My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend
Episode 20


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim..


•••


Warning ++ ada adegan kekerasan.


•••


Pukul 09.00 wib.


Keesokan paginya Daren hendak mengunjungi rumah Clara bermaksud untuk meminta maaf.


Namun sebelum sampai dilokasi, Daren melihat Clara sedang duduk di bangku Taman, dan yang membuat Daren terkejut, Clara tidak sendiri, dia bersama seorang pria, ya pria asing yang baru kali ini ia jumpai.


"Shit, siapa tu cowok?" gerutu Daren dari dalam mobil dan langsung memarkirkan mobilnya di area parkir Taman.


Kemuidian, Daren diam-diam mendekati Clara dan pria asing itu lalu bersembunyi di balik pohon besar yang tidak jauh dari tempat Clara berada.


"Ra, plis jangan diemin aku dong" ujar pria asing itu sambil merengek memegang tangan Clara.


"APA? Aku? Siapa banget tu orang berani-beraninya pakai aku kamu, terus apa coba maksudnya megang-megang tangan Clara" gerutu Daren sambil memukul-mukul pohon disebelahnya.


"Udah stop James, hubungan kita sudah lama selesai, aku nggak mau dengar penjelasan apapun lagi dari mulut kamu, sekarang lebih baik kamu pergi, tinggalin aku sendiri James" ujar Clara lirih sambil melepaskan genggaman James.


"Tapi ra, aku masih cinta sama kamu, dan itu tidak akan pernah berubah sayang" balas James menggenggam erat kembali jemari Clara.


Mendengar ucapan James, Clara sedikit tersipu malu, dan Daren bisa melihat jelas hal itu.


"Brengsek!!!" Kesal Daren kembali sambil terus memperhatikan dua sejoli tersebut dari balik pohon.


"T-tapi James, kita sudah lama selesai, dan kita sudah nggak punya hubungan apa-apa lagi, aku mohon sekarang pergilah" Clara memohon.


"Baiklah sayang, kalau itu yang kamu inginkan, aku bakal turutin semua ucapan kamu, sampai kamu percaya sama perasaan aku" ujar James lembut.


Mendengar ucapan James, membuat Clara tersipu malu lagi, dan kali ini bukan hanya Daren, tetapi James juga menyadarinya, dan dia meyakini kalau Clara juga masih mencintainya.


Karena merasa Clara masih mencintainya juga, sebelum pergi, James langsung mencium lembut kening Clara, dan itu benar-benar membuat Clara terkejut plus membuat kedua pipinya merona.


"James!!!" Pekik Clara pelan.


"Itu hukuman dariku karena kamu berani mengusir aku dari sisimu saat ini" ujar James tersenyun hangat sambil berlalu meninggalkan Clara.

__ADS_1


"Aakh brengsek!! Nggak, nggak ada yg boleh milikin Clara selain gue, cuman gue yang boleh ada disisinya, dia milik gue!!!" Ujar Daren sangat geram, dan langsung menyusul James diam diam.


•••


Daren Pov


Setelah melihat kejadian di taman tadi, aku langsung bergegas mengikuti James, mantan Clara.


Di perjalanan mengikuti James, aku terus memikirkan cara apa yang akan kulakukan untuk menghabisi nyawanya, lalu aku tersenyum simpul setelah mendapat ide.


Aku melajukan mobil ku bersejajar dengan mobil James, lalu dengan sengaja aku membenturkan sedikit mobil ku dengan mobilnya, dan yap berhasil, dia terpancing, karena dia saat ini sedang mengikutiku dari belakang.


Tidak akan kubuang kesempatan berharga ini, langsung saja kuarahkan mobilku ke sebelah kiri dimana disitu ada jalan yang mengarah kearah hutan, dan jalanan ini terkenal sepi, karena berada ditengah-tengah hutan yang menjulang tinggi.


"Haha mantap kawan, ayo kejar terus, dan gue bakal bikin lo mampus" ucap Daren sambil tertawa.


Kemudian Daren dengan sengaja melajukan mobilnya dan lalu memutar balikkan mobilnya kearah mobil James yang sudah lumayan dekat didepannya.


Lalu Daren keluar dari mobil, tentu saja dengan pisau-pisau yang sudah ia masukkan kedalam saku celananya.


•••


"Woi! Ada masalah apa lo sama gue?" Tanya James kesal setelah keluar juga dari mobil, dan langsung memegang kuat baju Daren.


"AAKKKHHHH, ajg sakit brengseek!!" maki James.


Melihat James kesakitan membuat naluri psikopatnya muncul, dan dia sangat suka pemandangan ini, dia suka melihat orang lain merasa sakit.


Kemudian Daren berjongkok disamping James, lalu mengambil pisau berukuran kecil dari saku belakang celananya.


"M-m-mau a-ap-pa lo? L-llo Psikopat?!" ucap James pelann namun masih terdengar jelas oleh Daren.


"Mau main-main sebentar doang, tenang aja, nggak akan sakit kok" ucap Daren tersenyum penuh kebahagiaan.


Lalu Daren melanjutkan aksinya, entahlah ia tidak peduli sekarang, yg pasti ia sangat kesal karna James sudah berani merebut miliknya.


Daren menyayat pelan kulit pipi James, dimulai dari pipi atas hingga pipi bawah, darah menetes sangat banyak.


"Sreeet.. Sreeett" Daren kembali mengupas kulit James dengan pisaunya, dan mengkoyak paksa kulit bibir James dengan tangannya.


"AAAAKHHHH ampuun, aaakkh sakittt!!!" Ujar James meronta-ronta.

__ADS_1


"Hahaha Ayo terus lah berteriak kesakitan, aku sangat menyukainya" ucap Daren dalam hati sambil menghirup kuat darah segar James.


"Akhhh ini nikmat sekali baunya" ucap Daren menikmati.


Sebelum melanjutkan aksinya, Daren segera mengambil sapu tangan yang berada disaku dan langsung menutup mulut James, ya dia tidak ingin rencananya gagal dan malah membuat orang lain curiga.


Setelah merasa aman, Daren mengeluarkan pisau yang berukuran sedang kali ini, kemudian dia membuka paksa baju yang dikenakan James, dan mulai mengukir lingkaran di perut James, dimulai dari lingkaran kecil hingga terbesar.


"Sreeeet....Sreeeett" Daren terus membuat pola lingkaran di perut James, kemudian darahnya muncrat-muncrat keatas.


"Hahahahaha, aku suka sekali ini, akhh nikmatnya darah ini" Daren mengirup kuat-kuat Darah tersebut.


"Aaaaaaak hmmfff" teriak James frustasi sambil menitikkan air mata.


Ia memohon belas kasihan dari Daren, tapi apa daya, Daren tetaplah seorang psikopat, dia tidak merasa kasihan sedikitpun, apalagi jika ini ada hubungannya dengan Clara.


Setelah puas bermain-main, Daren langsung menusuk dada James dengan pisau, darah langsung keluar dan mengenai wajah Daren, kemudian Daren tertawa bahagia melihatnya, dan seketika nyawa James melayang saat itu juga.


•••


Setelah melakukan aksinya, Daren mengambil gunting besar di mobilnya, kemudian kembali ke jasad James berada, lalu memotong jari tangan, memotong telinga, memotong jari kaki, dan terakhir mencongkel bola mata James.


Dengan senyum merekah di bibirnya, dia memasukkan semua yang diguntingnya tadi kedalam toples gelap. Kemudian meletakkannya di dalam mobilnya di tempat tertentu yang tidak akan tercium oleh orang lain.


Dan langsung membereskan jasad tak berdaya James.


Setelah semuanya selesai, Daren bergegas menuju rumah Clara sambil berkata "Tunggulah aku sayang, kini giliranmu" ucap Daren tersenyum simpul.


•••


Makasih buat kalian yang udah baca dan coment, And aku juga mau berterimakasih banget sama kalian yg udah sudi ngasih saran dikolom komentar, kalian tau, itu berarti banget buat aku, i love you guys ❤❤


Oia aku mau nanya, ini bagusnya endingnya sad apa happy? 😅


•••


salam hangat


suci nazifah


 

__ADS_1


 


__ADS_2