My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend
Episode 29


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim ..



...



09.45 SMA Danuarta



“ Wahh nggak kerasa ya kita seminggu lagi kita bakal ujian akhir nasional” celetuk Dian heboh.



“Iya yan gue juga seneeng banget, karena habis itu kita bakal liburan panjaaaaang” ujar Clara sambil merentangkan tanganya sampai-sampai mengenai seseorang.



“Eh eh maaf, gue nggak se, eh lo ki rupanya” kaget Clara.



“Iya gue, senang banget lu gue liat, mau liburan kemana emangnya?” tanya Dicky antusias.



“Belum tahu sih, tapi yang pasti gue mau liburan kepantai, karena gue suka banget sama pantai” jawab Clara tak kalah antusias.



“Iya ra, gue juga suka banget dan kepengen juga liburan kepantai, gimana kalau kita perginya bareng-bareng?” usul Dian.



“Wihh boleh tu, gue setuju, kita ajak Daren, Dicky juga gimana?” tanya Clara.



“Gue ikut yaaa!!” potong Baim dan dibelakangnya ada Daren yang menyusul.



“Boleh dong, semakin ramai semakin seru” balas Dian tersenyum lebar.



“Gue juga ikut kalau gitu.”



Semua menoleh, dan saling menatap satu sama lain.



“Kenapa? Kok pada diam?” ujar Siska yang mengajukan diri sendiri.



“Boleh kok” jawab Daren cepat.



“Waahh makasih my honey” ucap Siska langsung memeluk Daren.



“Nggak usah lebay deh, gue bolehin biar makin ramai aja, nggak lebih” ucap Daren acuh.



Melihat sikap acuh Daren, Clara sedikit lega, karena bagaimana pun Clara tetap merasa cemburu jika Siska masih dekat dengan Daren, meskipun dia tahu Daren tidak punya perasaan terhadap Siska.



Gerak-gerik Clara diketahui oleh Dicky, karena dari awal Dicky selalu memperhatikan Clara, dan mengetahui kalau Clara merasa cemburu, membuat Dicky kesal, tapi dia menahannya agar Clara tidak curiga.



Disaat mereka lagi asik membahas kapan dan apa-apa saja yang harus dibawa, bel masuk jam kedua pun berbunyi.


__ADS_1


...



“Selamat pagi anak-anak” sapa pak Bram, wali kelas 12 IPA 2.



“Selamat pagi juga pak.”



“Berhubung minggu depan kita sudah mulai ujian akhir nasional, bapak harap kalian semua belajar lagi dengan giat, sebelumnya kita sudah menjalani les-les dan beberapa dari kalian masih ada yang dibawah standar nilainya, jadi tolong buat semuanya, di ingat pesan bapak tadi baik-baik”



“Dan saya berharap semua siswa dan siswi saya dikelas ini lulus semuanya dengan nilai yang memuaskan” ucap Pak Bram panjang lebar.



“Aamiin, makasih pak” celetuk Alfi dan siswa yang lain berterimakasih yang dijawab dengan senyum pak Bram.



“Yasudah, sekarang buka buku halaman 32, dan kerjakan bagian A dan B, yang sudah selesai langsung kumpulkan kedepan” ujar pak Bram sambil duduk dibangkunya.



“Baik paak” ucap mereka serentak.



...



16.25 Wib (Area parkir SMA Danuarta)



“Daren kenapa ya dari tadi pagi habis jemput gue tumben nggak banyak ngomong, sampai sekarang pun dia nggak ada inisiatif buat romantis-romantisan sama gue”




“Kenapa sih ra, dari jauh gue liatin gusar banget?” tanya Dicky yang sudah berada di samping Clara.



“Ha? Hehe nggak papa kok ki, gue lagi gerah aja” ucap Clara berbohong.



“Serius?” tanya Dicky lagi.



“Iya serius” jawab Clara seadanya.



Melihat ekspresi Clara, Dicky langsung mengelus kepala Clara, disaat Dicky baru mengelus sebentar, Daren datang dan menahan tangan Dicky sambil memberikan tatapan tajam. Melihat Daren tiba-tiba datang, Clara terkejut setengah mati.



“Mampus, yaampun ra, lu kok bego banget sih, kenapa juga harus terlena sama usapan tangan Dicky!” rutuk Clara menyesali perbuatannya.



“Ini peringatan terakhir, jangan pernah sentuh pacar gue!” ucap Daren dingin.



“Santai aja kali, lagian Clara nya nggak marah kok” jawab Dicky percaya diri, yang langsung mendapatkan sepakan kecil dari Clara.



“Apa bener begitu ra?” tanya Daren masih dengan ekspresi dinginnya.



“Enak aja, enggak kok yang, mana mungkin aku izinin, lo juga jangan kepedean gitu dong, nanti cowok gue bisa salah paham” ucap Clara penuh penekanan.

__ADS_1



Mendengar jawaban Clara, Daren merasa sedikit lega, hatinya mendadak kembali hangat. Berbeda dengan Dicky, dia sangat ingin menghajar Daren dan merebut Clara langsung di hadapan Daren.



“Hehe tenang aja ra, gue becanda doang kok” balas Dicky canggung sambil pamit pergi dan meninggalkan mereka berdua.



Di seberang gerbang, Siska sudah menunggu didalam mobil, lalu Dicky masuk kedalamnya.



“Ciee ada yang kena tolak nih” goda Siska.



“Apaan sih, yaudah buruan jalan, gue lagi badmood sekarang” balas Dicky acuh.



“Dih udah kayak cewek aja badmood segala” ledek Siska sambil melajukan mobilnya.



...



Didalam Mobil...



“Maaf ya, seharian ini aku udah cuek sama kamu” ucap Daren menyesal.



“Iya nggak papa, tapi kasih aku alasan, kenapa kamu cuek sama aku” jawab Clara memegang kedua pipi Daren lembut.



“Aku cemburu sama Dicky, aku cemburu kalau kamu dekat sama dia dan aku sengaja ngejahuin kamu karena aku nggak mau nanti aku malah nyakitin kamu, makanya aku berusaha nahan diri buat nggak marah sama kamu” jawab Daren pelan.



Mendengar jawaban Daren, Clara menghembus nafasnya pelan.



“Sayang, sebelumnya makasih sudah berusaha buat menahan emosi kamu, yang mana itu adalah kelemahan terbesar kamu, aku hargai itu, dan sekarang dengerin aku ya, kamu itu nggak perlu cemburu sama Dicky, dia cuman aku anggap sebagai teman, nggak lebih, dan aku itu cintanya cuman sama kamu, aku yakin kamu tahu itu” ujar Clara menjelaskan dengan lembut sambil mencium pucuk kening Daren.



“I love you honey” ujar Clara lagi.



“I love you too, jangan pernah tinggalin aku ra” ucap Daren langsung memeluk Clara erat.



“Nggak akan pernah” jawab Clara membalas pelukan Daren.



...



Sekian dari author, maaf lama tidak update, author ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, ☹ btw makasih buat yang sudah baca, kasih like dan komen, itu berharga banget buat author, see you next chapt gaes, love you ❤



...



Salam hangat


suci nazifah


__ADS_1



__ADS_2