
Bismillahirrahmanirrahim ...
...
Dirumah Sakit
“Gimana dok keadaan teman saya?” tanya Dicky setelah dokter Ardi keluar dari ruangan.
“Beruntung lukanya tidak terlalu serius, jadi dalam beberapa hari kedepan bisa sembuh, dan sebaiknya untuk saat ini kamu harus jaga dia baik-baik, karena takut terjadi lagi hal seperti ini, dan itu bisa memperburuk keadaannya” ujar Dokter Ardi panjang lebar.
“M-maksudnya dok?” tanya Dicky heran.
“Yasudah ya, saya ada pasien yang harus saya tangani sekarang, permisi” pamit Dokter Ardi sambil tersenyum.
“Loh tu Dokter kenapa dah” ujar Dicky terheran-heran sambil memasuki ruangan Clara.
“Eh ra gimana keadaan lo?”
“Ya seperti yang lo liat, gue baik-baik aja, btw makasih ya ki, lo udah mau direpotin gue” ujar Clara tulus.
“Haha tumben banget ada yang panggil gue ki, tapi nggak papa, gue suka dengernya” ujar Dicky terkekeh lalu mereka tertawa bersama.
“Oh ya ra, gue heran deh Dokter Ardi ngapain nyuruh gue jagain lo, lagian tanpa disuruh gue pasti kali jagain lo hehe?” ujar Dicky terkekeh.
“Bisa aja lo, hemm itu mungkin karna gue bilang ke dia alasan tangan gue ini kesayat karna apa” balas Clara tersenyum.
“Emangnya alasan lo apa?” tanya Dicky lagi.
“Hemm gue bilang aja karna gue lagi stres, makanya nggak sengaja ngelukain diri gue sendiri, hehe”
“Emang ya lo, segitu cintanya sama tu orang sampe lo bela-belain bilang alasannya gitu.”
“Hehe, yaudah lupain aja itu dulu, gue lapar nih, pengen makan” rengek Clara manja.
“Yaudah bentar, gue ambil dulu makanannya, tapi gue suapin ya ra” ucap Dicky lembut yang diangguki Clara.
Sejenak perasaan luka Clara terobati dengan kehadiran Dicky, dan beruntung mamanya kini sedang berada di rumah neneknya yang berada diluar negri, kalau tidak entahlah Clara tidak bisa membayangkannya.
“Lo juga makan ki, jangan gue aja” pinta Clara lembut.
“Oke siap tuan putri”
Mendengar Dicky menyebutnya dengan tuan putri, ada terbesit rasa khawatir di hati Clara, Ia takut kalau Dicky mempunyai perasaan lebih padanya.
Karena bagaimanapun sampai saat ini tetap Daren lah pemenang dihatinya, dan ia juga tidak ingin melukai perasaan Dicky.
__ADS_1
...
Flashback~
Clara Pov
“Daren? Kok kamu bisa didalam rumah aku? Tanyaku heran.
“Hemm kayaknya aku harus ngasih tahu Dicky kalau Daren ada disini, perasaan aku nggak enak soalnya” ujarku kembali dalam hati sambil melihat Daren yang terus bertanya soal James.
*DefriyanDicky
Dicky!!
Iya ra kenapa?
Lo kerumah gue ya sekarang, ada Daren disini, perasaan gue nggak enak.
Oke siyap! OTW !!
...
Dicky POV
“Pagi yang indah” ucap Dicky tersenyum sambil melihat pemandangan indah yang berada didepan kamar hotelnya.
“Kayaknya gue beneran suka deh sama Clara, tapi gue nggak mungkin bisa dapatin hati Clara, tambah lagi ada Daren yang selalu disampingnya, dan sewaktu-waktu bisa saja Daren ngebunuh gue, Ahh gue lelah pura-pura jadi psikopat gini!” ucap Dicky mengusap gusar kepalanya sambil mengenang pertemuan pertamanya dengan Daren dahulu.
*Flashback pertemuan Dicky dan Daren (00.35)
“MAMPUS!!!” ucap seorang pria sambil terus memukuli lawannya.
“Anjiirr, siapa tu tengah malam gini malah kelahi” gumamku sambil mencoba mendekat.
“Ap-paa salah gue?” tanya pria yang sudah tidak berdaya itu.
“Sreeett..Sreettt...” bukannya menjawab, dia malah terus menyayat kulit paha lawannya sampai kebawah, kemudian dia langsung menusuk-nusuk pelan paha lawannya secara acak mulai dari paha atas sampai kaki bawah.
Bahkan dia tidak peduli dengan darah yang terus muncrat kewajahnya, dan aku bisa melihat jelas, dia tersenyum.
“OH MY GOD!! He’s Psycho! Shit!” pekikku dalam hati.
Aku memang tidak terlalu takut melihat hal seperti itu, karena aku juga sering berkelahi dengan orang-orang, ya orang-orang menyebutku preman kecil, tapi aku tidak pernah sampai membunuh orang seperti itu.
Dan sebutan preman kecil itu hanya berlaku ketika aku sedang berada di kampung halamanku. Berbeda dengan disini, aku sengaja dikirim orang tuaku kekota supaya aku tidak berkelakuan seperti preman lagi, dan aku juga sudah berjanji pada diriku sendiri untuk berubah.
__ADS_1
Namun tetap saja aku sangat takut jika harus berurusan dengan seorang psycho. Mereka tidak bisa ditebak, bahkan tidak segan-segan membunuh lawannya tanpa ampun. Uhh sungguh ngeri. Bulu kuduku merinding.
Dan sialnya dia melihat keberadaanku ketika aku sibuk melihat aksinya. Dengan keberanian modal dari gelar premanku dulu, aku berjalan kearahnya dengan percaya diri, aku bertekad untuk tidak melihatkan ketakutanku, karena aku tidak mau mati konyol.
“Berani juga lo muncul dihadapan gue” ucapnya menyeringai sambil bersimbah darah.
“Ya beranilah” ucap ku sedikit sombong.
Melihatku tidak takut, dia langsung ingin menyerangku, namun aku menahannya dan mengatakan kalau aku sama seperti dia. Awalnya dia tidak percaya, dan tetap saja menyerangku, bahkan pisaunya sempat menggores tanganku, tapi dengan cepat aku menunjukan expresi tertawa, dan segera mengambil tongkat yang kulihat tergelatak di tanah dan langsung kuarahkan kekepalanya.
Bukannya marah, dia malah tertawa dan berkata “Baiklah gue percaya sama lo, tapi lo harus selesain ni orang sekarang juga tanpa bukti yang tersisa” ucapnya enteng dan segera berlalu pergi.
Namun sebelum pergi, dia berkata lagi “Oh iya, kenalin nama gue Daren, lo Dicky kan, anak SMA Danuarta?” ucapnya percaya diri.
“Anjirr, dari mana lo tau?” tanyaku heran.
“Itu dari seragam lo” ucapnya tersenyum simpul sambil pergi dari hadapanku.
Seketika aku melihat baju yang ku pakai saat ini, “Anjir tau gitu pulang futsal tadi gue nggak perlu ganti baju, Aakkh” ucapku frustasi sendiri dan langsung menatap mayat yang berada didepanku dan segera membereskan semuanya dengan perasaan sedikit mual, karena bagaimana pun aku bukan lah seorang psycho yang suka melihat hal seperti ini.
Setelah membereskan semuanya, aku bergegas pulang.
*Flashback Selesai
Disaat aku lagi asik termenung memikirkan masa-masa terkutuk itu, tiba-tiba ada notif masuk dari ponselku. Setelah membaca, langsung saja aku bergegas menuju rumah Clara.
Ya Clara mengatakan padaku, kalau ada Daren dirumahnya, dan Daren datang dalam kondisi marah. Aku tidak ingin Clara di sakiti oleh Daren lagi, apapun caranya aku akan melindugi Clara, meskipun nyawa taruhannya.
...
Ada yang masih bacakah? Hehe
Oia kalian teamnya siapa nih? Daren-Clara atau Dicky-Clara?
...
Makasih buat yang sudah baca dan coment, see you next Chapt gaes, lafyuu :*
...
salam hangat
sucinazifah
__ADS_1