
Bismillahirrahmanirrahim,,
…
Keesokan harinya Clara sudah diizinkan pulang dari rumah sakit.
“Ra, nyokap lo kapan balik ke Indonesia?” tanya Dicky sambil mendorong kursi roda Clara menuju rumahnya.
“Hemm gue nggak tahu ki, gue juga nggak ngasih tahu nyokap sih gue lagi sakit, gue takut nyokap khawatir”
“Ooo yaudah, kalau gitu lo istirahat aja dulu di kamar gue, soalnya gue mau masak dulu” ucap Dicky mengantar Clara menuju kamarnya.
“Maaf ya ki, gue jadi ngerepotin lo gini” ucap Clara lirih.
“Duh apaan sih ra, nggak usah ngomong gitu, gue ikhlas kok bantuin lo, lagian nyokap lo juga belum balik kan? Nggak mungkin gue biarin lo sendirian dirumah.” balas Dicky panjang lebar lalu Dicky beranjak menuju dapur.
…
Tok Tok Tok (pintu depan berbunyi)
“Biar gue aja ki yang buka” pinta Clara cepat.
“Ooh oke ra, silahkan” balas Dicky lembut.
Setelah membuka pintu, Clara terdiam sejenak, lalu dia dengan cepat segera menutup pintu, namun seseorang menahannya yaitu Daren.
“Bentar ra, jangan ditutup dulu, aku mau ngomong sama kamu”
“Nggak ada yang perlu di omongin lagi, semua udah selesai Daren!” ucap Clara tegas sambil menahan tangis.
“Enggak, nggak akan pernah ada kata selesai diantara kita ra, aku nggak mau, aku cintanya cuman sama kamu! Please jangan tinggalin aku” rengek Daren memohon.
“Kamu udah keterlaluan, aku nggak bisa lagi mentolerirnya, aku capek, lelah sama sikap kamu” balas Clara lirih.
“Maaf Clara, maafin aku, jangan tinggalin aku plis” pinta Daren memohon sambil berlutut didepan Clara.
“Bukhh”
“BANGSAT! NGAPAIN LO DISINI?” tanya Dicky sambil menendang kuat Daren sampai jatuh kebelakang.
“BUKAN URUSAN LO!” balas Daren menahan emosinya.
__ADS_1
“Nggak ren, lo harus bisa ngontrol emosi lo didepan Clara, stop bikin Clara sedih” ucap Daren dalam hati.
“Udah stop kalian berdua, Dicky gue minta tolong lo pergi dulu boleh? Gue pengen nyelesain semuanya dulu, nanti kalau udah selesai, gue bakal balik lagi kesini”pinta Clara lembut.
“Hemm lo yakin?” tanya Dicky khawatir.
“Iya ki gue yakin, lo nggak perrlu khawatir” balas Clara sambil mengusap lembut lengan Dicky.
“Cih, ambil kesempatan dalam kesempitan” cibir Daren.
“Diem deh lo” balas Dicky cepat.
“Sssst udah udah” lerai Clara lagi.
“Yaudah mending kita ngobrol di taman aja” pinta Clara lalu mereka pergi menuju taman terdekat.
….
“Hih gue kenapa jadi gelisah gini sih? Apa iya gue cinta sama Clara? Aihh sumpah gue cemburu ra! Kenapa sih lo masih mau aja ngobrol bareng anak sialan itu? Gimana kalau nanti lo luluh lagi didepan Daren” gumam Dicky gelisah sambil terus memasak.
…
Sesampainya ditaman ..
“Jangan ketus gitu dong, kamu makin cantik tau kalau ketus-ketus gitu” ucap Daren mencolek dagu Clara.
“Daren! Aku serius ya! Cepetan mau ngomong apa?”
“Aku kangen, aku rindu, aku mau jalan lagi bareng kamu, aku mau romantis-romantisan lagi sama kamu, dan aku mau kamu jadi teman hidup aku selamanya.”ucap Daren tulus.
“Aku nggak mau”
“Tapi kamu kangen kan?” goda Daren.
“Enngak, siapa yang bilang? Sok tahu banget kamu” elak Clara.
“Aku yang bilang barusan” goda Daren lagi.
“ayo dong ra, jangan marah lagi sama aku, aku janji bakal berubah” ucap Daren berjanji.
“Janji kamu itu palsu, aku nggak percaya”
__ADS_1
“Aku beneran janji kali ini, aku nggak bakal ngingkarin lagi” ucap Daren sungguh-sungguh.
“Kalau kamu nggak nepatin janji lagi? Tanya Clara menyelediki.
“Bunuh aku” ucap Daren serius.
“Daren!!”
“Haha aku becanda sayang” balas Daren yang langsung memeluk Clara erat.
“Ra! Sumpah aku kangen banget, aku nggak akan pernah lagi nyakitin kamu, selamanya!” ujar Daren bahagia sambil menciumi seluruh wajah Clara mulai dari kening hingga dagu.
“Daren aku malu!” Clara memegang kedua pipinya yang sudah memerah.
“Lah malu kenapa? Buat apa kamu malu? Jangan dengerin kata orang-orang, dengerin aja kata-kata aku” ucap Daren tersenyum lembut lalu membelai pelan kepala Clara penuh kasih sayang.
“Ra” panggil Daren lembut.
“Iya?” jawab Clara tersenyum.
“I love You” ucap Daren berlutut sambil mencium tangan Clara.
“Love you too” balas Clara lalu mencium pelan kening Daren namun sedikit lama.
Mendapat perlakuan manis dari Clara, Daren tersenyum lembut, seakan semua beban yang melekat di pundaknya selama ini seakan terangkat dan hilang entah kemana.
•••
Sekian dulu dari author, makasih buat yang udah baca dan coment, so see you next chapt guys :)
•••
salam hangat
suci nazifah
__ADS_1