
Setelah jendela kamar kheisa sudah di buka
Seseorang yg tadi mengetuk jendela itu pun menerobos masuk kedalam sehingga membuat kheisa kaget.
"Hai."Ucapan lelaki itu membuat kheisa semakin terkejut.
"Tenang lah,tak usah terkejut gitu.gue kesini cuma mau bilang satu hal sama loe."Kheisa bergidik ngeri pasal nya akan kedatangan Aldo di rumah nya.ya, laki-laki itu adalah aldo.orang yg mengantar nya tadi sekaligus orang yg ingin membunuh nya.
Aldo berjalan menuju kasur kheisa dan menidurkan badannya di ranjang Qween size milik kheisa."hahhh..."helaan nafas nya merasa tenang di kamar kheisa,sedang kan si pemilik kamar merasakan hal yg berbanding jauh dengan Aldo.Ngeri,takut,merinding.itulah yg di rasakan kheisa sekarang !
Kheisa tak sanggup membuka pembicaraan Karna ia terlalu takut dengan Aldo yg tengah tertidur di ranjang milik kheisa sedangkan yg punya kamar?Ia masih terduduk di meja belajar nya dengan rasa takut yg menjadi-jadi.
"Kau ingin bicara apa?"Tukas kheisa memberanikan diri nya untuk bertanya,dan yg di tanya masih tertidur tak membalas pertanyaan kheisa.entah Aldo beneran tidur atau hanya berpura-pura saja.
"Hei?"Panggil nya lagi.
Kheisa tanpa sadar menjalankan tubuh nya mendekati Aldo yg sedang tertidur di ranjang kheisa.
__ADS_1
"Hei?Apa kau tertidur?"
"Heii..."Ucap nya lagi menggoyang-goyang kan lengan Aldo dengan cepat Aldo pun menarik tangan kheisa dan membuat tertarik kedalam dekapan Aldo.
"Kau...ingin apa?"Tanya kheisa,kini rasa takut nya semakin meningkat seratus delapan puluh derajat dari yg tadi.
"Tenang saja,aku tak akan macam-macam padamu."
Kheisa hanya menaikkan sebelah alisnya, bingung.
"Aku hanya ingin mengingatkan satu hal pada mu,
"Ba...baik."
"Dan...mulai sekarang kau adalah pembantu ku."
"Ba...HAH ! APA ?! "
__ADS_1
"Sttttt,sayang , apa kau mau keluarga mu melihat kita bermesraan?hmm?"Jari telunjuk Aldo melekat di bibir manis milik kheisa membuat Jantung kheisa berdetak tak karuan.Bukan Karna merasakan percikan cinta atau apalah itu,melainkan Karna rasa takut yg semakin menjadi-jadi dan terus menghantui nya.
Kheisa dengan cepat menggeleng kan kepala nya,dan terus berharap kalau cowok di samping nya ini akan pergi.
"Anak pintar."
Aldo tersenyum senang,entah apa arti dari senyuman nya itu.taoi yg terlihat oleh kheisa kalau senyuman itu adalah malapetaka bagi nya.
Aldo pun turun dari ranjang kheisa dan berjalan mendekati jendela,"Aku akan menjemput mu besok."Ucap nya sebelum meninggal kan kheisa sendiri di kamar nya.
Aldo hilang seperti di telan bumi.setelah tak terlihat lagi kheisa dengan sigap mendekati jendela,mengunci nya rapat-rapat agar dia tak kembali lagi.
Kheisa merebahkan badan nya dan terus berharap kalau ucapan Aldo tadi hanya candaan dan yg ia alami tadi hanya mimpi !
*****
Hancur ! Harapan nya sudah hancur. pagi ini, Kheisa terbangun Karna ibu nya mengatakan kalau ada laki-laki tampan di depan rumah nya dan menanyakan kheisa.ya.dia adalah Renaldo teguh saputra.aldo.
__ADS_1
Berarti yg semalam itu bukan mimpi?itu kenyataan?!Dan yg di ucapkan Aldo kemarin adalah serius? bukan candaan?! 'Pikir kheisa yg tak habis pikir dengan keadaan.
°•To Be Continued•°