My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend
Episode 18


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


...


23.30 Wib


"Ra, aku balik dulu ya" ucap Daren.


"Apa gak nunggu besok aja ren? Ini udah malam banget lo, nanti kamu kenapa-kenapa dijalan" ucap Clara khawatir.


"Tenang aja sayang, kamu kayak ga tau aku aja, siapa coba yang berani sama aku?" Ucap Daren dengan senyuman smirk nya.


"Ohiya aku lupa, ngapain juga aku khawatirin kamu" balas Clara sambil menepok jidatnya dengan tangan.


"Haha makanya, yaudah aku pergi dulu ya sayang, hati-hati di rumah, nanti langsung tidur, besok kan harus sekolah" pinta Daren lembut sambil mencium pucuk kening Clara.


"Iya Darenkuu, kamu tu awas aja nggak masuk besok, nggak ada bolos-bolos, harus masuk, aku tunggu dirumah, dan kamu wajib jemput aku, nggak pake lama" ujar Clara panjang lebar.


"Oke boss" ucap Daren tersenyum sambil berjalan menuju mobilnya dan beranjak dari halaman rumah Clara.


...


23.50 Wib.


Tok tok tok ....


"Naaaan, Nancyyyy!!!" panggil Daren.


"Aduh siapa sih tengah malam dateng kerumah, nggak sopan banget" kesal Nancy sambil berjalan menuju pintu rumahnya.


"Eh itukan Daren, ngapain tu anak jam segini kerumah, pasti mau mesum" ucap Nancy tertawa mengintip dibalik jendela dan kemudian membukakan pintu.


"Aaa Darreeennn, kok baru muncul sih? Tau gak, belum juga sehari kamu ninggalin aku, aku tu udah kangen pake bangeet tauuk" ucap Nancy manja sambil memeluk tubuh Daren erat.

__ADS_1


"Eh buset, ni anak kenapa? Tumben banget kayak gini, ah tapi bodoh lah, gak rugi juga gue" ucap Daren cekikikan dalam hati.


"Haha aku juga kangeeen banget Nan, makanya aku samperin kamu kesini, oh iya Nan, masuk yuk, dingin nih diluar" ujar Daren manja sambil membalas erat pelukan Nancy.


"Dingin? Hehe yaudah masuk yuk, biar aku hangetin nanti didalam" balas Nancy genit sambil menggandeng mesra lengan Daren masuk kedalam rumah.


"Anjirrr kampret banget ni cewek, padahal kan niat gue kesini mau ngelampiasin hawa nafsu membunuh, udah lama banget nggak bunuh orang, tapi hawa nafsu gue sebagai lelaki malah ikutan bersaing, anying lah, lagian Nancy ngapain sih gak pake daleman, kan konsentrasi gue jadi buyar" gerutu Daren dalam hati.


Sesampainya didepan kamar Nancy, "Yok masuk, kan diluar dingin" ucap Nancy sambil membawa Daren masuk kedalam.


"Aissh, nggak, nggak, pokoknya malem ini, gue harus berhasil ngebunuh Nancy, gue nggak mau nunda-nunda" ucap Daren bersikeras dalam hati.


"Ih Daren, kenapa sih kok diem mulu dari tadi? Apa gue kurang sexy ya, padahal kan udah nggak pake daleman, apa gue buka aja kancing bagian atas" guman Nancy tersenyum jahil yang ternyata didengar oleh Daren.


"Bangsat, ni cewek kayaknya lagi pengen deh, sampai-sampai mau ngebuka kancing bajunya depan gue, dia make pakaian lengkap aja udah bikin gue gak tahan dari tadi, apalagi ngebuka kancing, waah bisa runtuh pertahanan gue" ujar Daren membatin.


Disaat Daren lagi berperang dengan batinya, tiba-tiba Nancy mendorong kuat tubuh Daren hingga Daren terjatuh tepat di kasur kemudian Nancy dengan sengaja berada diatasnya.


Daren tetap diam, "Anjir, gue gak tahan kampret, wahh awas aja lo Nan, bakal gue habisi setelah ini, berani-beraninya lo nantang gue" ujar Daren tersenyum simpul sambil memeluk erat tubuh Nancy.


"Gue diem karna gue nggak tahan Nan, lo sexy banget malam ini" ujar Daren serak sambil melumat bibir Nancy.


Disaat mereka sudah puas bermain, akhirnya keduanya pulas tertidur, namun tidak dengan Daren, dia hanya berpura-pura tidur.


Setelah memeriksa kalau Nancy sudah benar-benar tertidur, Daren diam-diam beranjak kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Setelah berganti pakaian lengkap, beserta topi hitam, Daren kembali kekamar Nancy, melihat Nancy dalam keaadaan lengah, langsung saja Daren mendekat dan mencekik kuat leher Nancy. Namun, hal yang tidak di duga terjadi, bukannya takut, Nancy malah melawan, dan hendak membalas mencekik Daren.


"Haha kenapa? Kaget lo ngeliat gue berani ngelawan?" Ujar Nancy tersenyum meremehkan.


Daren yang masih terdiam karena kebingungan malah dihajar Nancy habis-habisan.


"Mampus lo ren"

__ADS_1


"BUGH" satu pukulan mendarat di perut Daren,


"BUGH," satu lagi di pipi Daren, dan PRAAAKKH, Nancy menendang kuat kaki kanan Daren.


"Anjirrr kampreeet, Daren yang merasa terhina di hajar oleh perempuan, langsung mengahar Nancy dengan membabi buta, hingga akhirnya 'KRRRAAAKKKKKH' Daren memutar kuat lengan Nancy hingga patah.


"Aaakhhh" ucap Nancy kesakitan, tapi dia tidak menyerah, Nancy segera mengambil gunting di atas meja kamarnya dan melempar gunting itu kuat kearah Daren, beruntung Daren hanya tergores dibagian lengan karena berhasil menghindar.


"Wah punya nyali besar juga lo" ujar Daren tertawa mengejek.


"Cuih, gue nggak takut sama lo ren, gue dari awal udah tau siapa lo, karena kita sama, hanya saja gue sengaja pura-pura nggak tau, karena yaa lo lumayan tampan juga, dan hasrat bermain dengan lo lebih kuat dari pada harus ngebunuh lo"


"Dan lo tau kan, gue nggak akan pernah lepasin lo, lo milik gue pokoknya"


"Bukkkhhh" Daren menendang kepala Nancy kuat, hingga terbentur ketembok.


Bukannya merasa sakit, Nancy malah tertawa terbahak-bahak.


"Anjir ni cewek kayaknya benar-benar psikopat juga, tapi nggak papa, itu yang seru, makin keren kalau gini, saling menyerang satu sama lain, dan ini akan jadi malam yang panjang buat gue dan Nancy" ujar Daren menyunggingkan senyum tipisnya sambil memegang pisau tajam yang akan diarahkan ke Nancy.


...



Oia pokoknya makasih ya buat yang udah baca dan coment, ❤ 


...



salam hangat


sucinazifah

__ADS_1


__ADS_2