
Bismillahirrahirrahmanirrahim ..
....
“Ra, kamu tinggalnya bareng aku aja ya” pinta Daren diperjalanan menuju rumah Dicky.
“Tapi aku nggak enak sama Dicky sayang” balas Clara lembut membelai pipi Daren.
“Tapi aku cemburu, aku nggak suka kamu dekat sama pria lain selain aku” ucap Daren sendu.
“Kamu tinggalnya sama aku aja ya, aku bakal jadiin kamu ratu di rumah aku”
“Tapi aku juga nggak enak sama mama dan abang kamu” ucap Clara memberi alasan.
“Kamu nggak usah fikirin mereka, anggap aja mereka nggak ada” ucap Daren menjelaskan.
“Tapi sayang”
“Udah nggak ada tapi-tapian, kamu pokoknya harus sama aku, aku nggak bakal izinin pria lain nyentuh-nyentuh kamu” potong Daren cepat sambil menggendong tubuh Clara dan membawanya kedalam mobil miliknya.
“Dasar keras kepala” ucap Clara tersenyum sambil memegang dagu Daren dengan tangannya.
“Bodo, yang penting kamu sayangkan sama aku?”
“Hahaha kok kamu tahu sih?” balas Clara gemas.
“Ya tahulah, apa sih yang nggak aku tahu tentang kamu” ucap Daren sombong.
“Iyain aja deh, biar kesayangan aku yang satu ini senang” lalu mereka tertawa bersama.
…
Dicky POV
Di kediaman Dicky.
“Clara mana sih, udah jam segini belum balik-balik juga, padahal gue udah nungguin dari tadi” ucap Dicky khawatir.
Ting, ada pesan masuk dari ponsel Dicky.
*MasaDepan
Ki, sorry banget ya, gue nggak bisa balik kerumah lo, gue sama Daren sudah baikkan, dan lo tau kan, kalau Daren itu cemburuan banget orangnya, jadi malam ini gue bakal tinggal dirumah Daren, sekali lagi maaf ya ki udah ngerepotin lo selama ini.
Mendapat pesan seperti itu dari Clara membuatku tertunduk lesu, bagaimana tidak lesu, seseorang yang kucintai dan yang kujaga dengan tulus, lebih memilih pria brengsek dan psycho seperti Daren.
__ADS_1
Aku sengaja tidak membalasnya karena aku benar-benar patah hati membacanya. Padahal aku sudah banyak memasak makanan special buat Clara hari ini. Tetapi tetap saja, hati Clara jatuh kepelukan Daren, dan sesuai dugaan ku, itu benar-benar terjadi.
Sejenak aku terdiam mengetahui bahwa bagaimana menyedihkan diriku saat ini, ingin rasanya aku menghajar dan memukuli Daren sekuat-kuatnya, setidaknya dia harus mendapatkan pelajaran atas perbuatannya selama ini.
Dan tanpa sadar aku teringat akan foto yang ku ambil ketika Daren sedang jalan-jalan pagi dengan seorang wanita di pinggir jalan. Lalu terbesit di fikiranku untuk memberikan itu kepada Clara. Karena itu satu-satunya cara supaya Clara benar-benar menjauhi Daren.
“Tapi kapan ya kira-kira gue kasih liat tu foto ke Clara?” gumamku sendiri.
…
Rumah Daren
“Ayo masuk sayang” ucap Daren sambil menggendong tubuh Clara.
“Daren, kan bener kata aku, harusnya tadi kamu juga bawa kursi roda aku, jadi kamu nggak perlu susah payah gendongin aku gini” protes Clara lembut.
“Haha aku sengaja, karena aku memang pengen gendongin kamu terus” balas Daren sambil mencium pelan kening Clara.
“Daren, malu itu ada mama kamu” bisik Clara pelan.
“Halo tante, saya Clara, maaf ya tan, kalau kita harus ketemu dikondisi seperti ini” ucap Clara tak enak hati.
Sebelum menjawab Clara, Daren langsung melototkan matanya dan seketika mamanya langsung berbicara baik kepada Clara.
“Iya nggak papa Clara, kamu anggap aja ya rumah ini seperti rumah kamu sendiri” balas Mama Daren tersenyum lalu pamit pergi meninggalkan mereka berdua.
“Yaudah, udah kenalan sama mama aku kan, sekarang kita keatas ya, habis itu kita makan, terus tidur berdua” ucap Daren menggoda Clara.
“Nggak papa sayang, biarin aja mama denger”balas Daren tersenyum jahil.
Sesampainya dikamar.
“Kamu tunggu sebentar ya, aku mau ambil makan siang buat kamu dulu” Daren bergegas menuju Dapur rumahnya.
Disaat Daren pergi meninggalkan Clara, Clara kembali mengecek ponselnya, dia khawatir karena Dicky tak kunjung membalas pesannya.
Ya dia tahu, Dicky pasti sangat marah kepadanya, dan itu wajar, tetapi tetap saja Clara khawatir dan merasa tidak enak hati, bagimanapun Dicky yang sudah menjaganya selama dia dan Daren bertengkar.
“Maafin gue ki, gue tahu, gue udah keterlaluan banget sama lo, tapi gue juga masih cinta sama Daren, meskipun dilain sisi gue benci karena masih mencintai Daren, tapi gue nggak bisa bohongin hati gue sendiri” ucap Clara membatin.
“Ra, kamu kok melamun?” Daren bertanya tiba-tiba.
“Ha? Kamu udah sampai aja, yaudah mana makanannya? Aku udah lapar banget soalnya” rengek Clara manja.
“Haha yaudah bentar aku suapin kamu ya ra” ucap Daren yang disetujui Clara.
Setelah mereka makan bersama, dan bermain game bersama, akhirnya mereka tertidur pulas.
21.30 Wib.
__ADS_1
“Bobby pulang” ucap Bobby memasuki rumah.
“Sstt, jangan berisik, si Daren lagi dirumah, dan dia bawa perempuan, mama nggak mau dia ngamuk-ngamuk lagi”
“Ah, mau sampai kapan ma kita tunduk sama dia? Aku capek ma kayak gini terus!” ucap Bobby sambil menyentak tangan mamanya.
“Bobby!! Kamu jangan kayak gini, nanti Daren bangun sayang” pinta mamanya pelan.
“Wait ma, mama bilang Daren bawa perempuan? Wah sexy nggak?” tanya Bobby sambil tersenyum sinis.
“Maksud lo apa nanya gitu?” Daren tiba-tiba muncul dari atas dan langsung menuruni tangga.
“D-daren” ucap Mamanya terkejut. Berbeda dengan Bobby, dia malah tersenyum sinis.
“Nggak maksud apa-apa sih, kayaknya bisalah gue pakai semalam” Bobby tersenyum jahat.
“Brengsek!”
“BUGHH”Daren langsung menendang dada Bobby dan membuat Bobby tersungkur kebelakang.
“Daren, Daren mama mohon cukup, jangan sakiti anak ku lagi” pinta mamanya memelas.
Mendengar ucapan mamanya, Daren tak menyangka kalau selama ini fikirannya salah, dia salah sudah mengira kalau mamanya bakal berubah dan akan menganggap keberadaannya, namun nyatanya sama saja, dia tetap pernah berharga dimata mama tirinya.
“Lebih baik sekarang kalian berdua angka kaki dari rumah ini” titah Daren tegas.
“T-tap”
“KELUAR!!!!” Daren mengusir kembali mama dan abangnya dengan suara yang menggelegar diseluruh ruangan. Dan dengan terpaksa mereka keluar dari rumah.
Setelah mereka berdua keluar, Daren menghela nafas pelan, terlihat jelas matanya kini sedang merah menahan tangis dan rasa sedih yang sudah disimpannya selama ini, namun Daren menahannya dan segera mengunci pintu dan berbalik menuju kamar atas dimana tempat Clara berada.
“Daren” ucap Clara tiba-tiba dari balik pintu kamar.
“Sayang, kamu kok maksain berdiri sendiri, kamu lapar? haus? harusnya panggil aku, jangan jalan sendiri kayak gini” ucap Daren khawatir.
Bukannya menjawab, Clara langsung memeluk erat tubuh Daren.
•••
Sekian dulu dari author, makasih buat yang udah baca dan coment, so see you next chapt guys :)
•••
salam hangat
suci nazifah
__ADS_1