My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 28


__ADS_3

keesokan paginya hyeri sudah mulai belajar dari pengalaman kemarin. dia meninggalkan rumah tepat jam 7 pagi, setelah menyelesaikan segala pekerjaan rumah. bahkan hyeri pergi tanpa berpapasan dengan hanbin, karena hanbin masih belum keluar dari dalam kamar nya.


hari ini hyeri sampai kantor tepat waktu seperti biasanya. dia ingin menyelesaikan pekerjaan kemarin yang masih tersisa bak gunung di mejanya. untuk pertama kalinya hyeri menolak untuk lembur, karena dia berencana ingin berkunjung ke rumah ibu jang sore ini. jadi mau tidak mau dia harus segera menyelesaikan semua pekerjaan nya hari ini juga.


selama jam kerja. hyeri menyempatkan berkomunikasi dengan hanbin melalui pesan, mereka membahas apa yang harus hyeri bawa saat dia berkunjung nanti sore


*kamu hanya perlu datang saja itu sudah cukup* balas hanbin


*tapi kan paling tidak aku ada bawa sesuatu. apalagi ini kunjunganku yang pertama dan sendirian pula, kelihatan akan lebih bagus lagi kalau aku ada bawa buah tangan😊* ketik hyeri


*terserah kamu mau bawa apa saja boleh* balas hanbin dengan cepat


*yaa apa aja nya itu apa pak? bapak kan anaknya, masa sama sekali tidak tahu apa yang orang tua sendiri suka🤔*


*sebentar. aku tanya dulu*


melihat balasan hanbin spontan hyeri langsung tercengang "hal sepele begini aja masih perlu tanya orang nya dulu" ucap hyeri memandang layar ponselnya dengan tidak percaya


"apanya yeri?" sahut rena yang mendengar ucapan konyol hyeri barusan


"oh enggk kak." dengan cepat hyeri menyangkal. tidak lama kemudian perhatian hyeri kembali beralih ke ponselnya lagi


*kamu bawa cake saja. eomma lebih suka dengan rasa tiramisu* balas hanbin


*pak hanbin telfon ke rumah barusan🤨?*


*aku tanya jiwan* balas hanbin cepat

__ADS_1


cake dengan rasa tiramisu. hyeri langsung terfikir akan mampir ke toko kue yang ada di ujung jalan sebelum ke kantor itu. karena setiap kali dia lewat tempat itu selalu saja ramai, lagian bu dina juga pernah beberapa kali memesan kue disana untuk acara keluarganya, jadi pasti akan enak


******


tepat jam 4 sore hyeri sudah menyelesaikan semua laporannya. dia harus bekerja keras membereskan semua laporan itu tanpa meninggalkan sedikitpun meja kerjanya. bahkan saat jam makan siang pun hyeri tetap berada di ruangan itu tanpa mengikuti semua orang yang mengajak nya pergi keluar untuk mencari makan.


sekarang hyeri sudah berada di dalam taksi yang sedang menuju ke perumahan itu dengan memegang kotak kue yang tengah dia pangku seperti sedang memangku anak kecil yang ketakuatan akan sedikit saja lecet. sepanjang perjalan hyeri terus saja memperhatikan ke luar jalan. dia seperti sedang menghafalkan jalan ini, melihat dari pandangannya yang begitu sangat fokus.


sesampainya di depan rumah ibu jang. hyeri tanpa ragu-ragu lagi langsung membuka pintu pagar dan berjalan di halaman rumah yang luas ini. hyeri langsung menekan bel pintu rumah ini sembari melihat-lihat pada sekeliling. dia baru menyadari kalau halaman rumah ini ternyata banyak di hiasi dengan tanaman-tanaman sejenis bonsai. dan juga beberapa bunga yang tidak asing di lihat


"jenis bunganya sama dengan yang di apartemen" ucap yeri


"hyeri" panggil soohae yang membukakan pintu


"annyeonghaseyo" sapa hyeri membungkukkan badannya dengan sopan


"aigoo. naui aleumdaun sawigawassda" ucap jang dengan senangnya melihat hyeri yang sekarang berada di ruang tamunya


"eomonie annyeonghaseyo" ucap hyeri yang kembali menundukkan badannya di depan jang


"ayo duduk, kamu bawa apa itu" tanya jang melihat pada kotak yang hyeri pegang


"cake. oppa bilang eomma suka dengan tiramisu cake, jadi barusan aku pergi beli dulu sebelum kesini" jawab hyeri meletakkan kuenya di meja


"ya ampun. lain kali tidak perlu bawa apa-apa kalau kesini, kamu sudah kesini saja eomma sudah sangat senang" kata jang yang terus menerus menatap hyeri dengan senang


"eonni jangan menatap hyeri seperti itu. dia pasti grogi dengan tatapan eonni yang aneh itu" kata soohae yang sangat peka dengan expresi hyeri

__ADS_1


"aigoo mianhae mianhae. eomma terlalu senang melihatmu saat ini" ucap jang dengan tertawa kecil "kamu naik apa kesini? bi yang antar?" tanya jang


"naik taksi. oppa masih di kantor tadi pas aku pergi" jawab hyeri


"apa bi selalu membuat kamu susah. kamu tinggal bilang sama eomma nanti biar eomma yang marahi bi" ucap jang dengan perhatian


"aniya. oppa tidak pernah membuat aku susah kok eomma, eomma tidak perlu khawatir" kata hyeri


"makan malam disini yah yeri. imo sedang masak untuk makan malam" kata soohae


"itu harus. oh iya kamu istirahat dulu di kamar bi, masih ada waktu sampai makan malam nya siap. kamu juga bisa mandi, di lemari bi ada baju buat kamu, kemarin eomma beli beberapa pakaian untuk stok takutnya kamu menginap disini" kata jang panjang lebar. belum sempat hyeri menolak, jang sudah lebih dulu menarik tangannya ke lantai dua rumah ini. lebih tepatnya jang memasukkan hyeri ke kamar hanbin dan meninggalkan nya sendirian di ruangan ini.


kamar yang sangat luas. bersih, rapi dan juga bagus. penataannya terlihat tidak jauh berbeda dengan kamar hanbin di apartemen. bedanya kamar ini sedikit lebih kecil karena adanya ruang kerja yang menyatu di dalam kamar ini.


hyeri mengelilingi setiap sudut kamar ini. dia melihat satu persatu bingkai foto yang banyak terletak di meja. hampir rata-rata semua fotonya di ambil saat hanbin dan jiwan kecil. setelah merasa puas melihat semuanya, sekarang yeri beralih ke album foto yang tergeletak di meja kerja hanbin.


"kamu sedang apa" tanya jang membuka pintu kamar "oh itu album foto bi yang eomma kumpulkan" ucap jang mendekati hyeri


"disini banyak koleksi foto oppa" kata yeri


"memang. eomma dan bi sama-sama suka memotret, kita berdua akan memotret apapun yang menurut mata kita bagus" jawab jang dengan mengeluarkan box dari sudut kamar yang ternyata berisikan tumpukan album


"tapi di apartemen oppa sama sekali tidak ada foto oppa satupun, bahkan camera juga aku tidak pernah lihat" kata yeri


"bi sudah berhenti memotret sejak 5 tahun yang lalu. dia bilang sudah tidak ada waktu lagi untuk dia memegang camera, karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaan kantornya. tapi eomma yakin bi hanya sedang menahan diri untuk tidak lagi memotret" ucap jang menunjukkan pada yeri hasil potretan bi selama ini yang masih jang simpan


"eomma ini bagus banget" ucap hyeri penuh kagum dengan hasil potretan hanbin, dia tidak menyangka kalau hanbin sangat berbakat di bidang ini "sayang kalau tidak di salurkan. oppa punya bakat dan keahlian seperti ini"

__ADS_1


"kamu benar" kata jang sangat setuju dengan ucapan hyeri


__ADS_2