My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 25


__ADS_3

siang ini jang dan soohae berencana ingin membawakan makan siang untuk orang-orang kantor. dari pagi tadi jang terus-menerus memikirkan cara agar dia bisa datang ke kantor tanpa harus kena omelan hanbin. akhir nya jang menemukan alasan. yaitu membawa makan siang untuk orang kantor seperti yang sudah-sudah pernah dia lakukan. jadi kalau nanti hanbin mau memarahi nya, jang sudah ada alasan untuk membela diri.


dua hari lalu saat jang sedang dirawat. dia sangat senang saat hanbin tiba-tiba memberitahu nya kalau hanbin sudah menikah diam-diam dengan hyeri. hanbin beralasan kalau sebenarnya dia tidak ingin memberitahukan pada siapapun mengenai pernikahan nya, bahkan pada orang tua nya sendiri. karena pernikahan mereka saja baru berjalan beberapa minggu. dan hanbin akan memperkenalkan hyeri secara resmi saat waktu nya tepat. berhubung jang sudah memergoki nya lebih dulu, maka tidak ada lagi yang harus hanbin sembunyikan.


perasaan jang seketika lega mengetahui kenyataan itu. hanbin sudah sepenuh nya membuka hati nya untuk orang lain dan tidak terus-menerus mengingat akan masa lalu nya. setidak nya kali ini hanbin memilih wanita yang baik. walau hanya beberapa kali bertemu dengan hyeri. jang tahu kalau pilihan hanbin kali ini sangat tepat. dan tidak ada juga keraguan di hati jang saat dia melihat hyeri, dengan gampang nya dia langsung jatuh hati walau belum sepenuh nya mengenal sosok menantunya itu.


"eonnie, yakin kita langsung ke atas. tidak mau telefon jiwan dulu?" tanya soohae memastikan kembali


"tidak perlu. jam segini mereka itu pasti sedang sibuk. kita langsung ke atas, lagian tujuan kita bukan ke ruangan mereka" jawab jang dengan yakin


dengan membawa masing-masing dua box yang berisikan makanan. kedua wanita itu berjalan ke arah lift menuju keatas. orang-orang yang melihat jang berbondong-bondong ingin membantu membawakan barang-barangnya keatas langsung di tolak. karena dia sudah biasa membawa makanan sebanyak ini sendiri ke atas.


"Oh ibu jang" ucap dio kaget begitu jang keluar dari dalam lift "selamat siang" salam dio langsung membungkukkan badan nya sopan


"dio tolong bawakan ini" kata jang memberikan empat box itu pada dio "sanggupkan bawa semuanya" tanya jang


"sanggup" jawab dio yakin "ibu jang masuk saja duluan, biar semuanya aku yang bawa" ucap dio

__ADS_1


"terima kasih yah dio" setelah mempercayakan seluruh box makanan nya pada dio, jang dan soohae langsung berjalan menuju ke ruangan tim 4. di ruangan itulah hyeri bekerja, dan begitu memasuki ruangan itu pandangan jang langsung mengarah keseluruh isi ruangan. mencari sosok perempuan yang sangat ingin dia lihat.


senyum jang langsung mengembang melihat sosok yang sedang fokus pada pekerjaan nya itu. dari kejauhan hyeri terlihat sangat cantik dimata jang, warna kulit nya yang putih, rambut hitam panjang menutupi bahunya semakin membuat hyeri terlihat manis, bahkan hyeri tidak memerlukan riasan wajah untuk menunjukkan kecantikan nya.


"selamat siang semua nya" sapa jang dengan ceria. melihat jang yang tiba-tiba muncul, sontak mereka semua langsung serempak bangun dari duduknya. begitu juga dengan hyeri. dia tampak sangat kaget harus bertemu dengan mertuanya di kantor "hari ini tante datang bawakan makan siang untuk kalian semua"


"terima kasih ibu jang" ucap mereka semua dengan serempak


"kalian lanjut lagi kerja nya" ucap jang menyuruh mereka kembali fokus pada pekerjaannya. saat mereka sudah kembali fokus pada urusan masing-masing, jang langsung mendekati meja hyeri dengan sangat hati-hati. "ini pekerjaan kamu semua?" tanya jang melihat pada tumpukan file di meja hyeri


"iya" jawab yeri pelan. di dalam hati nya saat ini yeri sangat deg-degan. dia bingung harus bersikap seperti apa saat ini, karena pertemuan nya dengan ibu jang sangat mendadak, dan apalagi sekarang mereka sedang di kantor


"EOMMAAAA..." teriak hanbin yang sudah berdiri di ambang pintu. dan parah nya lagi, hanbin menyaksikan kelakuan jang yang sedang membisikkan sesuatu pada yeri tanpa melihat pada sekeliling


"Ooo. bi-ya" ibu jang hanya bisa melongo begitu kepergok hanbin.


"mwohaneungeoya?" tanya hanbin dengan marah. saat ini ruangan itu tiba-tiba menjadi sangat mencekam karena teriakan hanbin yang cukup keras. bahkan orang-orang yang tadi sedang fokus pada pekerjaan masing-masing. langsung terdiam seketika

__ADS_1


"eemm. eomma antar makan siang untuk semuanya, makanya eomma disini" jawab jang dengan menunjuk pada tumpukan makan siang yang dia bawa


"eommaga geogiseo mwohae? modu apeseo?" kata hanbin tidak habis pikir dengan kelakuan mamanya yang tanpa pikir panjang sebelum melakukan sesuatu


"eommonie. kaja ikut jiwan sebentar" jiwan yang kebetulan baru saja datang langsung dibuat kaget dengan ketegangan di ruangan itu. dengan buru-buru jiwan langsung merangkul jang "mama juga ikut jiwan yah" akhir nya jiwan pergi meninggalkan ruangan itu dengan merangkul kedua perempuan yang hampir membuat masalah itu pergi "nah. sebaik nya sekarang eommonie dan juga mama pulang aja" ucap jiwan pelan


"apa bi marah?" tanya soohae dengan khawatir


"tidak. paling hanbin kaget karena mama dan imo tiba-tiba datang kesini. lagian kenapa datang kesini? dan juga kenapa imo malah menghampiri yeri, imo sendiri kan belum begitu kenal yeri di mata karyawan yang lain. takut nya yang lain akan punya kecurigaan" ucap jiwan dengan lembut


"imo tidak berpikir sampai kesitu" ucap jang dengan menyesal "nanti kamu coba jelasin ke bi, barusan bi kelihatan sangat marah. takutnya nanti bi akan marah pada hyeri" ucap jang yang sekarang mengkhawatirkan hyeri


"imo tenang aja. hanbin tidak akan marah, percaya sama jiwan" kata jiwan menenangkan imo nya "sekarang imo dan mama pulang yah. dan jangan datang kesini tanpa ada keperluan yang jelas" kata jiwan lagi


"geulaedo imoneun hyerileul mannago sipeo" ucap jang dengan raut wajah yang murung


"hadeeuuuh" melihat raut wajah jang seperti ini jiwan benar-benar tidak bisa untuk tidak bersimpati "arasseo. nanti jiwan akan menyuruh yeri mampir ke rumah sebentar kalau sempat, tapi jiwan tidak bisa jamin yah" ucap jiwan yang langsung membuat jang seketika kembali senang

__ADS_1


"jiwan-na gomawo. imo ganda" sambil melambaikan tangan nya, jang dan juga soohae pergi meninggalkan tempat itu. paling tidak jang merasa senang karena dia bisa bertemu dengan hyeri lagi nanti sore


"entah pesona apa yang dimiliki yeri, sampai-sampai imo bisa setergila-gila itu ingin yeri menjadi menantunya" ucap jiwan kebingungan sendiri


__ADS_2