My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend
Episode 19


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


...


"Bukkkhhh" Daren menendang kepala Nancy kuat, hingga terbentur tembok.


Bukannya merasa sakit, Nancy malah tertawa terbahak-bahak.


"***** ni cewek kayaknya benar-benar psikopat juga, tapi nggak papa, itu yang seru, makin keren, kalau gini, saling menyerang satu sama lain, dan ini akan jadi malam yang panjang buat gue dan Nancy" ujar Daren menyunggingkan senyum tipisnya sambil memegang pisau tajam yang akan diarahkan ke Nancy.


...


"Mau nusuk gue? coba silahkan kalau lo bisa" Ujar Nancy meremehkan.


"Nggak usah banyak omong" balas Daren sambil menusuk-nusuk kecil perut Nancy.


"AAAAKKKHH" Jerit Nancy histeris, namun Daren dengan sigap menampar dan menutup mulut Nancy dengan kain yang tergeletak dilantai.


Author Pov


Belum berakhir rasa sakit yang di perut, Daren menggores pelan pipi Nancy seolah ingin membuat tatto huruf N dengan pisau yang di tangannya. Dia tidak peduli dengan darah yang sudah bercucuran di lantai kamar Nancy.


Namun bukan Nancy namanya kalau tidak melawan, disaat Daren sedang asik melukis di pipinya, Nancy langsung menghantuk kan kepala nya ke kepala Daren. Sontak membuat Daren tersungkur kebelakang.


Kini situasi berbanding terbalik, dengan tertatih-tatih, Nancy berdiri sekuat tenaga menahan sakit, kemudian menendang Daren berkali-kali tanpa ampun.


"Kraaaaaakkkkhh" Nancy memutar kaki Daren, namun beruntung tidak sampai patah, karena tenaga Nancy semakin habis.


Jual beli serangan terus berlanjut sampai akhirnya Daren menendang keras kepala Nancy hingga langsung tumbang tergelatak dilantai.


Daren yang melihat Nancy tumbang dan masih bisa bernafas sedikit-dikit, langsung mendekati Nancy sambil tertawa dan langsung menginjak kepala gadis itu sampai akhirnya nyawa Nancy benar-benar melayang.


...


Setelah membereskan semua bukti, dan membuang mayat Nancy, Daren segera kembali ke rumahnya dan bergegas membersihkan diri.


Namun meskipun dia sudah berhasil membunuh Nancy, Daren tetap merasa khawatir, khawatir kalau Clara bertanya-tanya pasal luka yang ada di pipi, tangan, kaki dan perutnya.


"Akkhh emang kurang ajar tu cewek, apa coba alasan gue ke Clara nantik" gumam Daren sambil menatap langit-langit kamarnya hingga akhirnya Daren tertidur pulas.


...


Pukul 07.00 Wib


At Sekolah


"Daren, kamu kenapa diem aja sih, kok nggak jawab pertanyaan aku, kamu kenapa pakai masker?"


"Aduh sayang aku itu pakai masker biar aura kegantengan aku nggak diliat sama cewek-cewek lain, emang kamu mau, aura kegantengan aku diliat mereka, terus mereka langsung jatuh hati, dan suka sama aku gimana?"


"Hemm iya juga sih, yaudah kalau gitu kamu pakai masker aja terus, kalau perlu nggak usah dilepas-lepas" ucap Clara kesal karena tahu itu hanya alasan Daren saja.


"Loh loh kok pergi, tungguin aku dong Ra,!"


"Bodo, aku ngambek sama kamu pokoknya!" balas Clara bergegas meninggalkan Daren.


"Yailah cewek gue tahu aja kalau gue lagi ngebohongin dia, emang ya cewek ni aneh, pekanya 1000%"


"Lo kenapa sih selalu aja bikin Clara kesal dan sedih?" tanya Dicky tiba-tiba yang sudah berdiri disamping Daren.

__ADS_1


"Maksud lo apa ngomong gitu?" tanya Daren mulai emosi.


"Selow aja bro, gue heran aja, cewek secantik Clara kenapa harus jatuh hati sama cowo brengsek kayak lo?"


"Lo nyari mati ya haah?" ucap Daren pelan menahan emosi.


"Kenapa pelan gitu ngomongnya? udahlah, nggak usah sok suci lo Ren, psikopat tetap aja psikopat" ucap Dicky mencemeeh.


"Heh *******, lo lupa lo siapa? sadaar diri napa, lo juga nggak usah sok suci segala pake nyeramahin gue, kita sama sama psiko men, lagian lo kenapa sis? udah kayak Clara aja ada jadwal pmsnya" ucap Daren mencengkram kuat lengan Dicky sambil menuju kelasnya.


Mendengar jawaban Daren, membuat Dicky semakin kesal, dan memutuskan menyusul Daren menuju kelasnya.


...


Sepanjang pelajaran berlangsung, Dicky tidak berhenti menatap sinis Daren.


"***** ini si Dicky kenapa dah natap gue mulu" gumam Daren dalam hati.


"Awas aja lo ren" ucap Dicky dalam hati juga.


Setelah pelajaran selesai, bel istirahat pun berbunyi, seluruh siswa dan siswi SMA Danuarta berhamburan keluar menuju kantin. Tapi tidak dengan Daren, dia malah mengajak Clara ke belakang sekolah.


"Ra, udah dong ngambeknya, nggak enak tau diambekin gini" ujar Daren semanja mungkin.


"Apasih" jawab Clara ketus.


Mendengar jawaban Clara, Daren sempat emosi namun dia berusaha menahannya, karena dia tidak ingin membuat Clara semakin menjauhinya.


"Mau emosi? emosi aja terus, berubah ngapa sih ren, capek tau gue!" ucap Clara kesal.


"PRAAANNGGG" Daren langsung menendang kuat tong sampah disebelahnya.


"Iya gue bilang supaya lo berubah, gue capek ren, capek liat sifat lo yang selalu emosian, dan selalu sok baik didepan semua siswa-siswi di Danuarta ini" balas Clara sambil menahan rasa sakit di lengannya karna masih di genggam Daren kuat-kuat.


Mendengar Clara berani membalas ucapannya, Daren semakin emosi, dan langsung menampar Clara.


"PLAAAK" itu karena lo udah berani nyeramahin gue.


"PLLA" Dicky menahan tangan Daren.


"Bukhh, ini buat lo yang udah berani nampar Clara" ucap Dicky lantang sambil menghajar Daren kuat.


"BRENGSEK!!! siapa lo hah berani-berani nya ikut campur urusan gue sama Clara, lo nggak lebih dari teman ngebunuh gue anj***!!" ucap Daren penuh amarah.


"Udah gue duga lo cuma manfaatin gue selama ini!, lo yang brengsek!!" balas Dicky sambil menendang kaki Daren, hingga Daren posisinya seperti berlutut di hadapan Dicky.


Kemudian Dicky meremas rambut Daren dan menampar pipi Daren bertubi-tubi, bukannya melawan, Daren malah diam saja sambil tertawa, Clara yang melihat itu terlihat takut.


"WOI Anj** lo apain Daren hah?" dari arah lorong terlihat beberapa murid laki-laki menghampiri mereka, dan menyalahkan Dicky karna sudah menghajar Daren.


Dicky berusaha menjelaskan perkara sebenarnya, tetapi anak-anak yang lainnya tidak percaya, karena mereka hanya percaya sama apa yang mereka lihat, mengetahui hal itu membuat Daren tersenyum penuh kemenangan.


"Hahaha ****** lo, gue sengaja nggak ngelawan karena gue tau anak-anak pasti bakalan kesini" gumam Daren dalam hati sambil menuju uks dibantu anak-anak yang lain.


Sesampainya di UKS


"Eh lo nggak papa ren?"


"Iya gue nggak papa, cuma luka-luka sedikit kok"

__ADS_1


"Okedeh kalau gitu, kita tinggal dulu ya, nanti biar petugas uks yang ngerawat lo, dan lo juga harus banyak-banyak sabar bro, gue nggak nyangka Dicky diam-diam suka sama Clara, sampe-sampe rela mukulin sahabatnya sendiri demi cinta"


"Gue juga nggak nyangka sebenarnya, tapi sekali lagi, makasih ya kalian udah datang di waktu yang tepat banget, nggak kebayang deh gue kalau nggak ada kalian tadi" ucap Daren sambil menyalami temannya satu-persatu.


Setelah semuanya pergi, Daren langsung berbaring karena petugas Uksnya sudah datang.


"Yaampun ren, ini mah luka lo parah banget, sumpah tega banget tu Dicky ngehajar lo sampai babak belur gini" ucap Hana prihatin.


"Aaaau, pelan-pelan han, sakit ini pipi gue" protes Daren lembut sambil memegang tangan Hana dengan sengaja.


Disaat Daren sengaja curi-curi kesempatan dengan Hana supaya semakin banyak yang simpatik padanya, Clara dengan jelas melihat pemandangan itu, meskipun Daren sudah sering menyakiti fisiknya, tapi Clara tetap merasa sangat cemburu mengetahui Daren terlihat begitu dekat dengan Hana.


"Udahlah ra, cowok brengsek kayak gitu nggak pantas lo pertahanin, masih banyak diluar sana cowok yang mau sama lo" ucap Dicky kesal.


"Bukan gitu ****, Daren emang sering banget nyakitin gue, tapi itu secara fisik, enggak dengan hati, Daren selalu memperlakukan gue layaknya ratu, lagian tadi gue juga salah, seharusnya gue minta nya nggak pakai emosi, dia pasti tersinggung sama ucapan gue, karena gue tahu, dia juga pengen berubah, hanya saja tidak tahu caranya gimana" ucap Clara tertunduk sedih.


Mendengar penjelasan Clara membuat Dicky muak, tapi dia menahannya, karena dia tidak ingin Clara marah padanya.


"Yaudah mending sekarang kita pulang aja, buat apa juga disini, udah diskors juga" ucap Dicky kuat-kuat sambil memegang tangan Clara, karena dia melihat Daren sudah berdiri didepan pintu UKS.


"*****, berani-beraninya tu bocah megang tangan Clara, awas aja lo ****, tunggu pembalasan gue"


...


Oke sesuai janji, author mau kasih list pemeran dari cerita ini (belum semua), oia tapi ingat gambar ini hanya sebagai ilustrasi saja, biar mudah nanti membayangkan alurnya, hehe


- Daren



- Clara



- Dicky



- Siska CS



- Bobby ( Abang Daren )



- Nancy



...


Sekian dulu ya, pokoknya makasih buat yang udah baca dan coment, ❤


...


salam hangat


sucinazifah

__ADS_1


__ADS_2