My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend
Episode 15


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim


•••


"Maaf ya lama gue nelfonnya"


"Iya nggak papa, santai saja ren, oh ya duduk dulu sini, kita makan cemilan sambil nonton gimana?" tanya Nancy penuh harap.


"Aduhh gimana ya, sebenarnya gue tadi disuruh balik sama nyokap, tapi nggak papa deh duduk sebentar, kasian juga kan makanannya banyak tapi dianggurin" ujar Daren yang langsung duduk di sebelah Nancy.


"Eh kalau gitu nggak papa ren, kan itu yang nyuruh nyokap lo, jadi ya gue nggak papa kok ditinggal sendiri, hehe" ujar Nancy cengengesan.


"Serius Nan?" tanya Daren pura-pura terharu.


"Iya Daren Alonso, gue serius, ya sudah sana gih balik"


"Oke bos siyaap, gue balik dulu ya, sampai jumpa besok, cuph" ucap Daren sambil mengecup kedua pipi Nancy.


Mendapat ciuman dari Daren, Nancy mendadak membeku, bahkan ketika Daren sudah benar-benar pergi Nancy masih saja membeku tidak percaya kalau Daren akan melakukan itu.


"Oh My God, jantung gue kenapa berasa mau copot gini sih? Ya tuhan jangan bilang kalau gue jatuh cinta sama tu bocah" Nancy meremas dadanya tak percaya.


Sambil terus memegangi dadanya yang sudah gemetaran sejak tadi, Nancy tetap saja beradu argumen dengan hati dan pikirannya, pikirannya menolak untuk menyukai Daren, tapi hatinya tidak mampu menolak fakta bahwa dia benar-benar menyukai Daren.


•••


20.35 wib


"Clara, kamu kok diam aja sih dari tadi? kita sudah keliling loh, tapi kamu tetep saja diam, kita mau kemana sebenarnya?" tanya Daren mulai frustasi.


"Terserah, pikir saja sendiri!" jawab Clara ketus.


"Kok terserah sih, aku mana tahu ra kalau kamu nggak bilang mau kemana" jawab Daren sesabar mungkin.


"Ya sudah pulang saja kalau gitu" balas Clara jutek.


"Loh kok pulang, tapi tadi katanya mau makan di luar, gimana sih labil banget" gumam Daren pelan.


"APA??? lo bilang gue labil?" tanya Clara mulai emosi.


"Loh kok malah jadi kamu yang marah? kan kamu yang nggak jelas mau kemananya, aku tanyain jawabnya malah terserah, sekarang malah ngebentak" ucap Daren kesal sambil memukul stir mobil.


Clara pun keluar dari mobil karena Daren malah membentaknya balik.


"Heh mau kemana kamu ha?" tanya Daren kesal sambil ikut mengejar Clara.

__ADS_1


"Apasih, lepasin gue, gue mau pulang!!" jawab Clara tak kalah kesal.


"Masuk" ucap Daren sambil menunjuk pintu mobil yang tidak ditanggapi oleh Clara.


"MASUK AKU BILANG!!!" ucap Daren emosi sambil mencengkram lengan Clara kuat dan langsung menariknya untuk kembali kedalam mobil.


"Aduhh sakit ren" ringis Clara yang tidak dipedulikan Daren.


Setelah keduanya kembali masuk kedalam mobil, Daren langsung buka suara "Jangan sesekali kamu berani keluar dari mobil ini tanpa aku suruh! ingat kamu pacar aku, milik aku, jadi harus ikutin apa kata aku, ngerti??!" ucap Daren tegas sambil mencengkram kuat lengan Clara.


"S-ss-sakit ren, ren l-lengan gue s-ssakit" ucap Clara meringis kesakitan bercampur ketakutan.


"Makanya, kalau nggak mau sakit, nurut sama aku ra, kamu tahu aku gimana, malah senang banget nyari marah aku" balas Daren kesal sambil melepas lengan Clara perlahan.


"Ya sudah karena aku nggak tau tujuan kita kemana, mending kita pulang sekarang!" lanjut Daren sambil menjalankan mobilnya.


...


Sesampainya dirumah Clara, mereka turun bersamaan.


"Hemm ra, aku minta maaf ya atas perbuatan aku tadi, aku tadi cuma emosi" ucap Daren merasa bersalah sambil memegang tangan Clara lembut.


"I-iya, nggak papa kok, gue masuk dulu ya, gue capek ren!" jawab Clara terbata.


"Masuk gih, langsung tidur ya ra" ucap Daren lagi yang di angguki Clara.


Setelah memastikan kalau Clara benar-benar telah masuk kedalam rumahnya, Daren segera bergegas pergi menjalan kan mobilnya.


...


22.30 Wib Daren memasuki sebuah rumah ..


Tok .. tok .. tok


"Nancy" panggil Daren berkali-kali sampai akhirnya sang pemilik rumah membukakan pintu.


"Daren? ya ampun sudah jam berapa ini, bukannya balik malah kesini lagi" ucap Nancy heboh sambil mengusap pelan kepala Daren.


"Gue malas dirumah, boleh ya gue nginep disini" pinta Daren memelas.


"Nginep? gue sebenarnya nggak masalah, tapi kan lo tahu kalau dirumah ini gue tinggal sendiri dan kamar pun cuma ada satu yang bersih, yang lainnya nggak keurus" ucap Nancy menjelaskan.


"Dih cantik-cantik pemalas," ejek Daren bermaksud bercanda.


"Ooo ya sudah pulang sana," balas Nancy pura-pura marah.

__ADS_1


"Hehe, nggak, gue bercanda, nggak papa Nan, sekamar sama lo gue mau kok" ucap Daren tersenyum jahil.


Mendengar ucapan Daren, Nancy sempet berpikir sejenak, "Gue sebenarnya nggak masalah sekamar sama lo, tapi awas aja kalau lo macam-macam, gue sunat lagi lo" ancam Nancy.


"Aduhh jangan dong, nanti habis punya gue, nggak ada lagi masa depan gue nan" ucap Daren sambil menutupi barang berharganya.


"Anjiir apaan sih, ya sudah ayok masuk, langsung saja kekamar gue" ajak Nancy yang disusul Daren.


Sesampainya dikamar, "Wahh ini toh kamar lo, bagus juga, rapi lagi" ucap Daren basa basi.


"Alah, lebay lo, sini ikut baring samping gue, oia kalau lo mau mandi, mandi saja, tu kamar mandinya" ucap Nancy.


"Oke, nantik saja deh gue mandinya, gue mau baring-baring dulu" balas Daren sambil bergegas berbaring disamping Nancy.


Entah kenapa hati Nancy mendadak tidak karuan setelah tahu kalau Daren kini sudah berada disampingnya, "Ya ampun Nancy, lo ngapain coba ngebiarin ni cowok tidur sekamar sama lo, bisa mati bediri gue kalau kayak gini" ucap Nancy dalam hati.


Saat Nancy masih asik berdisukusi dengan pikirannya, mendadak tubuh Nancy membeku karena kini entah kenapa Daren sudah memeluknya seperti bantal guling, setelah memastikan, ternyata Daren telah tertidur.


"Yaampun ni bocah ngapa ganteng banget yak? gak tahan pingin nyium gue" teriak Nancy dalam hati.


Dan benar saja, bukan Nancy namanya kalau tidak sabaran orangnya, baru saja berusaha mati-matian untuk tidak mencium Daren, tapi apalah daya, pertahanannya runtuh seketika ketika Daren semakin mengeratkan pelukannya.


"Cup" Nancy mencium kilat bibir Daren dengan jantung yang hampir copot.


"Udah nan, cukup sekali, nggak boleh, nanti kelepasan" Nancy membatin sambil menahan dirinya agar tidak melanjutkan aksinya, karena saat ini kepala Nancy benar-benar sudah dekat dengan Daren.


Dan akhirnya Nancy mampu mempertahankan imannya, namun ketika Nancy ingin menarik kembali kepalanya Daren langsung menahannya dan mencium lembut bibir Nancy. Mendapat serangan mendadak dari Daren, ada perasaan bahagia bercampur kaget, bahagia karena Daren membalas ciumannya, kaget karena aksinya diketahui Daren.


Tidak ingin dirinya dan Daren berbuat terlalu jauh, Nancy segera melepaskan bibirnya, namun tidak bisa terlepas karena Daren menahannya dan terus menciumi bibir Nancy dengan lembut hingga akhirnya kalian tau lah ya guys mereka ngapain ... Huehehehee


•••


Bonus pict Daren Alonso



...


Makasih buat yang udah baca dan coment, see you next chapt guys ♥


...


salam hangat


suci nazifah

__ADS_1


__ADS_2