My Korean Oppa

My Korean Oppa
BAG 23


__ADS_3

pagi hari nya yeri sudah terbangun dari tidur nyenyak nya. dia melihat pada jam di layar ponsel nya yang sudah menunjukkan pukul 6:05 dengan berat hati yeri tetap berusaha membuat tubuh nya terbangun dan meninggalkan tempat tidur yang enak itu.


hyeri langsung bergegas ke dapur untuk memasak nasi dan menyiapkan beberapa bahan untuk dia dan hanbin sarapan. tidak terlalu susah mengenai menu sarapan pagi ini, karena dia hanya tinggal memanaskan lauk-lauk yang dia bawa dari rumah ibu jang semalam.


"jam setengah 7. kopi" yeri langsung dengan cepat mengambil kopi instan di laci. begitu mengingat dia harus menyiapkan kopi terlebih dulu. untung nya ada mesin kopi otomatis, jadi dia bisa melanjutkan pekerjaan nya yang lain


"sedang apa kamu?" tanya hanbin yang tengah berdiri samping meja dapur


sejenak yeri terdiam begitu menoleh pada hanbin. pandangan nya benar-benar tidak bisa lepas dari sosok pria yang tengah berdiri dengan tegak sembari memegangi gelas bekas minum nya.


"kamu sedang masak apa?" tanya hanbin lagi membuat lamunan yeri seketika buyar


"Ohh.. ini eemm ini yang semalam ibu jang bawakan" jawab yeri dengan terbata-bata, bahkan yeri sempat grogi sendiri setelah melihat untuk pertama kali nya penampilan pagi hanbin yang sekejap mata membuat fokus nya benar-benar hilang seketika.


"aku mau olahraga dulu sebentar" ucap hanbin berlalu sembari membawa pergi kopi nya


"Haahhh.. tenang yeri ini baru hari pertama, nanti lama-kelamaan kamu juga akan terbiasa melihat pemandangan seperti ini tiap pagi" ucap yeri pada diri nya sendiri "kenapa dia bisa jadi lebih ganteng hanya menggunakan pakaian tidur seperti itu" kata yeri lagi

__ADS_1


tidak mau berlama-lama memikirkan ketampanan hanbin di pagi ini. yeri kembali menyibukkan diri nya menyiapkan sarapan persis seperti yang ibu jang beritahu.


menempatkan lauk-lauk di piring. dan juga beberapa jenis kimchi yang dia tata sama persis seperti lauk-lauk tadi. tidak ketinggalan semangkuk sup dan semangkuk nasi beserta sendok dan sumpit yang juga sudah tersedia.


"sama persis seperti semalam" ucap yeri begitu selesai menata sarapan di meja makan. karena kerjaan di dapur sudah selesai, yeri langsung bergegas membersihkan diri nya karena dia juga harus bersiap-siap untuk pergi bekerja.


saat yeri sedang berada di kamar mandi. hanbin baru saja selesai dengan aktifitas rutin pagi nya. langkah hanbin terhenti saat melihat pemandangan tidak biasa di meja makan nya. yaitu sarapan dengan formasi lengkap. tidak tahan hanya dengan melihat saja, hanbin langsung duduk di kursi itu dan mulai menyantap sarapan nya dengan lahap


"mashita" ucap hanbin yang sangat menikmati satu persatu makanan nya. makanan buatan mama nya memang tidak ada tandingan menurut dia, bahkan Bi hanya butuh beberapa menit untuk menghabiskan sarapan nya "ahh.. aku makan terlalu banyak" keluh hanbin yang merasakan kalau perut nya sudah sangat kenyang


tanpa berlama-lama duduk di meja makan, hanbin langsung bergegas ke dalam kamar nya untuk bersiap-siap berangkat kerja.


"sudah setengah 8 kenapa dia belum keluar kamar juga?" ucap yeri yang sesekali melirik pada pintu kamar hanbin "apa aku bawa saja yah sisa nya untuk makan siang nanti. sayang ini makanan nya masih banyak" kata yeri lagi menatap pada makanan nya. tanpa pikir panjang lagi yeri langsung bergegas mencari kotak makan kosong, dari pada dia harus mengeluarkan uang untuk makan siang nya nanti, lebih baik dia memakan makanan yang ibu jang buat ini. sudah ketahuan juga rasanya


"kamu belum berangkat ke kantor?" tanya hanbin menatap yeri yang tengah menyiapkan kotak bekal nya


"ini dari tadi aku lagi nungguin pak hanbin" jawab yeri menoleh pada hanbin

__ADS_1


"ngapain nungguin aku. mau sampai jam berapa kamu di kantor. jam segini masih disini" kata hanbin melirik pada jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 7:35 "di depan tidak ada angkot yah. dan busway pun masih beberapa meter dari gedung ini" ucap hanbin memberitahu yeri


"bukan nya kita berangkat bareng ke kantor" kata yeri dengan polos nya


"siapa yang bilang begitu" jawab hanbin


"kita kan satu kantor pak. satu jalur dan satu rumah" ucap yeri masih berpikiran kalau hanbin akan membiarkan dia ikut dengan nya


"lalu. aku harus memberimu tumpangan ke kantor? presdir dari perusahaan mana yang repot-repot memberikan pegawai magang di perusahaan nya tumpangan" celetuk hanbin "kita memang satu rumah dan mempunyai ikatan pernikahan. tapi itu hanya berlaku di depan keluargaku, tidak di kehidupan sehari-hari. jadi jangan mengharapkan kebaikan apapun dariku" jelas hanbin yang membuat yeri sedikit kaget


"kalau begitu kasih aku tumpangan hanya sampai halte bis. sekali ini saja aku mohon, 15 menit lagi waktu masuk kantor, aku bisa telat satu jam kalau harus berjalan kaki ke halte" ucap yeri penuh harap. tanpa menunggu respon dari hanbin, yeri langsung berlari ke dalam kamar nya untuk mengambil tas dan keperluan kerja nya. tidak sampai beberapa menit saat dia kembali lagi ke ruang tengah, ternyata hanbin sudah tidak ada di tempat dia berdiri tadi. hanbin benar-benar pergi


"Haahh. benar-benar orang itu" gerutu yeri dengan kesal. sadar kalau dia sudah tidak punya waktu lagi untuk mengoceh, dengan cepat yeri langsung berlari dengan cepat ke luar rumah menuju lift. pandangan mata nya selalu tertuju pada putaran jam tangan nya. bahkan yeri tidak henti-henti nya bergumam kalau dia tidak boleh telat.


sadar kalau dalam waktu 10 menit dia tidak akan bisa sampai. akhir nya mau tidak mau yeri harus menaiki taksi yang kebetulan lewat. karena memang hanya dengan taksi harapan dia satu-satu nya bisa mempercepat sampai di kantor walau tidak tepat waktu.


"bisa-bisa nya dia pergi gitu aja. kalau tau bakal berangkat sendiri ngapain juga aku nungguin dia kaya orang **** dari tadi. buang-buang waktu" oceh yeri begitu dia sudah duduk di dalam taksi "kenapa juga aku bisa punya pikiran kalau aku akan berangkat bareng dia. apa karena terlalu senang bisa hidup ditempat yang bagus. aku jadi lupa dengan sifat asli nya pak hanbin" gerutu yeri lagi.

__ADS_1


dia hanya terus menatap pada jalanan dan juga jam tangan nya. berharap jalanan lancar dan dia bisa segera sampai di kantor dengan cepat


"pak tolong bisa ngebut aja" ucap yeri pada supir taksi nya. karena sekarang hanya supir taksi inilah penyelamat nya saat ini.


__ADS_2