My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend
Episode 31


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim.



“Hah… hah…. Capek banget gue astaga” ucap Dicky sambil mengelus dadanya.


“Untung aja gue bisa kabur, kalau enggak bisa cod beneran gue tadi, fiuhhh” Dicky menyandarkan tubuhnya pada pohon yang berada dibelakangnya.


“Dicky?”


“Clara?” ucap Dicky dengan mata berbinar.


“Eh tunggu, lo kok jam segini masih diluar? Mau kemana?” ucap Dicky khawatir.


“Itu, gue tadi mau kesupemarket, tapi sudah tutup, ini gue mau balik sekarang, eh tapi ki, muka lo kenapa jadi bonyok gitu? Kayak habis berantem” ujar Clara sambil mencoba memegang wajah Dicky.


“Aduh ra, jangan disentuh, masih sakit banget” Dicky meringis sambil modus memegang tangan Clara.


“Tapi itu harus segera diobatin ki, bahaya kalau dibiarin” ujar Clara lagi meniup-niup pelan wajah Dicky.


“Astaga ra, nafas lo aja wangi, gimana gue nggak jatuh cinta sama lo” gumam Dicky dalam hati sambil menikmati hembusan nafas Clara.


“Ki, lo kok malah diam? Gue nanya ini” protes Clara.


“Hah, eh maaf ra, iya nantik sampai dirumah gue obatin, lo tenang aja jangan khawatir, tapi kenapa lo selalu saja perhatian sama gue, nanti kalau gue baper gimana?” tanya Dicky sambil memegang lembut tangan Clara dan meletakkannya di dada bidangnya.


Sejenak Clara terdiam, “Yaa kan lo teman dekat gue, waktu gue sakit lo juga selalu perhatian sama gue, jadi sekarang gantian, karena lo yang sakit, jadinya gue yang perhatiin lo” ucap Clara cepat.

__ADS_1


“Kalau gue cinta sama lo gimana?” tanya Dicky serius sambil menatap lekat mata Clara.


“Em, g-gue kayaknya harus pulang ki, s-soalnya udah terlalu lama gue diluar, takutnya nyokap gue nyariin, bye” ucap Clara langsung meninggalkan Dicky sendirian.


“CLARAA!!” I LOVE YOU! GUE CINTA SAMA LO” teriak Dicky kencang dan Clara langsung mempercepat jalannya.


....


“OMG!!! Kenapa jadi gini sih?” kesal Clara memukul gulingnya sendiri.


“Dan kenapa juga gue harus grogi didepan Dicky, kalau dia ngira gue juga suka gimana, enggak gue cintanya cuman sama Daren, perasaan gue ke Dicky cuman sebatas sayang sebagai sahabat, nggak lebih” ucap Clara memegang dadanya sendiri.


Disaat dia masih berperang dengan hati dan fikirannya, satu notif masuk di ponselnya.


Ting …


“Clara” 


“Iya sayang, kamu kenapa?”


“Lihat ini” tulis Daren sambil mengirim sebuah foto, yang ternyata itu adalah foto tangannya yang kenak sayat.


“ASTAGAA!” pekik Clara. Lalu dia menelfon Daren.


“Kamu kenapa? Kok tangannya bisa kayak gitu, hiks?” tanya Clara yang sudah mulai menangis.


“Eh aku nggak papa kok yang, Cuma luka kecil doang ini, udah ya jangan nangis.” Ucap Daren menenangkan Clara.

__ADS_1


“Iya tapi kenapa bisa sepanjang itu? Siapa yang udah ngelakuinnya?” tanya Clara kesal.


“Ya Dicky lah siapa lagi” ucap Daren dengan nada kesal.


“Wait, Dicky? Jadi kalian kelahi lagi?” tanya Clara kesal.


“Dia duluan yang” ucap Daren.


“Dia apa kamu?” tanya Clara menyindir karena biasanya yang tidak bisa menahan emosi adalah Daren.


“Astaga, kamu nggak percaya sama aku? Aku jujur ra, nggak bohong.” jawab Daren dengan nada yang sedikit meninggi.


“Tapi kan biasanya kamu yang suka emosi duluan.” ucap Clara tidak mau kalah.


“Dia mau jadiin kamu barang taruhan, makanya aku marah, aku pukul dia, tapi rupanya dia bawa senjata di jaketnya, ya inilah hasilnya! Kalau kamu masih tidak percaya yasudah, itu terserah kamu.” ucap Daren lalu menutup telepon secara sepihak.


“Nggak, nggak mungkin Dicky kayak gitu.” gumam Clara lalu terduduk lemas di samping kasurnya.


….


Sekian dulu dari author, makasih buat yang sudah like, baca dan komentar, see you next Chapt ❤


….


salam hangat


suci nazifah

__ADS_1


__ADS_2