
"Whooaaahhhhh" seketika hyeri langsung takjub begitu memasuki ruangan itu. expresi senang nya sudah tidak bisa di sembunyikan lagi "eemmm. ya ampun kenapa bagus banget dalem nya" puji hyeri langsung berlari kesana kemari memeriksa setiap ruang di apartemennya
"banyak juga barang yang kamu terima dari Louis" ucap hanbin yang sudah duduk di sofa dengan nyaman "tapi ruangan ini jadi semakin sempit karena diisi dengan banyak barang" komentar hanbin pada beberapa furniture berisikan tanaman dan hiasan lain yang sudah tertata dengan rapi di beberapa sudut tempat
"eomma sudah menata semua nya dengan sangat sempurna" puji hyeri yang tidak henti-hentinya menatap sekeliling "pantas hasil belanjanya bisa semahal itu. semua barangnya sangat lengkap, bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku beli nanti" kata hyeri menghampiri hanbin dan duduk di sofa sebelahnya "oppa yakin tidak akan menyesal memberikan apartemen ini untukku?" kata hyeri menatap hanbin
alih alih langsung menjawab. hanbin malah tertawa meledek mendengar ucapan hyeri "ukuran apartemen ini saja tidak cukup luas untuk di bandingkan dengan dapurku." kata hanbin
"ukuran apartemen ini cukup besar kok, kalau di bandingkan dengan apartemen yang aku sewa dulu. tapi kalau aku boleh tau berapa harga pasarannya kalau di jual?" tanya hyeri iseng
"kalau sekarang pasarannya sih sekitar 1,5M tapi bisa lebih tinggi lagi." jawab hanbin "kalau aku bisa jual dengan harga segitu aku dapat untung sekitar 600 juta" mendengar untung yang sangat fantastis hyeri hanya bisa melongo tidak percaya
"oppa ngasih aku bayaran apartemen dengan harga yang tidak pernah aku lihat bentuk uang seperti apa. hanya demi status pernikahan yang sampai sekarang saja aku masih belum mengerti keuntungan yang sebenarnya untuk oppa sendiri itu apa, karena sejauh ini hanya aku yang di untungkan di pernikahan ini" ucap hyeri
"kita akan sama-sama di untungkan kedepannya. kamu mendapatkan bayaran sebuah apartemen ini, dan anggap saja semua pemberian dari keluargaku nanti yang akan kamu dapat itu sebagai bonus. dan keuntunganku yah bukan padaku, tapi pada orang tuaku. karena paling tidak dengan adanya kamu sekarang sedikit membuat orang tuaku bahagia" kata hanbin
tok tok tok...
hanbin dan hyeri langsung menoleh pada suara ketukan dari pintu. hanbin mengisyaratkan tangannya agar hyeri lekas membuka pintunya.
__ADS_1
"iya iya" hyeri beranjak dari duduk nya menuju ke pintu "udah dateng, ayo masuk" kata hyeri begitu melihat fero
"ngapain sih nyuruh gue kesini. lagian ini tempat siapa juga" gerutu fero mengikuti hyeri masuk kedalam "loe yang ngontrak disini. kenapa enggak tinggal di rumah ajah sih, mama gue udah ngoceh terus noh, nyuruh loe pindah ke rumah" cerocos fero yang langsung membungkam mulutnya kaget begitu mendapati sosok pria asing yang tengah duduk dengan kerennya di sofa
"cerewet ikhh. kenalan dulu, ini atasan gue di kantor" ucap hyeri pada fero yang tengah mengerutkan dahinya bingung
"loe ngapain ngenalin gue sama bos loe?" bisik fero menarik hyeri ke sampingnya
hanbin beranjak dari duduk nya dan langsung mengulurkan tangannya ke arah fero "halo saya hanbin kim" sapa hanbin dengan gaya cool nya pada fero
"ah iya, saya fero, fero arya kusumah" jawab fero tegas
"kalau begitu aku pergi dulu. kalian silahkan ngobrol dengan santai disini" ucap hanbin yang hendak meninggalkan apartemen itu "oh iya kamu nanti pulang sendiri kan" tanya hanbin memandang hyeri dari ambang pintu
"iya. tapi aku agak malam pulang nya, Louis oppa nyuruh aku mampir ke hotel nya dulu sebentar" kata hyeri pada hanbin
"ok"
setelah hanbin benar-benar pergi, sekarang hanya tinggal hyeri dengan fero di ruangan itu. fero yang tidak mengetahui apa-apa, hanya bisa terus memandang hyeri dengan tatapan penuh kecurigaan. karena fero sangat mengenal hyeri dan apa yang barusan dia lihat barusan sama sekali tidak bisa dia mengerti.
__ADS_1
"loe jadi simpenan om-om" tuduh fero memandang hyeri dengan serius
"apa'an sih nuduhnya. curiga boleh tapi yah kira-kira juga kali" kata hyeri menarik tangan fero agar duduk di sofa dengan santai "waktu itu kan gue pernah janji akan cerita semuanya kenapa gue pindah rumah. tapi loe dengerin cerita gue dulu sampai selesai, nanti loe boleh komplen atau marah-marah sama gue" ucap hyeri menatap fero
"loe jadi simpenan kan" kata fero masih konsisten dengan tuduhannya
"simpenan kepala loe. gue belom cerita udah nuduh terus" oceh hyeri menggatak kepala fero kesal "pak hanbin itu pemilik perusahaan yang gue sekarang kerja. gue udah membuat perjanjian pekerjaan tertulis secara hukum dengan dia di luar kantor, kerjaannya tidak terlalu sulit, gue hanya membersihkan rumah nya dan gue juga harus mendekatkan diri dengan orang tuanya. hanya itu saja isi kontrak nya"
"intinya apa yang loe lakuin sekarang? dan apa untungnya loe lakukan itu semua yeri?" kata fero dengan tidak sabar
"apartemen ini. orang itu memberikan apartemen ini sebagai bayaran aku mau menjadi istri kontraknya selama setahun" ucap hyeri dengan melihat sekeliling "orang itu hanya ingin aku mengurus mama nya selayaknya menantu idaman"
"yeri yeri. jadi sekarang status loe istri pengusaha gitu" ucap fero menatap hyeri geli "dan apartemen bagus ini sekarang sudah sah punya loe. hebat ternyata adek gue diem-diem selama ini" terlihat jelas dari raut wajah fero kalau dia sedang kecewa dengan hyeri saat ini "siapa yang ngajarin loe untuk senekat begini yeri?"
"gue hanya ingin punya tempat tinggal fero. gue kerja puluhan tahun tidak akan mampu punya rumah sendiri. loe tahu gue hanya lulusan SMA dan gue bisa magang di perusahaan besar itu pun sudah sangat beruntung buat gue, setidaknya dengan gue melakukan ini gue tidak perlu menyusahkan orang lain lagi kedepannya" jelas hyeri menatap fero dengan takut-takut
"siapa yang loe susahin? dan nikah kontrak. apa itu nikah kontrak? kenapa orang itu harus milih loe buat dinikahi kontrak, kenapa dia tidak nikah beneran dengan orang lain tanpa harus kontrak, dia kan kaya pasti banyak perempuan yang mau sama dia" oceh fero memandang hyeri dengan iba sekarang "apapun alasan loe, ini tetap tidak benar yeri. gue takut loe yang nanti akan jadi kecewa"
"hanya setahun fer, hanya setahun. tujuan gue hanya hunian ini dan tidak ada yang lain. tolong dukung gue dan jangan marahin gue" rengek hyeri memandang fero dengan wajah memelasnya "nanti gue kenalin sama ibu jang. biar loe yakin kalau keluarga ini sangat-sangat baik sama gue"
__ADS_1
"iya ok lah"