
Bismillahirrahmanirrahim
…
“AAAAAAAHHKK, nggak mungkin, t-t-tangan gue tangan guee” ujar Dicky panik.
“AUUUCHH SS-SAKIT AHHH, DAREN BRENGS*K!” umpat Dicky menahan perih yang luar biasa.
Melihat tangannya yang sudah hilang, Dicky langsung bergetar hebat, wajahnya pucat, dia tidak tahu harus bagaimana. Yang hanya bisa ia lakukan saat ini ialah pasrah, karena berdiri pun dia sudah tidak kuat, tenaganya sudah habis terkuras.
…
Pukul 01.15 Dini hari, Clara dan Daren akhirnya sampai dikediaman Alfi, semua orang terkejut bercampur lega, karena Daren dan Clara kembali dengan selamat.
“Syukurlah, kalian sudah pulang, oh iya baju lo kenapa gitu ra, kok koyak-koyak gitu?” tanya Baim penasaran.
“Nggak usah dilihat juga keles” Daren memberi tatapan dingin.
“Yaelah ren nggak usah cemburu, gue cuman nanya kok, nggak ada maksud lihat apa-apa” jawab Baim sambil mengalihkan pandangannya.
“CLARAAA, I MISS YOU” teriak Dian heboh dari lantai atas, kemudian dia bergegas turun kebawah dan langsung memeluk sahabatnya itu.
“I miss you too babe” balas Clara sambil memeluk erat Dian.
“What? Babe? Cih sama gue nggak pernah tu dia manggil bab beb” batin Daren iri.
“Eh ra, lo sebenarnya kenapa sih? Kok baju lo kayak gini, terus Dicky mana? Bukannya lo bareng dia tadi?”
“Emm…” belum sempat Clara menjawab.
“Clara diserang binatang buas, makanya baju dia koyak-koyak” ucap Daren cepat.
“WHAAAAT???” teriak Dian heboh.
“Astaga bussset kuping gue,” celetuk Alfi kesal sambil mengusap-usap telinganya. Sedangkan Baim hanya terkikik melihat kelakuan teman-temannya.
“Oke, jadi kalian nggak barengan Dicky nih ceritanya?” sahut Siska tiba-tiba.
“Kita barengan tadi sebenarnya,” jawab Daren tenang.
“Lah terus dia kemana? Kok nggak barengan sama kalian?” Siska mulai curiga dan Clara langsung terdiam tak berkutik, dia tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang direncakan Daren.
“Nah bener tu, kok kalian nggak barengan?” sahut Baik menimpali.
__ADS_1
“Oke, gue bakal jelasin kekalian, jadi gini..”
“Waktu itu, gue nggak sengaja dengar suara Clara teriak manggil nama gue, jadi gue langsung ngikutin sumber suaranya, karena saat itu sudah malam kira-kira sudah pukul sebelas malam, makanya gue inisiatif buat nyari sumber suara itu, gue takut Clara kenapa-kenapa,” Daren menghentikan ucapannya, lalu mengambil nafas sebentar.
“Terus pas gue hampir sampai di tempat Clara, gue ngeliat Dicky lagi berusaha mengajak Clara untuk pulang kerumah, tapi Clara nya nggak mau, alhasil Clara terus mencoba memanggil gue sambil berjalan lagi, tapi perginya malah kearah hutan.”
“Terus kenapa nggak langsung lo samperin aja si Clara pas sudah mau sampai?” potong Siska tetap curiga.
“Tenang dulu, gue sudah berusaha mengejar, tapi gue sempat kehilangan jejak mereka berdua, karena hutan itu benar-benar gelap dan rindang, tapi tiba-tiba gue dengar teriakan Clara lagi, cuman dia nggak manggil nama gue seperti sebelumnya, teriakannya itu seperti orang lagi ketakutan, jadi gue kembali mencari sumber suara itu”
“Bener begitu ra?” potong Siska lagi.
“Astaga Siskaa, lo bisa nggak sih nggak usah motong pembicaraan Daren, lagi seru juga,” protes Baim kesal.
“Ya sudah lanjutin ren, nggak usah di jawab pertanyaan konyol Siska,” potong Alfi cepat.
“Konyol gimana maksud lo?” tanya Siska mulai emosi.
Melihat reaksi Siska, Alfi hanya tersenyum tipis, “Dasar cewek rusuh” gumamnya pelan.
“Apa lo bilang? Gue bisa ya lihat dari gerakan bibir lo kalau lo ngumpatin gue barusan,” Siska berjalan kearah Alfi dan menampar pelan kepalanya.
“Aish, lo apa-apaan sih Sis, nggak usah kayak anak-anak deh?” Baim memberi tatapan tajam kearah Siska.
“Nggak mungkinlah mereka bohong, toh udah ada buktinya, noh lo liat kondisi Clara, syok gitu” bela Alfi mulai emosi.
“Sudah, sudaah! Gue setuju sama Alfi, nggak mungkin mereka bohong, lanjutin ren” pinta Dian tegas.
“Oke, gue lanjutin lagi ya, astaga gue lupakan, sampai dimana tadi gue cerita?” tanya Daren bingung.
“Clara teriak-teriak,” sahut Siska ketus sambil memutar malas bola matanya.
“Oh iya bener, nah jadi gue langsung nyari tu sumber suara, karena gue yakin banget itu suara Clara, terus pas gue sampai, gue benar-benar kaget karena binatang buas itu ternyata sudah menyerang Clara dan Dicky, gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, binatang itu mengoyak-ngoyak pakaian Clara, dan berusaha menggigit tangan Dicky.”
“Terus-terus?” potong Yola tanpa berdosa.
“ANY*ING dasar lemot” protes Baim kesal sambil melemparkan bantal kursi kearah Yola.
“Ih Baim kok kasar sih sama Yola?” protes Yola tak terima.
“Lanjut nggak nih?” potong Daren tiba-tiba.
“Heh, iya lanjutin ren” jawab Baim tidak memperdulikan Yola.
__ADS_1
“Oke jadi, yaa gue sebagai cowoknya Clara pasti yang terbesit dibenak gue saat itu ialah gimana caranya nolongin Clara tanpa lecet sedikit pun, alhasil gue langsung mencari kayu, setelah kayunya dapat, gue langsung pukul tu binatang kuat-kuat, dan beruntung akhirnya Clara terlepas dari cengkaraman hewan itu karena dimana-mana kan kalau binatang diserang dengan benda secara tiba-tiba dia pasti langsung kabur, namun naasnya, gue lupa kalau saat itu bukan hanya Clara yang diserang, tetapi Dicky juga, jadi gue coba mengejar Dicky yang sudah diseret sama binatang itu menggunakan giginya, akkhh gue juga benar-benar ngeliat kalau lengan Dicky hampir putus, ukhh ngilu banget gue rasanya" Daren ber drama se oke mungkin.
"Kemudian setelah berhasil mengejar Dicky, saat itu gue cuma punya dua pilihan, pilihan pertama, gue serang binatangnya dengan cara mencoba mengalihkan perhatiannya tetapi dengan resiko kita berdua bisa saja langsung mati ditangan tu binatang atau gue kembali coba ngelempar atau ngehajar tu binatang dengan kayu tapi dengan resiko lengan Dicky bakalan putus.”
“Bentar, gue minum dulu ya, haus” ucap Daren serius sambil meneguk air putih yang berada disampingnya.
“Ahh leganya, oke lanjut, jadi dengan berat hati gue memilih pilihan kedua, dan ya gue memang berhasil mengusir hewan itu, tapi saat itu posisi Dicky lagi pingsan, jadi gue memutuskan untuk meninggalkan Dicky sendirian disana dengan meletakkan tubuh nya di sebuah gubuk yang berada di dalam hutan tersebut, setelah itu gue langsung mengantar Clara pulang terlebih dahulu karena keadaan Clara benar-benar memprihatinkan, tapi kalian tenang saja, habis ini gue bakal jemput Dicky kok, nggak mungkin gue ngebiarin dia sendiri sampai matahari terbit,” ucap Daren panjang lebar dengan pandangannya yang tenang.
“Nah dengerin tuh Sis, jangan asal nuduh lo,” ejek Dian menyindir.
“Ya sudah kalau gitu pergi jemput sana,” balas Siska ketus.
Mendengar ucapan Siska, Daren sedikit terkejut, apa hal yang membuat Siska jadi ketus seperti ini padanya. Apa kesalahan yang sudah diperbuatnya, sampai-sampai sifat Siska berubah 99%.
“Oke lo tenang saja, gue bakal jemput kok, kalian tunggu saja disini, gue janji bakal bawa Dicky pulang sebelum matahari terbit,” Daren segera bersiap-siap untuk kembali memasuki kawasan hutan.
“Tunggu, gue ikut,” Alfi mengajukan diri agar bisa menemani Daren.
“Gue juga,” sahut Baim ikut-ikutan.
“Nggak usah, gue berdua sama Daren saja, nantik kalau lo ikut juga, siapa yang jagain mereka?” tanya Alfi menaikan sebelah alis matanya.
“Oh iya bener juga, ya sudah sana buruan pergi, hati-hati” ujar Baim mendorong mereka agar segera keluar dari rumah.
“Eh wait-wait, gue kayaknya belum bilang iya perasaan,” protes Daren kesal.
“Ahh bodo amat, harusnya lo bersyukur Alfi mau nemenin lo kesana, kami tahu tenaga lo itu sudah hampir habis, nggak mungkin lo sanggup ngebawa Dicky kesini sendirian, sudah sudah buruan pergi” usir Baim sambil langsung menutup pintu bagian ruang tamu.
Setelah Baim menutup pintu, Daren dan Alfi sama sama tersenyum, lalu segera bergegas memasuki kawasan hutan.
...
Sekian dari author, terimakasih buat yang sudah baca, like dan berkomentar, see you next Chapter♥♥
...
Wohhooo, author gak nyangka bisa sampai di episode segini wkwk rada lebay sih, tapi nggak papa, ini ibarat penghargaan tersendiri buat author, karena bisa melanjutkan kisah Daren Clara beserta teman-temannya sampai sekarang.
Oh iya, author sangat sangat berterimakasih kepada kalian yang sudah mau membaca, mengkritik, dan menunggu kelanjutan cerita ini dengan sangat sabar, Loveu gaes ♥😆.
…
salam hangat
__ADS_1
sucinazifah