
Bismillahirrahmanirrahim
...
Pukul 17.00 Wib
Setelah puas jalan jalan dengan Nancy, Daren pun pamit pulang, alasannya karena ada sesuatu yang harus dikerjakan, dan Nancy mempersilahkan.
Tuuut,, tuuut,, tuuuut,,
“Halo ra” sapa Daren dari telfon.
“Siapa sih??” jawab Clara ketus.
“Ini aku ra, Daren, masa kamu lupa?” balas Daren tidak peka.
“Ohh” balas Clara makin ketus.
“Loh, kok oh doang ra? Kamu gak kangen apa sama aku? Aku kangen tau ra!” balas Daren lembut.
“Apasih, gak usah sok kangen deh lo, kalau lo kangen gue, kemana aja selama ini? Kenapa baru sekarang nongolnya? Oo apa udah puas jalan sama Nancy, makanya baru ingat sama gue?” ucap Clara kesal.
Mendengar ucapan Clara, Daren mendadak terdiam, namun beberapa saat kemudian dia mampu mengatasinya kembali.
“Apasih ra, kok Nancy? Lagian aku tu gak kenal-kenal banget sama Nancy, nih ya, dari pada jalan sama orang lain, mending aku jalan sama kamu, kan kamu pacar aku, cinta pertama aku” ucap Daren sabar.
Mendengar ucapan Daren, Clara mendadak tersipu malu, “Yang bener? Terus kalau emang gue cinta pertama lo, selama ini kemana aja? Kenapa baru muncul sekarang?” tanya Clara kembali tapi dengan nada yang manja.
Daren terkikik pelan, “Aku tu kemaren ada urusan sayang, aku harus keluar kota, jadi disana juga nggak ada sinyal, makanya gak bisa ngabari kamu, maafin aku ya, lain kali aku pasti bakalan hubungin kamu.”
“Janji ya! Gue kangen tau sama lo” ucap Clara lembut.
“Ahaha iya sayangku, aku juga kangeen banget sama kamu, ini aja aku sempet-sempetin balik kesini buat nemuin kamu, padahal sebenarnya masih ada yang harus aku urus,” ucap Daren berbohong.
“Loh lo mau kesini? Kok gak bilang-bilang dulu sih?” tanya Clara kesal.
“Kenapa harus bilang? Kan biasanya aku langsung kerumah kamu tanpa kasih tahu” tanya Daren heran.
__ADS_1
“Ya kan kalau lo bilang, gue bisa dandan dulu, biar cantik gitu."
“Yaelah Claraaa, kamu tu gak perlu dandan, karena kamu itu cantik nya natural, yaudah bukain gih pintunya, aku udah sampai didepan rumah kamu” pinta Daren.
“APAAAA!!! Aihh lo ni ya kebiasaan, yaudah tunggu disitu, gue bukain dulu” Clara bergegas turun kebawah untuk membuka pintu.
“Pagi sayang” ucap Daren lembut sambil mencium pucuk kepala Clara.
“Pagi juga” jawab Clara tersipu malu.
“Duhh baru juga keningnya yang dicium, udah kayak kepiting rebus aja pipinya, gimana yang itu” ucap Daren tertawa sambil mencium singkat bibir Clara.
“DAREEENN” teriak Clara heboh sambil memegang kedua pipinya yang sudah sangat merah.
“Iya sayang, why?” balas Daren jahil.
“Malu tahu, nanti kalau ada yang liat gimana?” protes Clara sambil tersipu malu.
“Ooo yaudah kalau gitu kita masuk aja, biar gak ada yang liatin” ucap Daren jahil sambil menggendong tubuh Clara masuk kedalam rumah dan langsung mengunci pintu dari dalam.
“Huss diem deh ra, belum sampai juga” balas Daren terkekeh sambil menuju lantai atas yang tak lain adalah kamar Clara.
Sesampai nya dikamar, Daren langsung melempar Clara ketempat tidur dan mengunci pintu dari dalam, kemudian ia mendekat ke arah Clara.
“Mmmau ngapain lo?” tanya Clara gugup karena saat ini Daren sedang berada diatas nya.
“Mau liat wajah cantik sang bidadari” ucap Daren sambil tersenyum lembut.
Mendengar ucapan Daren, Clara kembali merona yang membuatnya tak mampu berkata-kata.
Melihat sang kekasih malu-malu, Daren berinisiatif mengambil tangan Clara dan segera menciumnya lambut, “Aku sayang banget sama kamu ra, jangan pernah tinggalin aku ya” ucap Daren lembut sambil menatap Clara dalam.
“Iya, gue juga sayang sama lo, sayaaang banget” balas Clara sangat lembut dan hendak mencium bibir Daren. Namun Daren menahan dengan tangannya.
“Jangan sekarang ra, aku gak mau kalau nanti kita kelepasan, aku gak mau ngerusak kamu, kamu gak marahkan?” tanya Daren lembut penuh perhatian.
Mendengar ucapan Daren, Clara langsung terharu sampai ia mengeluarkan air mata dan memeluk tubuh Daren lembut, “Makasih ya ren” ucap Clara masih terisak.
__ADS_1
“Iya sayang” balas Daren.
“Oh iya, jangan pakai gue lo lagi, aku gak suka dengernya” pinta Daren melepaskan pelukan Clara.
“Hehe, iya sayang, aku gak bakal pakai lo gue lagi” ucap Clara sambil memeluk Daren kembali.
“Hemm, udah ya ra, jangan peluk aku mulu, si jun udah mulai berontak nih” ucap Daren tersenyum kecil sambil sedikit khawatir karena dia sedari tadi sudah berusaha untuk tidak kelepasan karena Daren benar-benar tidak ingin merusak Clara.
Mendengar ucapan Daren, sontak Clara langsung mendorong kuat tubuh Daren hingga Daren kejengkang kelantai.
“Aduh raaa, sakit tau, aduhh bokong gue” ucap Daren meringis sambil mengusap-usap tubuhnya yang sakit.
“Yee syukurin, sapa suruh kamu ngomong gitu, yaudah aku mau kebawah dulu, mau siapin makan malam.”
...
Bonus Pict
(Clara)
(Daren)
Ohiya, mimin mau nanya, menurut kalian, karakter Clara dan Daren itu gimana sih?
...
Makasih banyak buat yang udah baca dan coment, see you next chapt ya guys :)
...
Salam hangat
suci nazhifah
__ADS_1