapa kamu tidak telefon, aku kan bisa jemput kamu" ucap hanbin dengan lembutnya pada hyeri
"aku pikir pak ha, oppa. hmm aku pikir oppa masih sibuk di kantor, jadi hhmm aku tidak mau ganggu" jawab hyeri dengan sedikit gelagapan, setelah hampir saja dia salah mengucap
"walaupun sibuk, oppa tetap akan ada waktu untuk kamu. jadi lain kali telefon oppa, supaya eomma tidak harus khawatir sama kamu" kata bi menggenggam tangan hyeri dengan erat
"iya. maaf" ucap hyeri memperhatikan tangannya yang hanbin genggam
__ADS_1
"aniya. kamu tidak perlu minta maaf, oppa yang salah karena kurang perhatian sama kamu" hanbin benar-benar memerankan sosok suami dengan sangat bagus. dia bahkan tidak memperdulikan kerisihan pada wajah hyeri setiap dia terus merangkulnya. bahkan hanbin juga beberapa kali mengelus pipi hyeri agar terlihat sangat perhatian di depan jang
"hhmm aku ambilkan minum dulu untuk eomma dan tante" dengan cepat hyeri beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju dapur. sebenarnya hyeri hanya ingin lepas dari sandiwara dadakan hanbin yang membuatnya sama sekali tidak bisa fokus. hyeri tahu bagaimana seharusnya sepasang suami dan istri semestinya bersikap, hanya saja kalau harus semendadak ini membuat semua yang sudah dia persiapkan hilang begitu saja dari kepalanya
"kamu sedang buat minuman apa sayang?" tanya hanbin menghampiri hyeri di dapur "karena sudah malam kamu bisa memberikan eomma teh"
"Oo iya" jawab hyeri pelan
"bi kamu tidak ada niatan untuk merenovasi apartemen kamu ini?" tanya jang dengan tiba-tiba. mendengar pertanyaan mamanya itu hanbin langsung menoleh kembali ke arah sofa "kenapa kamu tidak menjadikan apartemen ini jadi 2 lantai. terlalu sayang kalau hanya dijadikan satu lantai" kata jang yang sudah memperhatikan kesetiap sudut rumah hanbin
"memangnya bisa di tambah jadi 2 lantai pak?" tanya hyeri dengan penasaran
"tidak perlu" jawab hanbin dengan tegas dan kembali berfokus pada hyeri "cepat kamu kasih teh lalu kamu suruh eomma dan imo cepat pulang" bisik hanbin pada hyeri
"Loooh kok aku. mana berani aku ngusir orang tua" jawab yeri yang langsung mundur satu langkah dari hadapan hanbin
"yah lagian pak hanbin ada-ada aja nyuruh aku yang baru 3 hari jadi menantu untuk ngusir mertua" protes yeri berbisik. dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ada di otak orang ini
"bi. wae hyeri sangpumi da yeogi issni?" tanya jang sembari berteriak dari salah satu kamar. mendengar pertanyaan mamanya seketika hanbin langsung melotot kaget dan bergegas berlari ke asal suara jang berada. yeri yang kebingungan dengan sikap hanbin juga ikut menyusul hanbin dari belakang "hyeri tidur disini?" tanya jang menatap hanbin dan hyeri dengan bergantian
"Oo hhmm geu" hanbin langsung gelagapan, dia benar-benar panik harus menjawab apa sekarang "wanjeonhan. iya benar itu, barang-barang bi sangat penuh, karena ada beberapa lemari yang rusak. jadi bi hmm belum, belum sempat mengganti yang baru, makanya untuk sementara barang-barang hyeri disimpan disini" jelas hanbin dengan sangat meyakinkan "iyakan sayang" hanbin kembali menarik hyeri dan merangkulnya dengan mesra
"iya. lagian aku dan oppa juga belum sempat pergi untuk mencari lemari yang baru" ucap hyeri dengan senyuman yang dia paksa
__ADS_1
"begitu" jang langsung percaya dengan alasan yang mereka kasih "geureom. naeil eomma yang akan pergi membelikan beberapa perabotan yang baru untuk kalian" kata jang dengan senyuman bahagia
"andwae" teriak bi seketika. melihat penolakan hanbin yang begitu cepat, jang langsung menatap hanbin dengan keheranan "hmm maksud bi, eommaneun gwichanhge hal pilyo eobseo, bi dan yeri bisa urus sendiri kok" jelas hanbin
"aniya. eomma tidak repot sama sekali, justru eomma punya banyak waktu luang. jadi kalian fokus saja pada pekerjaan kalian di kantor. dan urusan rumah, percayakan pada eomma" kata jang dengan begitu bersemangat "ini sudah malam, eomma pulang dulu, kalian juga harus istirahat" jang langsung meninggalkan kamar itu dengan soohae
"eommaaa" panggil bi menyusul jang berharap jang mau mengurungkan niatannya itu
"gyesoghae" ucap jang sebelum meninggalkan rumah itu dengan cepat.
"huuhhh. kacau semuanya" gerutu hanbin dengan kesal
"kenapa pak?" tanya yeri dengan santainya
"kenapa. kamu masih santainya tanya kenapa" kata hanbin menoleh pada yeri kesal "kamu tidak dengar barusan eomma bilang apa"
"ibu jang cuma bilang mau membelikan lemari pakaian. memangnya apa yang salah" jawab hyeri dengan polosnya
"apa yang salah. jelas itu salahlah, kamu tidak mikir kalau eomma melakukan hal itu, nanti pasti akan ada hal lain lagi yang akan dia lakukan di rumah ini. dan otomatis itu akan membuat eomma semakin sering berkunjung kesini tanpa bisa lagi aku kontrol" jelas hanbin emosi
"yah salahnya dimana kalau ibu jang kesini, lagian inikan rumah anaknya, wajar kalau orang tua makin kesini" jawab hyeri masih belum mengerti dengan apa yang hanbin maksudkan
"yaampun. kamu tidak bisa memikirkan hal kedepannya" kata hanbin tidak habis pikir dengan yang ada di isi kepala yeri
__ADS_1
"kedepan apanya sih pak?" ucap yeri makin bingung sendiri
"o meoliga apa" keluh hanbin memegangi kepala belakangnya dengan frustasi "dengar ya han hyeri. kalau eomma semakin sering kesini, kamu tahu apa akibatnya untuk kita berdua. kita akan di tuntut untuk tidur dalam satu kamar berdua." ucap hanbin dengan sangat jelas pada hyeri